Destiny – 01

destiny

Judul Fanfiction : Destiny

Nama Author : @qarenzapark

Main Cast : Park Chanyeol, Park Sandara, Park Karen ( Adapted from name; Han Karen )

Additional Cast : Byun Baekhyun, etc

Genre : Romance, Sad, AU, Hurt

Length : Twoshot

Rating : PG-12 ( for now )

Poster : lyri @HSG

WARNING! Dilarang keras memplagiat ff ini. Hargai penulisnya!

DISCLAIMER : Cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing. Namun, beberapa alur terinspirasi dari novel asal novelis Korea Selatan, Kim Hye Ri.

Summary : Bagaimana rasanya jika kau menyukai kekasih kakak perempuanmu sendiri ?

***

“ Chagi, lihat! Kembang api itu. Sangat bagus, bukan ? “

“ Hahaa, benar.”

Kedua insan dengan status kekasih itu sangat penuh kasih sayang. Berbeda dengan seorang gadis berusia 18 tahun tahunan yang sedang menonton drama romantis kakak perempuan serta kekasihnya. Entah kenapa, ia merasa geram dan ingin menjauhkan mereka berdua. Terdengar egois bukan ? Oh, ayolah! Jangan bersedih! Ini malam tahun baru, kita harus tersenyum merayakannya!

Dan seseorang menepuk pundak gadis yang sedang terbakar rasa cemburu itu. “ Hei, kenapa melamun, Karen ? “ Ia menoleh pada asal suara, ternyata saudara dekatnya, Jeno. “ Oh, tidak, Jeno. Aku hanya bosan –bosan melihat kemesraan yang ada didepannya ini– .” ucap Karen mendesah pelan.

“ Bagaimana jika kita makan daging asap ? Kau tahu sendiri, ‘kan jika Ayahku dan Ayahmu membeli banyak daging untuk pesta malam ini.” Tawar Jeno dengan senyum khasnya. Dan Karen hanya bisa tersenyum walaupun memaksakan diri, “ Kalau begitu, ayo! Aku sudah sangat lapar.”

***
Karen menunggu daging yang sedang dipanggang di pemanggang. Sedangkan Jeno tengah membantu ayahnya untuk menyiapkan pesta kembang api ditengah malam nanti.Setelah matang, ia mengangkatnya ke piring lalu meletakkannya di meja piknik. Dan sebuah suara berat membuat ia terkejut dan jantungnya terpompa lebih cepat. “ Dagingnya sudah siap, ‘ya ? “ ucapnya dengan senyum ceria khas Chanyeol. Senyum yang disukai oleh Karen. “ Um, sebentar lagi, Oppa. Lagipula, ini belum semuanya tersaji.” Jawabnya dengan senyum yang dimilikinya.

“ Izinkan aku mencicipinya, ‘ya ? “ tanyanya seraya tersenyum.

“ Tentu saja, Oppa.” Jawab Karen yang fokus pada pemanggang dihadapannya. Hati kecilnya berharap jika daging buatannya akan menarik hati laki – laki setampan Chanyeol. “ Ini sangat lezat, Karen! “ puji Chanyeol yang berhasil membuat Karen tersenyum dan berkata, “ Oh, benarkah ? “

“ Benar. Aku cukup bangga punya adik ipar sepertimu, Karen.”

Senyuman itu berubah menjadi raut wajah kecewa. Ketika mendengar nama ‘adik ipar’ itu, membuat Karen kehilangan harapan. Dia tidak ingin menjadi adik ipar Chanyeol, melainkan kekasihnya. Dan jika kalian tahu, Karen adalah orang yang pertama kali ia temui sebelum kakak perempuannya, Dara. Namun, pesona Dara dapat membuat Chanyeol jatuh cinta padanya. “ Dimana Dara eonnie, Oppa ? “

Chanyeol meletakkan garpu di meja, “ Dia bersama ibu membuat minuman.”

“ Oh.”

Setelah suara singkat Karen, semuanya menjadi hening. Chanyeol menatap langit penuh
bintang, sedangkan Karen masih fokus pada pemanggangan,

“ Karen, apakah aku boleh bertanya sesuatu ? “

“ Tanyakan apa saja, oppa.”

Chanyeol menghela nafas panjang, “ Menurutmu, apakah aku dan Dara cocok ? “

DUMN!

