Destiny – 02

pr-by-qarenzapark7-redo1

Judul Fanfiction : Destiny – 02

Nama Author : @qarenzapark

Main Cast : Park Chanyeol, Park Sandara, Park Karen ( Adapted from name; Han Karen )

Additional Cast : Byun Baekhyun, etc

Genre : Romance, Sad, AU, Hurt

Length : Twoshot

Rating : PG-12 ( for now )

Poster : borayoung @ hsg

WARNING! Dilarang keras memplagiat ff ini. Hargai penulisnya!

DISCLAIMER : Cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing. Namun, beberapa alur terinspirasi dari novel asal novelis Korea Selatan, Kim Hye Ri.

Summary : Bagaimana rasanya jika kau menyukai kekasih kakak perempuanmu sendiri ?

***

Baekhyun kini menemani Karen dikamarnya. Orangtua Karen memperbolehkannya, karena tahu bagaimana Baekhyun dan asal usulnya. Karen menangis tersedu – sedu dipundak Baekhyun, “ Sudahlah, lupakan saja. Mungkin perlahan dia baru mengerti.”

“ Ini bahkan sudah 1 bulan, tapi dia masih membenciku, Baek.”

“ Hah..dasar anak bodoh! Masih banyak pria yang lebih tampan darinya, contohnya aku, hehehe.” Canda Baekhyun. “ Dasar bodoh!” kesal Karen sambil mencubit perutnya.

“ Hei, aku ternoda olehmu, Karen!” iseng Baekhyun berpura – pura kesal.

“ Itu terlalu dramatis, Baekkie!” umpat Karen.

.

.

Malam ini, Chanyeol menyandarkan tubuhnya dipalang tempat tidur. Ia tidak memikirkan Dara, melainkan adik perempuan Dara yang tidak lain adalah Karen. Apa? Siapa kekasih Park Chanyeol yang sebenarnya?

Ia terus memikirkan gadis itu. Bagaimana keadaannya sekarang? Setelah Chanyeol membuat dirinya menunggu selama berjam – jam didepan makam kakaknya. Ia baru teringat jika ia terlalu tega pada gadis seusia Karen.

Dan akhirnya, ia memutuskan untuk pergi kerumah keluarga Park. Dia mengambil jaket dan meraih kunci mobilnya.

***

Karen keluar dari kamarnya, “ Baekhyun?”

Baekhyun menoleh pada asal suara, mata membulat sempurna, “ Karen? Apakah ini kau? Rambutmu?” pertanyaan Baekhyun membuat Karen sedikit terkekeh, “ Aku memotong rambutku menjadi pendek, Baek. Aku bosan dengan rambut lama.” Ujarnya.

Baekhyun tersenyum dan menghampiri Karen, mengacak rambutnya gemas, “ Lagipula, kau lebih imut seperti ini, Karen. Aku menyukainya.”

“ Terimakasih atas pujiannya, Baekkie!”

Sekilas, Baekhyun melihat arloji yang telah melingkar dipergelangan tangan kirinya, “ Karen, sudah jam segini. Aku harus pulang bahkan belum izin pada orangtuaku untuk pergi kesini. Mungkin, besok aku akan menginap.” Ujar Baekhyun.

“ Tidak perlu repot – repot, Baek. Aku bisa tinggal sendiri, Lagipula, aku sudah terbiasa tinggal sendiri dirumah.” Tolak Karen.

“ Masalahnya, aku mendengar dari orangtuamu kalau kau akan ditinggal selama beberapa minggu disini karena orangtuamu harus melakukan penelitian di empat tempat yang berbeda, Gwangju, Busan, Gyeonggi, dan–“

“ Sudah, Baek. Jangan cerewet. Aku tahu semuanya.”

“ Baiklah, kalau begitu tolong antarkan aku sampai pintu depan, oke?”

“ Dasar manja!”

***

Chanyeol kini telah sampai didekat rumah Karen. Ia mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil ketika melihat gadis itu tengah bersama seorang laki – laki yang terlihat seusianya. Tunggu, bukankah itu laki – laki kemarin? Benar! Tidak salah lagi. Chanyeol masih melihat percakapan keduanya.

.

.

“ Baiklah, Karen. Aku pulang dulu, ya.” Pamit Baekhyun seraya memasang helm-nya.

“ Iya.”

Baekhyun ingin bercanda sedikit, “ Apakah aku terlihat tampan jika seperti ini?” tanyanya.

Pluk!

