Can I Do? – 01

can-i-do

Judul Fanfiction : Can I Do ? – 01

Nama Author : @qarenzapark

Main Cast : – Kris Wu

– Tiffany Hwang

Additional Cast : Choi Sooyoung, Park Chanyeol,etc

Genre : Romance, Sad, Hurt

 

Length : Multichapter

Rating : PG-12

Poster : deelovely04 @ Lovely Deer Artwork

WARNING! Dilarang Keras Memplagiat Fanfiction Ini. Hargai Penulisnya !

DISCLAIMER : Cast milik Tuhan dan ortu masing – masing. Cuma pinjam buat menyalurkan imajinasi.

SUMMARY : Kris memutuskan untuk meninggaalkan grup dengan alasan yang tidak tepat. Hal ini membuat Tiffany bingung dan berusaha dengan cara apapun agar Kris mau menetap di grup.

***

TWINSTAR adalah sebuah band ternama di Korea Selatan selama 3 tahun ini. Lagu –lagu hasil karya band yang digawangi 4 personil ini laku keras dan dapat berkembang pesat diblantika musik saat ini.

4 personil ? Hum, kau penasaran ?

Pertama, laki – laki tinggi ini sangat digilai para fansnya karena sifat ramah serta senyum yang ia lontarkan setiap saat. Sifat seperti Pangeran mampu membuat para penggemar luluh akan pesonanya. Si drummer ceria Park Chanyeol.

Kedua, gadis kaya yang tidak ingin mengumbar kekayaannya. Dia memilih hidup mandiri dengan hidup di apartement di kawasan Gangnam yang tentunya sebuah kawasan dengan apartement yang mahal menjamur. Penggemarnya sangat menyukainya karena sifat kocaknya didalam variety show serta acara ternama Korea lainnya. Si guitarist kocak Choi Sooyoung.

Ketiga, laki – laki tampan dan tinggi. Sifat dinginnya mampu membuat para penggemar jatuh cinta padanya. Belum lagi, si laki – laki pemilik killer smile ini sering menunjukkan senyum mematikannya itu yang dapat membuat para penggemarnya pingsan. Si bass guitarist dingin Kris Wu.

Dan yang terakhir adalah wanita yang berhati malaikat. Pemilik suara indah yang mampu membuat pendengarnya terhanyut. Bahkan, ia sering mengisi soundtrack dan sangat hobi menciptakan lirik lagu dengan arti amat mendalam. Si suara emas baik hati Tiffany Hwang.

Jumpa penggemar, hand-shake, bintang tamu reality / variety show, konser dan hal lainnya yang berhubungan dengan hiburan harus dilewati mereka. Walaupun lelah, senyuman para penggemar dapat membuat keempatnya merasa rasa lelah mereka lenyap.

“ Hei,teman – teman. Sudah lihat viewers kita di Youtube? Sangat menakjubkan!“ ujar Chanyeol sibuk dengan IPhone ditangannya. “ Berarti, pekerjaan kita membuat album baru selama ini tidak sia – sia. Dan kudengar di social media viewers kita telah memecahkan viewers terbanyak 2NE1. Girlband yang terkenal itu.” ujar Sooyoung sambil menyeruput teh hijaunya.

“ Bagaimana denganmu, Kris?” tanya Chanyeol. “ Tentu saja aku sangat senang. Kau tidak ingin mendapat uang banyak untuk tabungan masa depan?“ balas tanya Kris cuek yang sibuk pada gitar bass miliknya.

“ Tiffany ? Bagaimana dengan dirimu sendiri ? “ tanya Sooyoung yang melihat gadis berambut panjang ikal itu tengah sibuk menulis lirik lagu baru. “ Hm? Aku ? Tentu saja sangat senang.” Ujar Tiffany tersenyum lalu terfokus pada kertas yang berisi lirik lagu barunya. Sooyoung menghampiri Tiffany, “ Kau membuat lagu lagi,Tiff ? Untuk siapa ? Bukankah kita sudah punya album dan rata – rata ciptaannya adalah dirimu sendiri.” ujar Sooyoung.

“ Ini untuk Yoon Ami dan Jung Seoyoon. Mereka akan debut dan CEO menyuruhku untuk membuatkan lagu untuk mereka.” Ujar Tiffany tersenyumdan menatap Sooyoung. Lalu, pandangan Tiffany beralih pada Kris. Ia tersenyum lalu berkata, “ Kris juga akan membantu composer untuk membuat musiknya pas dan bagus. Kau tahu kan Kris sangat pintar dalam memilih musik, Sooyoung? Benar ‘kan, Kris?”.