Pertanyaan Chanyeol membuat Karen tersentak. Dan ia berusaha mempersiapkan kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan Chanyeol, “ Cocok, sangat cocok.” Jawabnya lancer tanpa gangguan, namun tidak dengan hatinya.

“ Aku berpikiran sama. Namun…apakah kau menemukan kesamaan fisik diantara aku dan Dara ? “ dan pertanyaan terakhir ini membuat Karen terkejut bukan kepalang. “ Ada. Banyak malah.” Ujar Karen sambil mengangkat daging yang sudah matang dan meletakkanya dipiring yang baru. Dan sekarang, ia ingin sekali mengeluarkan air matanya.

“ Aku pernah membaca sebuah artikel jika orang yang memiliki banyak kemiripan terutama wajah bukanlah jodoh.” Ujarnya dengan nada kekecewaan. Berbeda dengan hati Karen yang sedang berdoa, ‘ semoga saja benar ‘

“ Yang aku tahu, pasangan dengan wajah yang serupa adalah anugerah istimewa dari Tuhan. Lagipula, itu hanya artikel yang dibuat – buat oleh manusia juga. Belum tentu benar.” Kata – kata puitis itu terdengar memotivasi, namun tidak sejalan dengan hatinya.

“ Terimakasih atas jawabannya, Karen.” Ucapnya seraya tersenyum.

“ Sama- sama, oppa.”

***

DUARR!

Pukul 12 malam tepat. Seluruh suara terompet menggemas. Dan kembang api tekah diluncurkan diangkasa. Dan sepasang kekasih itu kembali bersama – sama. Menautkan jari – jari mereka. Dan juga tersenyum menunjukkan cinta yang amat tulus.

“ Dara..”

“ Ya ? “

“ Aku sangat beruntung dapatbertemu denganmu.”

“ Hei, ini semua berkat Karen, Yeollie.”

“ Benar. Kau tidak menyesal bukan bertemu denganku ? “

“ Tentu saja tidak, Yeollie.”

Keduanya tertawa riang. Lalu, Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Dara. Semakin dekat..semakin dekat..Dan kau tahu apa yang terjadi. Dan semua itu kembali ditonton Karen setelah melihat kejadian itu , ia bersembunyi dibalik tembok dan kembali menitikkan air matanya. Ia tahu ia sangat egois. Namun perasaannya terhadap Chanyeol tidak bisa dihapus. Coba kalian menggantikan posisinya. Apa yang kalian rasakan ? Ya. Disini. Dihati.

***

Malam tahun baru telah lewat 2 hari lalu . Dan sekarang, libur sekolah tersisa seminggu lagi. Dan Chanyeol memutuskanuntuk mengajak Dara ketaman kota bersama – sama. Baiknya, Dara tidak melupakan adik perempuannya, yang pasti sangat bosan hanya liburan dirumah.

“ Yeollie, apakah aku boleh mengajak Karen ? “ mohon Dara dengan aegyo-nya.

“ Tidak perlu repot – repot, eonnie. Aku bisa kok tinggal dirumah.” Tolak Karen.

“ Oh, ayolah, Karen. Aku tau kau pasti sangat bosan dirumah. Jarang – jarang loh aku berbaik hati seperti ini.” Ucap Chanyeol tersenyum.

“ Baiklah, jika itu memaksa.”

Karen memutuskan untuk menjauhi Chanyeol dan Dara dengan duduk dibangku taman sedangkan Chanyeol dan Dara memilih untuk mengelilingi taman kota sambil merasakan lezatnya ice cream. Dan Karen kembali mengingat kejadian dimana ia pertama kali bertemu dengan Chanyeol. Setahun yang lalu.

:: Flashback On ::

Gadis itu berlari sekuat tenaga. Tangannya menenteng buku-buku tebal. Kakinya melangkah dengan tempo yang sangat cepat. Pukul 01.00, 15 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Disela-sela berlari. Ia menabrak seseorang.

BRUK….

Ia meringis kesakitan. Awalnya, Ia merasa pusing. Lalu, Ia melihat orang yang di tabraknya. Like a Prince! Tampan,tinggi,berkulit putih,dan senyum menawan.

“ Biar kubantu.”

