Can I Do? – 02

pr-by-qarenza-park6

Judul Fanfiction : Can I Do ? – 02

Nama Author : @qarenzapark

Main Cast : – Kris Wu

– Tiffany Hwang

Additional Cast : Choi Sooyoung, Park Chanyeol,etc

Genre : Romance, Sad, Hurt

Length : Multichapter

Rating : PG-12

Poster : borayoung@HSG

WARNING! Dilarang Keras Memplagiat Fanfiction Ini. Hargai Penulisnya !

DISCLAIMER : Cast milik Tuhan dan ortu masing – masing. Cuma pinjam buat menyalurkan imajinasi.

SUMMARY : Kris memutuskan untuk meninggaalkan grup dengan alasan yang tidak tepat. Hal ini membuat Tiffany bingung dan berusaha dengan cara apapun agar Kris mau menetap di grup.

***

Syuting video klip akan dimulai setengah jam lagi. Tiffany tengah bersiap – siap make – up diruang make – up, sedangkan Kris tengah menelepon ibunya. “ Aku baik – baik saja, Bu..”

“…”

“ Akhir – akhir ini, jadwal sangat padat, bu. Jadi, aku kurang memperhatikan kesehatanku.”

“…”

“ Baik, bu.”

“…”

“ Aku mengerti. Besok aku telpon ibu lagi. Tenang saja.”

Kris menon-aktifkan ponselnya untuk berjaga – jaga agar ponselnya tidak berdering saat ia tengah syuting bersama Tiffany nantinya. Ia juga sudah bilang pada ibunya jangan menelepon ketika ia sedang syuting.

“ Kris, Tiffany ? Sudah siap ? 5 menit lagi syuting akan dimulai.” ujar salah satu staff yang berwenang penting dalam syuting video klip ini. “ Baiklah.”

Kris dan Tiffany melihat scenario dari sang staff.

“ Berpelukan..”

“ Mencium kening..”

Hal – hal yang disebutkan itu harus dilakukan oleh Kris dan Tiffany. Mereka hanya biasa – biasa saja karena mereka pernah menjadi bintang video klip, walaupun waktu itu dengan bintang yang berbeda.

ACTION!

Perlahan, Kris melihat kearah Tiffany yang sedang berakting menangis. Mendekat ketempat Tiffany secara perlahan. Menghapus air matanya yang mengisyaratkan ‘ Jangan menangis.’. Lalu, tangan Kris mulai merengkuh tubuh mungil gadis itu dan memeluknya erat seakan tidak ingin melepaskannya.

“ Ini hanya acting, Tiff. Tenangkan dirimu..” batin Tiffany.

Ini hanya akting, namun Tiffany merasakan sesuatu yang berbeda. Ia tidak ingin melepaskan pelukan ini. Adegan selanjutnya, Kris melepaskan pelukannya, dan mendekatkan bibirnya dikening Tiffany. Tiffany hanya menunggu momen itu. Momen yang membuat detak jantungnya berdetak lebih cepat.

Cup~

Kris mencium kening Tiffany. Sedangkan Tiffany hanya memejamkan matanya. Ia merasakan ada perasaan lebih terhadap Kris jika berposisi seperti ini. Seakan tidak ingin dilepaskan.

“ Cut! Selesai! Kerja bagus, Kris, Tiffany! “

Semua kru dan staff bertepuk tangan, termasuk Yoon Ami dan Jung Seoyoon yang awalnya duduk kini berdiri bertepuk tangan sangat keras. “ Kau terlalu menghayati, Tiff.” Ejek Kris tersenyum simpul membuat Tiffany menyikutnya kesal.

“ Kau tahu, Kris? Sepertinya, aku mulai menyukaimu..”

***

“ Oh, aku lapar. Kau ada makanan, Yeollie?”

Merasa terpanggil, Chanyeol yang awalnya sedang fokus pada PSP nya itu, kini menoleh pada Sooyoung, “ Aku tidak ke supermarket tadi pagi, Soo.”

“ Huaaa, aku lapar sekali.” rengek Sooyoung sambil memegang perutnya. Dan Chanyeol mengingat Donghyun, “ Bagaimana jika kita membeli Takoyaki disebelah kantor? Kebetulan, pemiliknya adalah sahabatku.” ujarnya dengan senyum idiotnya. “ Takoyaki? Mm, boleh.”

“ Wah, enak sekali! “

Sooyoung memuji – muji seporsi Takoyaki dihadapannya. Chanyeol merasa bangga karena membuat Sooyoung senang hari ini. Saking senangnya, Sooyoung rakus memakan Takoyaki sampai tidak menyadari jika semua santapan dibayar oleh Chanyeol. Donghyun hanya tersenyum – senyum melihat tingkah keduanya. “ Yeollie, apakah kita tidak akan ketahuan ? “ cemas Sooyoung.

Chanyeol tersenyum, lagi – lagi tersenyum idiot, “ Tenang, kita punya security.” tunjuk Chanyeol pada Donghyun dan tentu saja membuat Donghyun kesal. Chanyeol dan Sooyoung terkekeh melihat tingkah Donghyun. “ Apa yang kalian tertawakan?”

***

Debut!