Kris mendecak lidah sebal, “ Tidak usah memujiku, Tiff.”. Dan perkataan itu membuat ketiga tertawa lepas. “ Baru kali ini aku melihat seseorang yang tidak suka dipuji.” ujar Chanyeol tertawa sambil bertepuk tangan. “ Benar, hahaha. Pangeran Kris si composer hebat! “

***

Tiffany sibuk mencari Kris dikantor manajemen, “ Kemana Kris? Dari tadi, aku tidak melihatnya.” Gumamnya seraya memutar bola matanya mencari sosok jangkung itu. Bingo! Ternyata ia sedang duduk disalah satu bangku sambil menelepon seseorang. Dan dari bahasanya, ia sedang menelepon ibunya yang saat ini sedang berada di Kanada. Tiffany menunggu sampai Kris selesai menelepon.

Kris telah selesai dan ia sedikit terkejut dengan kehadiran Tiffany yang sedari tadi menunggu sambil bersandar ditembok, “ Kris? “ ujar Tiffany sambil tersenyum. “ Ya? Ada apa? “ tanyanya sambil memasukkan ponselnya ke saku celana. “ Kau dipanggil CEO untuk bertemu dengan composer.” Ucap Tiffany. “ Baiklah.” Singkat Kris berdiri dan berjalan mendahului Tiffany.

Tiffany melihat punggung Kris yang lama – lama menjauh dari pandangannya. Namun, ia merasakan sebuah kejanggalan. Tubuhnya akhir – akhir ini terlihat kurus. Apakah akhir – akhir ini ia terlalu lelah? Tentu saja. Jadwal hari ini saja padat! Belum lagi pekerjaan untuk mengurusi debut duo baru dari agensi mereka. “ Astaga! Aku lupa untuk bertemu dengan Seyi eonnie! “ kata Tiffany lalu berlari secepat mungkin menuju kantor Seyi.

***

“ Soo?“

“ Mmm? “

“ Kau akan jadi host malam ini di One Night TV’s Entertainmet bukan? “

Sooyoung menoleh kearah Chanyeol, “ Ya, memangnya kenapa?” sambil tersenyum. “ Tidak. Hanya saja aku tidak punya teman bercanda selain kau. Tidak mungkin aku dengan Kris bercanda. Dia paling susah jika diajak bercanda.” Dengus kesal Chanyeol sambil mempoutkan bibir mungilnya. “ Kau tahu kan? Kau adalah orang yang pertama kutemui saat aku menjadi trainee.” Lanjutnya.

“ Tidak mungkin aku membawamu ke lokasi syuting, Yeollie. Kau ingin duduk sepertiorang idiot, atau menjadi penonton layaknya penggemarku dan meneriakkan namaku histeris setelah kita vakum 4 bulan dari dunia musik?” kata Sooyoung tersenyum.

Walaupun seharusnya Chanyeol memanggil Sooyoung ‘noona’, Sooyoung menolaknya. Alasannya, ia tidak ingin terlihat tua karena Chanyeol memanggilnya dengan sebutan itu. Sooyoung sendiri sudah menganggap Chanyeol sebagai adiknya. Dan intinya, Chanyeol adalah maknae di Twinstar.

“ Benar juga. Apa yang harus kulakukan? “ Tanyanya dengan wajah polos membuat Sooyoung mengacak rambutnya kesal, walaupun ia harus berjinjit karena menyadari jika Chanyeol adalah giant baby dengan tingginya yang mencapai 185 cm.

“ Begini saja. Kau bisa pergi ke Starbucks Coffee bersama Remi eonnie, bukan? Kau kan juga dekat dengan dirinya, atau mengajak Taesung Oppa. Jika kau membawa Remi eonnie, kuyakini besok pagi semua tabloid akan penuh dengan foto – fotomu bersamanya.” Ujar Sooyoung.

“ Terimakasih, Sooyoung noona.” Gumamnya sambil tersenyum.

***

Kini, semua staff, CEO, serta Kris dan Tiffany tengah mengadakan pertemuan untuk memperbincangkan masalah sub-unit duo mereka yang tak lain adalah Yoon Ami dan Jung Seoyoon. “ Bagaimana jika album mereka dinamakan It’s YAM and JSY ? “ tawar salah satu staff yang diketahui namanya adalah Kim Jongdae. “ Menurut saya, namanya terlalu rumit, tuan. Bagaimana dengan sebuah judul yang menceritakan awal masa depan mereka diblantika musik seperti History–.” Perkataan Tiffany terpotong ketika Kris membuka suaranya, “ Of Moonlight? Nama duo mereka Moonlight, bukan? “

Para staff tampaknya mengangguk – angguk seperti setuju dengan usul Kris. Dan CEO berkata, “ Oke. Nama albumnya diresmikan, History Of Moonlight. Terimakasih atas usulnya, Tiffany, Kris.”.