Tangannya terulur, dan gadis itu tidak menyianyiakan kesempatan dibantu oleh seorang
Pangeran. Terimakasih.”. Lalu, Ia membantu Karen mengumpulkan buku-bukunya.
“ Maafkan aku, ya.” Ucapnya.

“ Seharusnya, aku yang minta maaf. Aku terlalu tarburu-buru.”

Dan semenjak itu, Karen selalu memikirkannya. Lalu, Ia mendegar bahwa si “ Pangeran “
Adalah anak pemilik café disebelah sekolah. Dan setiap hari, Karen selalu dating kecafe hanya untuk melihat si “ Pangeran “. Dan dihari-hari itulah, mereka mulai dekat dan berteman.

:: Flashback Off ::

Kemangan yang indah, bukan ? Namun, tidak untuk sekarang. Hatinya terlalu perih melihat Chanyeoldan Dara. Pangannya teralih pada sebuah cincin silver yang melingkar di jari manisnya. Pemberian sebagai hadiah Ulang tahunnya. Ia tersenyum memandangnya. Betapa bahagianya ia memiliki kakak sebaik Dara. Ia melepaskan cincin itu dan mamandangnya. Dan sebuah tulisan tertangkap dimatanya, “ My Beloved Karen “.

Tiba-tiba, cincin itu terjatuh dan meggelinding ketengah jalan. Karen berusaha menangkapnya namun cincin itu terus meggelinding. Sampai-sampai Ia tidak meyadari sebuah mobil berkecepatan tinggi megarah padanya.

“ Karen, awas! “

Teriakan itu membuat Karen sadar dan matanya terpandang pada sebuah objek mengarah padanya. Dan bodohnya, ia hanya pasrah.

BRUK !!!

Dia terdorong dan kepalanya megenai trotoar jalan. Dan perlahan matanya tertutup dan semuanya menjadi gelap tanpa seberkas cahaya sedikit pun.

***

Hari, ini pemakaman akan diadakan. Pemakaman yang diselimuti awan tebal gelap yang menandakan akan datangnya hujan. Air mata tertumpah hari ini. Termasuk laki – laki yang kini menangis dipundak sepupunya, Kris. “ Chanyeol, kau harus sabar.”

Dan gadis yang terus merasa bersalah itu berada sedikit menjauh dari pemakaman. Tidak kuat melihat pemakaman kakak tercintanya. Ini semua salahnya, salahnya !

Pemakaman telah selesai. Chanyeol lebih memilih untuk berada di pemakaman tanpa gangguan seorang pun. Dan gadis itu menyiapkan mental unuk mendekati laki – laki yang sedang bersedih kehilangan orang yang amat dicintainya.

“ Oppa..maafkan aku..”

Chanyeol yang tadinya berjongkok,berdirimelihat asal suara gadis. Ditatapnya manik mata gadis itu yang sembab akibat air mata.

“ Kau hanya bisa minta maaf seperti itu dan menangis ? Dasar gadis cengeng ! “

Karen tercengang akan apa yang barusan diucapkan Chanyeol. Ditatapnya mata Chanyeol yang sedari tadi menatapnya tajam. “ Maafkan aku..” ucap Karen sangat pelan menundukkan kepalanya.

“ Bisakah kau membangkitkannya lagi ? Kau selalu menyusahkan Dara, kau hanya gadis manja dan selalu mengharapkan bantuan orang lain, karenamu Dara meninggal ! “

Chanyeol nyaris berteriak didepan gadis yang lebih muda 3 tahun darinya itu. Karen semakin menunduk, hatinya sangat pilu seperti dihujam ribuan jarum.

“ Jangan pernah tunjukkan dirimu didepanku lagi ! “

Lalu, Chanyeolpergi meninggalkan Karen. Meninggalkan Karen dengan semua rasa bersalah. “ Eonnie, maafkan aku..”. Dia jatuh disamping makam kakaknya, bertumpu dengan lututnya. Perlahan, air matanya kembali terjatuh, semakin deras dan isakan semakin menjerit – jerit.

***

Seperti biasanya, Karen pergi kesekolah, karena hari libur sudah usai. Dia tak seceria dulu lagi. Setibanya disekolah,semua mata tertuju padanya.

“ Karen, kau baik – baik saja, ‘kan ? “ Tanya seseorang dari belakangnya.

“ Hmm..”