Karen memukul helm yang dikenakan Baekhyun, “ Ayahku masih lebih tampan daripadamu, Byun Baekhyun.” Kesalnya.

“ Hehe, baiklah. Aku pulang!”

Lalu, Baekhyun menaiki motornya dan melaju dengan kecepatan sedang, “ Terimakasih karena selama ini kau telah menjadi sahabat terbaikku, Baekhyun.

Karen mengunci pintu dan kembali memutuskan untuk pergi kekamar. Namun, sebuah ketukan pintu membuatnya kesal, “ Apa yang Baekhyun tinggalkan disini?” gumam Karen mengeluh.

Dan benar saja, ketika membuka pintu, terpampang wajah yang sangat menyebalkan, “ Apakah ada yang ketinggalan, Baekhyun?” tanya Karen.

Baekhyun tersenyum, “ Aku melupakan sesuatu.” Ucapnya membuat Karen bergidik ngeri.

Cup!

Baekhyun mengecup pipi Karen sekilas membuat gadis itu tersentak kaget dan tidak percaya atas perilaku sahabatnya, “ Kalau begitu, aku pulang!”

Baekhyun langsung melaju dengan kecepatan sedikit laju, setelah beberapa menit, Karen baru tersadar, “ Awas kau, Baekkie!” pekiknya.

***

Chanyeol melihat semuanya. Laki – laki itu mencium Karen? Hatinya terasa perih menonton drama itu semua. Air matanya tertahan disudut matanya, “ Mengapa aku merasakan perasaan ini?”

Tuk..Tuk..

Chanyeol terkejut ketika melihat Karen tengah mengetuk kaca mobilnya. Ia baru sadar jika Karen kini berambut pendek, “ Oppa? Apa yang kau lakukan disini?”

Chanyeol keluar dari mobilnya dan menggenggam pergelangan tangan Karen, “ Siapa laki – laki tadi?”

“ Laki – laki tadi? Yang mana?” bingung Karen.

“ Yang bersamamu beberapa menit lalu.” Selidik Chanyeol.

“ Dia sahabatku, Oppa. Sudah sejak sekolah dasar kami bersama.” Ujar Karen tersenyum.

“ Sahabat? Yang mencium pipimu itu?” tanya Chanyeol membuat wajah Karen bersemu merah. “ Oh, a..dia..dia hanya iseng melakukannya, Oppa. Dia memang suka bercanda.” Ujar Karen sedikit ketakutan.

“ Aku kesini hanya ingin melihat kenanganku bersama Dara dulu.” Ujar Chanyeol membuat hati gadis dihadapannya itu perih.

“ Aku tahu, Oppa. Kau akan menuduhku kembali atas kematian Dara eonnie. Terserah apa yang mau kau katakan. Kau benci aku? Silahkan. Aku tidak masalah. Itu semua masih terus terjadi sampai kau mengerti perasaanku yang sebenarnya, Oppa.” Kata Karen.

“ Maksudmu?” tanya Chanyeol kurang mengerti.

“ Kau tidak tahu, Oppa. Aku bahkan menyukai seseorang yang kini tidak mengharapkanku untuk memperlihatkan wajahnya. Terlalu sadis, bukan? Kuharap, Oppa sadar. Selamat malam, Oppa.” Karen melepaskan genggaman Chanyeol dari tangannya kemudian berjalan menuju rumahnya.

Dia kembali mencerna perkataan Karen. Semua itu tertuju pada dirinya. Ia terus merasa bersalah. Terlalu sadis? Sepertinya benar.

***

Chanyeol duduk termenung disalah satu meja café yang kosong. Ia kembali memikirkan kata – kata dari Karen semalam. Ia merasakan bahwa semua perkataan Karen tertuju padanya.

“ Aku benci hidup seperti ini!”

Ia merasakan rasa cemburu saat Karen bersama laki – laki yang merupakan sahabat Karen tersebut. Namun, di sisi lain ia masih mengingat kematian Dara yang disebabkan oleh Karen. Akhir – akhir ini, ia selalu memikirkan gadis itu. Atau…ia menyukai Karen?

“ Chanyeol! Apa yang aku pikirkan!”

Kini, antara hati dan otaknya tengah berperang.

***

“ Dasar mesum! Kenapa kau menciumku tadi malam?!”

Karen merengut kesal mengingat kejadian tadi malam bersama Baekhyun. “ Hehe, maafkan aku, ya.” Ucapnya seraya tertawa. “ Aish!”