Keduanya hanya tersenyum simpul. Lalu, Tiffany mencuri pandang kearah Kris dan tersenyum, dan Kris ikut menoleh. “ Ternyata, kau hebat dalam bidang diksi, ‘ya? “ puji Tiffany sambil tersenyum. “Tiff, sudah kubilang jangan memujiku.” kesal Kris, sedangkan Tiffany tertawa renyah.

Kris..
Lelaki dingin..
Namun punya seribu pesona yang tersembunyi..

***

Aku tidak sanggup melihat kedepan..
Aku merasa ingin jatuh..
Dan kau..
Orang yang kutunggu – tunggu datang..
Ya..
Aku datang..
Pasti datang untuk memberimu..
Sebuah pelukan hangat..

Tanganmu memeluk erat tubuhku..
Membuat sebuah kenyamanan..
Yang lahir diantara kita..
Aku tidak ingin ini segara berakhir..
Dapatkah aku memliki sebuah pengatur waktu?
Agar aku bisa lama merasakannya..

( When You Come To Hug Me – Moonlight )

Woo! Mereka sangat menjiwai lagunya. Tiffany bertepuk tangan setelah syuting suara mereka sudah selesai. Lalu, ia menghampiri Yoon Ami dan Jung Seoyoon yang tersenyum senang atas lancarnya syuting mereka, “ Kalian hebat! “ ujar Tiffany bersemangat. “ Terimakasih, sunbae! “ ujar mereka tersenyum senang. “ Tidak perlu seformal itu, Ami-ssi, Seoyoon-ssi. Panggil saja aku dengan sebutan eonnie atau noona.” Kata Tiffany memegang tangan keduanya, “ Omong – omong, kalian sangat menjiwai lagunya. Terlihat serasi.” Puji Tiffany berhasil membuat keduanya tersenyum puas.

“ Ini semua berkat Tiffany noona. Anda membuat lagu yang artinya sangat mendalam. Bahkan, saya menyukai lagu ini.” Balas puji Seoyoon tersenyum. “ Eonnie, minggu depan eonnie dan Kris sunbae akan syuting video klip kami. Maaf jika kami tidak memberitahumu.” Ujar Ami membuat Tiffany mengernyitkan dahi, “ Maksudmu ? “.

“ Noona dan Kris sunbae akan menjadi model video klip kami untuk lagu When You Come To Hug Me ini.” Ucap Seoyoon memmbuat Tiffany terkejut. “ Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya ?” Tanya Tiffany pada keduanya. “ CEO menyuruh kami untuk tidak memberitahumu dan Kris sunbae. Menurut CEO, eonnie dan Kris sunbae ada chemistry yang cocok untuk lagu ini. Belum lagi, pencipta lagu serta yang meng-komposer lagu ini adalah kalian berdua.” Ujar Seoyoon tersenyum.

“ Aku tidak marah, hanya saja ini terlalu mendadak.”

***

“ Hyung, ayolah temani aku pergi Starbucks.” rengek Chanyeol pada Taesung. “ Tidak bisa, Chanyeol. Aku sedang sibuk untuk mengurusi yang lain.” Ujar Taesung sambil mengutak – atik keyboard komputernya. “ Aku kesepian, hyung.” Ujar Chanyeol dengan nada memelas. “ Maafkan aku, Chanyeol. Aku sedang sibuk. Kau ingin besok aku dimarahi bos? “ Tanya Taesung. “ Tidak.” Singkat Chanyeol. “ Kalau begitu, jangan pergi.” Ujar Taesung.

Chanyeol menghembuskan nafas kesal. Ia tidak punya teman bercanda selain Sooyoung. “ Apa yang harus kulakukan ? “ gumamnya. Ia memutuskan untuk pulang ke apartemennya yang tidak berada jauh dari kantor agensi. Dan ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Lagipula, ia ingin membeli makanan kecil dijalanan. Dan benar saja, sebuah toko penjual makanan favoritnya sedang buka, Takoyaki. Ia menghampirinya. “ Donghyun, aku pesan 2 bungkus.” Ujar Chanyeol.

“ Oh, Chanyeol rupanya. Tumben pulang berjalan kaki.” ujar Donghyun yang merupakan sahabat karib Chanyeol semasa SMU dulu. “ Aku sedang bosan, Donghyun. Dan aku memutuskan untuk pulang ke apartement untuk istirahat.” Ucap Chanyeol mengeluarkan beberapa lembar won dari dompet kulitnya.