Baekhyun, adalah teman Karen satu – satunya yang paling mengerti perasaannya selain Jeno. Semua keseharian dan rahasia Karen, Baekhyun lah yang paling tahu.

“ Sudahlah, jangan sedih lagi.” Lalu menggandeng pundak Karen.

“ Dia membenciku, Baekkie.”

“ Apa ? Maksudmu Chanyeol hyung membencimu hanya karena insiden itu ? “

“ Dia pria bodoh.”

“ Sudahlah, Baekkie. Itu memang kesalahanku.”

Karen mendudukkan dirinya dibangku miliknya, lalu menunduk sambil memejamkan matanya. Ingatannya kembali dating pada kejadian minggu lalu.

“ Hei, temani aku berjalan – jalan pulang sekolah nanti, ya ?”

“ Ha ? Terserah dirimu sajalah.”

Bel berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai. Guru Park sudah tiba dan pelajaran pun dimulai. Semua berjalan seperti angin baginya, hariini ia sedang tidak bersemangat untuk belajar. Pikirannya bercabang – cabang.

***

“ Kita mau kemana ? “ Tanya Karen pada Baekhyun.

“ Ke suatu tempat yang menyenangkan.”

Baekhyun menarik tangan Karen menuju parkiran, tempat motor Baekhyun berada. Perlahan motor Baekhyun mulai berjalan dengan kecepatan sedang. “ Sebenarnya, kita mau kemana, Baekkie ? “

“ Hem.. kita ke Mall dulu ya ? Jangan protes ! “

“ Mau apa disana ? “

“ Aish, lihat saja nanti.”

“ Baiklah.”

Setengah jam perjalanan, tak terasa mereka sudah sampai gedung besar yaitu pusat perbelanjaan.

“ Ayo.”

Mereka masuk kedalam dengan berpegangan tangan. Orang – orang pasti mengira mereka sebagai sepasang kekasih, tapi mereka tak lebih dari seorang teman.

“ Ayo beli Ice Cream ! ”

“ Kau yang traktir, aku tidak bawa uang.”

Kini, Ice Cream sudah berada ditangan mereka masing – masing. Baekhyun menyukai rasa coklat, sedangkan Karen rasa vanilla.

“ Em..sudah lama aku tidak mencoba rasa vanilla ! “ ucap Karen.

“ Benarkah ? Tapi, kemarin kau bilang bahwa kau dan Chanyeol hyung membeli es –krim bersama. Dengan kakakmu juga.” Jawab Baekhyun.

“ Sudahlah, Baekkie ! Lupakan ! “ kesal Karen menatap Baekhyun kesal.

“ Eh, iya. Maafkan aku ya, cantik.” Kata Baekhyun.

“ Setelah ini kita pergi kemana , Baekkie ? “ Tanya Karen.

“ Kau ingin kemana ? “ Tanya Baekhyun dengan senang hati.

***

Tak terasa sudah sebulan Chanyeol tak tampak di Café samping sekolah milik keluarganya. Chanyeol mungkin masih sulit untuk melepaskan masa lalunya bersama Dara. Chanyeol pergi meninggalkan Seoul sebulan lalu ke Gwangju untuk menenangkan diri sekaligus menjenguk nenek yang sedang sakit. Sedikit demi sedikit, rasa sedihnya mulai luntur. Namun tidak untuk Karen, ia masih belum bisa menerima permintaan maaf Karen.

Sebenarnya, hatinya sedikit sakit ketika ia memarahi Karen, dia juga terlalu tega meninggalkan Karen yang ternyata menyendiri dimakam Dara selama beberapa jam dan esoknya menderita demam. Ada rasa penyesalan dihatinya, namun ia belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan ini.

Seperti biasa, café terlihat ramai dengan para pengunjungnya yang rata – rata adalah seorang murid – murid SMA disamping café milik keluarganya. Perlahan, Chanyeol menangkap suatu objek dimatanya. Para gadis SMA yang memakai seragam khasnya. Mengingatkannya pada Karen.

“ Bagaimana keadaannya ? “

Tapi, ketika kata – kata itu meluncur, dia kembali mengingat Dara, yang meninggal Karena Karen. “ Apa yang harus kulakukan ? “

Chanyeol memilih duduk disalah satu meja kosong dan mengeluarkan dompetnya. Didalam dompetnya terdapat foto mereka bertiga –Chanyeol, Dara, dan Karen–. Ditatapnya lekat – lekat gambar tersebut. Wajah Karen yang tersenyum tulus dan Dara berpose konyol. Tanpa sadar, bibir Chanyeol tertarik mengukir sebuah senyuman yang sangat menawan.