“ Nanti malam akan ada konser di Gangnam. Kau mau iku tidak? Tenang, aku yang traktir. Aku sudah membeli tiketnya jauh – jauh hari.” Ajak Baekhyun.

“ Siapa yang akan tampil?” tanya Karen.

“ Kau tahu Bangtan Boys, ‘kan? Tidak hanya mereka, akan ada A Pink juga serta yang lainnya.” Jawab Baekhyun mantaop.

“ Bangtan Boys? Aku tidak sabar untuk melihat Taehyung disana. Aku ikut!”

***

Café terlihat ramai hari ini. Dan Chanyeol mendengar mereka memperbincangkan tentang konser yang akan diselenggarakan di Gangnam malam ini. Chanyeol adalah pecinta konser dan suka datang kesana. Ia menanyakan dimana ia harus membeli tiket pada pengunjung café.

.

.

Gangnam, 19.16..

Kini, konser telah dipadati oleh penonton. Ada yang membawa lightstick, poster, serta karton dengan tulisan nama idola mereka. “ Ramai sekali.” Ujar Karen seraya menatap Baekhyun. “ Namanya juga konser.” Singkat Baekhyun.

“ Lihat, Bangtan Boys sudah keluar! Mereka sepertinya akan menampilkan lagu Just One Day!” histeris Karen. Walaupun suara Karen memekakkan telinganya, Baekhyun merasa berhasil karena telah membuatnya melupakan Chanyeol kali ini.

.

.

Chanyeol telah berada dideretan kursi penonton. Dia terlihat bersemangat sekali. Lalu, pandangannya tertuju pada gadis dengan rambut pendek tersebut. Ia terus menyelidikinya. Itu Karen! Lagi – lagi ia bersama laki – laki itu. Chanyeol terus merasa cemburu ketika melihat Karen selalu bersama sahabatnya itu.

***

Dua jam berlalu..

Para penonton kini telah meninggalkan tempat konser. Saat Baekhyun dan Karen ingin pulang, tiba – tiba Baekhyun ingin kekamar kecil, “ Karen, tunggu disini. Aku kekamar kecil dulu.” Ucapnya langsung melesat kekamar kecil. Dengan berat hati, Karen harus menunggu sahabatnya itu.

Tiba – tiba, Karen merasakan tangannya ditarik oleh seseorang untuk menjauh dari tempat itu. Karen mengamati punggung itu, punggung Chanyeol. “ Oppa, aku tahu ini kau. Lepaskan aku, lepas!” berontak Karen. Chanyeol menubrukkan tubuh Karen ditembok, Karen mengeluh kesakitan, “ Oppa, ini sakit!”

“ Aku tidak suka melihatmu bersama sahabatmu itu, Karen!” Chanyeol memberikan death glare-nya pada Karen membuat gadis itu bergidik ngeri, “ Kenapa, Oppa? Aku hanya bersahabat dengannya, tidak lebih!” Karen berusaha memberontak, namun Chanyeol malah memegang bahu Karen kuat.

“ Bagimu, kau hanya bersahabat dengannya, namun tidak dengan laki – laki itu. Dia menyukaimu.” Ujar Chanyeol membuat Karen membantah, “ Dia hanya menyayangiku sebagai teman, Oppa.”

Karen merasakan ponselnya bergetar disaku celananya. Ia mengambilnya dan ternyata itu adalah Baekhyun. Ia pasti sudah menunggunya ditempat tadi. Saat Karen ingin menekan tombol ‘accept’, Chanyeol melarangnya, “ Jangan mengangkat teleponnya!”

Karen bingung. Ia takut dengan Chanyeol jika seperti ini. Dan ia yakin Baekhyun tengah menunggu disana. Ia harus mengangkat panggilan itu agar Baekhyun dapat menolongnya.

“ Ha–“

Belum sempat berkata ‘halo’, Chanyeol langsung merebut bibir Karen membuat gadis itu terkejut dengan perilaku laki – laki yang disukainya ini. Tapi, tidak seperti ini caranya!

Karen berusaha melepaskan ciuman Chanyeol darinya, namun Chanyeol malah melumat bibirnya membuat ia tidak bisa melakukan apa – apa. Namun, hati kecilnya tetap berteriak, “ Baekhyun! Tolong aku!”

*To Be Continued*

Nb : Haii lageee^^

Mian kalo aku post nya lama banget karena gak ada ide buat part selanjutnya. Dan untuk part 3 nanti udah mau selesai, jadi tinggal post aja. Tinggalkan jejak ya, jadilah readers yang jujur:D

Illa illa, Qarenzapark<3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s