“ Kalau saja aku tidak sibuk, aku ingin menemanimu berjalan – jalan. Nah, ini.” Kata Donghyun memberikan 2 bungkus Takoyaki hangat dan aromanya tercium keindra penciuman Chanyeol. “ Ini uangnya.” Kata Chanyeol memberikan lembaran – lembaran bernominal itu. “ Ambil saja. Hari ini gratis.” Ucap Donghyun tersenyum.

“ Aku tidak suka keadaannya seperti, Donghyun. Ini, ambillah.” Paksa Chanyeol dan meletakkan lembar – lembar itu ditangan Donghyun. “ Kalau begitu, aku pulang , ‘ya. Bye! “ kata Chanyeol melambaikan tangan lalu berlari kecil. Paparazzi tidak akan tahu jika itu Chanyeol karena ia menutupi wajahnya dengan topi.

“ O iya! Sooyoung noona di One Night TV’s Entertainmet! Aku harus menontonnya! ”

***

“ Apa ?! “

Kris tampak terkejut ketika Tiffany memberitahu jika ia dan Kris akan menjadi model video klip duo Moonlight itu. “ Kau tidak mau, Kris? Aku bisa bilang pada CEO jika kau tidak setuju.” ujar Tiffany.

“ Tidak perlu, Tiff. Aku menerimanya, namun aku tidak suka jika CEO tidak memberitahuku dahulu. Untung saja aku menerimanya. Bagaimana jika tidak?” kata Kris. “ Berarti, kau setuju, ‘kan?” tanya Tiffany. “ Ya, aku setuju.”

Selama perbincangan itu, ternyata mereka ada di café milik agensi. “ Kau tahu drama ‘ Golden ‘ ‘kan ? “ tanya Tiffany. “ Tahu. Memangnya kenapa? “ tanya Kris. “ Aku diminta untuk mengisi soundtrack part ke enam dengan judul Always Beside You. Namun, bukan karanganku. Aku kurang suka menyanyikan lagu yang bukan karanganku.” tukasnya sambil menyeruput Latte Coffee.

“ Kau memang benar – benar suka menulis lirik lagu, ‘ya? “ tanya Kris. Tiffany tersenyum lalu meletakkan gelas kopi itu dimeja, “ Ibuku dulu seorang penyanyi, sama sepertiku. Lalu, sebelum ia meninggal ia meninggalkanku sebuah buku yang berisi curahan hati selama hidupnya. Dan dari buku itulah aku terinspirasi. Aku masih menyimpannya baik di apartementku.”.

“ Aku ingin sekali membuat lirik lagu untuk seseorang. Namun, aku tidak bisa. Bisakah kau mengajariku ? “ tanya Kris. Lagi – lagi, Tiffany tersenyum, “ Lagu adalah sebuah perasaan kita lalu di ekspresikan melalui goresan – goresan tinta. Aku yakin, kau pasti bisa. Kau bisa mengekspresikannya lalu kau tulis disebuah kertas putih yang awalnya polos menjadi sebuah cerita penuh motivasi dari seseorang.” ujar Tiffany.

“ Lihat, sekarang kau terlihat seperti guru konselingku semasa SMU.” Kris bercanda membuat Tiffany memukul lengannya kesal, namun ada perasaan bahagia ketika ia melihat sekarang ini yang bukan seperti Kris biasanya, Ice Prince. Sekarang ia lebih terlihat sangat hangat dengan canda – candaan yang dilontarkannya.

***

“ Ah! Senarku putus! “

Sooyoung merengut kesal ketika senar gitarnya putus, padahal ia sangat asyik memainkannya tadi. Lalu, giant baby menghampirinya. “ Ada yang perlu kubantu, Soo? “ tanyanya dengan senyum ceria khas Chanyeol. “ Yeollie, senarku. Kau bisa menggantinya? “ tanya Sooyoung.

“ Tentu saja.” Kata Chanyeol lalu mengambil gitar yang semulanya berada ditangan Sooyoung kini telah berada ditangannya. “ Kalau bisa cepat sedikit ya, Yeollie. Kau tahu ‘kan jika kita akan tampil sejam kedepan ? “ ujar Sooyoung yang kini tengah memakan keripik kentangnya. “ Iya, aku tahu, Soo. Tenang saja, Oya, bagaimana dengan Kris dan Tiffany ? “ tanya Chanyeol. “ Mereka menemui bos untuk videoklip Moonlight.” singkat Sooyoung.