Tiba – tiba, suara pintu bel terdenga. Pelanggan datang. Tapi, Chanyeol terkejut bukan kepalang. Chanyeol melihat sepasang mahkluk yang saling bergandengan. Nafas Chanyeol tercekat, detak jantungnya menjadi tidak beraturan. “ Karen ? “

2 mahkluk itu adalah Karen dan Baekhyun. Dia terkejut melihat sepasang laki – laki dan perempuan itu berjalan masuk dan duduk disalah satu meja kosong. Terlihat senang, namun tidak dengan Karen, senyumnya tampak seperti sebuah desakan.

Chanyeol belum bergeming dari tempatnya. Dadanya perih, hatinya sakit. Apa kebencian itu datang lagi ? Tidak. Rasa sakit yang dirasakan Chanyeol kini bukan seperti benci, melainkan rasa cemburu. Seperti rasa sukanya pada Dara. Apa Chanyeol menyukai Karen ?

“ Siapa laki – laki itu ? “ desis Chanyeol pada dirinya.

Baekhyun dan Karen sedang memperbincangkan hal – hal yang baru mereka lihat di bioskop tadi. Mereka tertawa lepas. Karen ingat terakhir kali ia berada di café ini dengan Chanyeol dan kakaknya, Dara. Dia sebenarnya ragu untuk datang, tapi Baekhyun selalu meyakinkannya.

“ Jangan khawatir, aku ada disampingmu.”

Karen hanya tersenyum kearah Baekhyun. Lalu dia menatap seluruh café ini dan pandangannya tertuju pada sosok laki – laki tampan yang juga sedang menatapnya.

Dia..

Dia Chanyeol..

DUG!

Detak jantung Karen berdegup dua kali lipat dari sebelumnya. “ Baek, ayo pergi ! “ ajak Karen dengan wajah cemas.

“ Hei, kau ini kenapa ? Ayolah pesan minuman ? “ heran Baekhyun.

“ Baek, dia ada disini. Aku takut.” Ucap Karen semakin mendesak Baekhyun.

“ Jangan ingat kejadian itu. Anggapsaja kau tidak pernah bertemu dengannya. Jadi,kau tidak akan merasa bersalah lagi.” Bijak Baekhyun dengan senyumannya.

“ Baiklah, terimakasih atas sarannya, Baek.”

Karen menarik nafas panjang dan mencoba untuk menenangkan diri. Lalu, beralih pada ponselnya yang sedang dimainkan Baekhyun. “ Karen, ada pesan.” Ucapnya seraya memberikan ponsel tersebut pada pemiliknya. “ Dari siapa ? “ Tanya Karen.

“ Entahlah.”

Karen melihat pesan dari Chanyeol. Apa?! Chanyeol ?! Mustahil! Dibukanya pesan itu.

From : Chanyeol Oppa
To : Karen

Sedang apa kau disini ?

From : Karen
To : Chanyeol Oppa

Aku hanya ingin minum teh bersama seseorang. Oppa melihatnya, bukan ?

From : Chanyeol Oppa
To : Karen

Jangan merasa kalau kau
Pernah bertemu denganku,
Sudah kubilang jangan tunjukkan
Wajahmu lagi dihadapanku.

Perih. Hati Karen perih ketika mendapat pesan terakhir tersebut.

“ Aku tak tahan lagi,Baek ! Ayo kita pergi ! “

Karen menarik tangan Baekhyun kasar. Air mata sudah terkumpul dipelupuk matanya. Padahal ia sudah memberanikan diri untuk datang bahkan untuk bertatapan dengan Chanyeol. Dan Chanyeol sendiri melihat kepergian Karen yang kini sudah menitikkan air matanya. Dia tidak mengerti apa maksud hatinya. Tapi jujur, ketika ia melihat Karen pergi, ingin rasanya dia mengerjarnya. Tapi, raganya tidak mau bergerak, sedangkan hatinya berteriak, ‘ Kejar dia, Chanyeol ! Kejar !’

Hatinya juga sakit..tersiksa dan bingung..

***Part 1, END***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s