“ Mm. Oya, bagaimana jika kita memakai kostum yang sama untuk tampil nanti?“ usul Chanyeol. “ Boleh. Warna apa ? “ tanya Sooyoung berpikir. Chanyeol juga ikut berpikir. Dan, “ Hitam! Hahaha! “ keduanya tertawa karena mereka menyebutkan warna yang sama secara bersamaan.

Setelah senar gitarnya sudah diperbaiki, Chanyeol mengembalikannya. “ Ini, Soo.” Singkatnya. “ Terimakasih, Yeollie.” jawab Sooyoung. “ Bolehkah aku meminta keripik kentang itu, Soo? “ tanya Chanyeol. “ Tidak! “ ujar Sooyoung berlari sambil menjulurkan lidahnya kearah Chanyeol. Otomatis Chanyeol ikut mengejarnya.

Mereka berlari memutari ruang latihan itu. Dan sialnya, Sooyoung tersandung ujung gitar dan membuatnya jatuh dan Chanyeol ikut terjatuh. Kini, mata mereka berdua berhadapan menandakan keduanya sangat terkejut, detak jantung dua kali lipat bertempo. Belum lagi Chanyeol hampir menindihnya dan Sooyoung termenung seperti orang idiot disana. “ Eh?”

Chanyeol berdiri setelah beberapa menit tersadar dan ia meminta maaf atas kejadian tadi, “ Maafkan aku, Soo.” ujarnya menunduk. “ Tidak apa, kau tidak sengaja, bukan?” ucap Sooyoung tersenyum. Chanyeol masih tetap menunduk.

“ Ayo, kita harus bersiap – siap. Aku tidak sabar mendengar teriakan penggemar!”

***

10 menit lagi, Twinstar akan tampil. Namun, Kris belum juga menampakkan dirinya. Tiffany sibuk menelepon Kris, namun ponselnya tidak aktif. Hal ini membuat Tiffany resah.

Akhirnya, si orang yang ditunggu – tunggu datang. “ Maafkan aku, aku terlambat.” Ujarnya. “ Tidak apa. Cepatlah berganti kostum.” Kata Tiffany.

Jangan takut untuk melangkah..
Mimpimu sudah ada didepan mata..
Tinggal satu langkah untuk mencapai kenyataan..
Matahari memberimu sinar..
Dan bintang memberimu kilauan mewahnya..
Jangan takut..
Ayo melangkah..

Sebesar apapun rintangannya..
Kau harus melewatinya..
Didepan sana..
Ada mimpi ..
Yang selama ini kau inginkan..

( One Step To a Dream – Twinstar )

“ WOO! TWINSTAR ! Chanyeol ! Sooyoung ! Tiffany ! Kris ! Saranghaeyo”

Teriakan para penggemar membuat keempatnya puas. Chanyeol dan Sooyoung memilih melambai – lambaikan tangannya kepada penggemar, bahkan ia melemparkan topinya pada lucky fans.Sedangkan Kris dan Tiffany berpose ketika sang penggemar tengah memotret mereka.

“ Huaa! Penampilan yang terbaik! “ girang Chanyeol.

“ Setelah ini, kita ada acara tanda tangan para fans. Ayo kebelakang!” ujar Sooyoung.

Sooyoung dan Chanyeol segera berlari kebelakang. Sementara Kris dan Tiffany tengah mengutak – atik ponsel mereka. “ Bagaimana dengan penampilan hari ini, Kris? “ tanya Tiffany. “ Aku cukup puas, Tiff.” ucapnya seraya tersenyum simpul. Tiffany hanya ikut tersenyum.

“ Ayo kita kebelakang, para penggemar pasti sudah menunggu.”

Kris mengangguk dan mengikuti Tiffany. Bayangkan, hari ini saja sudah menyenangkan. Apalagi hari esoknya.

Setelah sampai ditempat tanda tangan, mereka semua berteriak histeris. Semuanya tersenyum, kecuali Kris yang kini tengah terbatuk – batuk. “ Kris, kau sakit? “ tanya Tiffany khawatir.

“ Oh, aku baik – baik saja, Tiff. Tidak usah mengkhawatirkanku. Aku cuma batuk biasa saja. Akhir – akhir ini, cuaca sedang tidak bersahabat.” Ujarnya memaksakan senyum,

Walaupun ia sudah diberi keterangan oleh Kris, Tiffany merasa ada yang aneh terjadi pada Kris. Seperti ada keganjalan yang disembunyikan oleh Kris. Ia penasaran, sangat penasaran.

*To Be Continued*

Iklan

One thought on “Can I Do? – 01

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s