Debut Moonlight akan diadakan 2 hari lagi. Tentu saja seorang Yoon Ami dan Jung Seoyoon sangat menunggu momen yang paling ditunggu – tunggu. Kini, Twinstar dan Moonlight tengah berbincang selagi jam istirahat. “ Hei, Seoyoon-ssi. Berusahalah untuk menjadi yang paling tampan agar kau dilirik banyak penggemar wanita.” cerocos Chanyeol sambil menyeruput Choco Caramel Bubble Tea-nya.

“ Aish, Yeollie! Jangan mengajarkan Seoyoon seperti itu!” kesal Sooyoung menjitak keras kepala si giant baby. “ Akh! Sakit tahu.” kesal Chanyeol sambil mengelus kepala kesayangannya itu.

Mereka tersenyum melihat aksi kocak dua insan yang seperti saudara itu. Tiffany tersenyum dan mengarahkan pandangannya pada Ami dan Seoyoon, “ Ami-ya, tampillah dengan make-up sederhana. Kau pasti terlihat terlihat cantik walaupun memakai make-up tipis.” saran Tiffany yang mendapat anggukan setuju dari Ami. Dan sekarang, Kris yang mengeluarkan suaranya, “ Dan kau, Seoyoon-ah. Tampillah dengan pakaian sederhana namun terkesan modis. Mereka semua akan menyukai penampilan sederhanamu yang menambah kesan rendah hati didalam dirimu.” usul Kris mendapat setuju dari Seoyoon.

“ Dan jangan lupa tersenyum! “ usul Sooyoung ceria.

“ Dan berpose imut layaknya bayi.” celetuk Chanyeol asal dan mendapat jitakan kembali dari Sooyoung.

Pletak!

“ Kau harus membayar ini, Soo..”

“ Hahahahaha…”

***

Tabloid minggu ini dipenuhi dengan debut panas Moonlight. Yang saat ini tengah menjadi trending topic dikalangan masyarakat. Nama Kris dan Tiffany juga ikut masuk dalam tabloid itu.

“ Kau tahu, Tiffany eonnie dan Kris oppa sangat terlihat serasi di video klipnya. Huaa..aku jadi iri..”

“ Aku cemburu..bagaimana bisa Tiffany eonnie dan Kris oppa menjadi bintang videoklipnya? Aku iri. Coba saja aku berada diposisi Tiffany eonnie disaat itu.”

“ Mereka seperti sepasang kekasih, chemistry mereka melekat satu sama lain.”

“ Tiffany, Kris JJANG!”

Pembicaraan mereka terus memanas. Tidak hanya tentang duo yang baru debut itu, melainkan Tiffany dan Kris ikut bersangkutan. Karena ini juga, saham perusahaan meningkat drastis. Akhirnya, impian naiknya saham sudah tercapai. V Entertainment kini terus menjadi sorotan media massa.

Namun, Tiffany akhir – akhir ini sedikit curiga dengan Kris. Belakangan ini, ia sering melihat Kris kerumah sakit. Kris hanya mengatakan jika ia mengunjungi temannya yang sedang sakit, Yunho. Memang benar, Yunho tengah sakit sekarang dan Tiffany mengenalnya dengan baik. Tapi, pernahkah kau berpikir? Ketika seorang artis seminggu sekali pergi kerumah sakit untuk mengunjungi temannya. Mungkin itu wajar, tapi tidak bagi Tiffany. Kris juga orang yang sibuk, tidak mungkin ia hanya menjenguk Yunho dalam sekali seminggu.

“ Apa yang kau sembunyikan, Kris?”

***

Hari – hari telah berlalu, dan sekarang adalah goodbye stage Twinstar. Moonlight masih ada waktu seminggu lagi untuk mempromosikan album mereka. Semuanya telah bersiap, kecuali Kris yang terlihat gelisah. Wajahnya pucat, dan itulah yang membuat Tiffany khawatir. “ Kris, kau baik – baik saja? Lihat, wajahmu begitu pucat.”

“ Tidak, Tiff. Aku hanya kelelahan. Kau tahu kan jika kemarin aku dan Chanyeol harus bolak – balik event.” ujar Kris berusaha menenangkan kekacauan hati Tiffany. “ Kalau kau kelelahan, aku bisa bilang pada staff jika kau tidak usah tampil.” saran Tiffany.

“ Tak perlu, Tiff. Aku tidak ingin mengecewakan fans kita. Mereka telah lama menunggu goodbye stage kita. Mereka juga menunggu lagu karanganmu.” Ujar Kris.

“ Kau tidak tahu apa yang aku rasakan sekarang, Kris. Aku sangat khawatir.”

***

Udara dingin menyentrum tubuhku..
Butiran salju mendarat di anak – anak rambutku..
Aku merindukanmu..

Hei..
Sekarang sudah malam..
Apakah kau datang?
Aku menunggu..

( Winter – Twinstar )
Lagu terakhir ini menandakannya berakhir sudah masa promosi album baru mereka. Semua penggemar berteriak histeris dan ada juga yang menangis. Hei, apakah ini perpisahan? Tentu saja tidak, berikan kami waktu untuk istirahat dan mencari inspirasi baru untuk album selanjutnya. “ Terimakasih, Aku mencintaimu!” teriak Tiffany disambut teriakan penggemar.

Tanpa diketahui siapapun –kecuali manager, Kris sudah berada dibelakang dan memegangi kepalanya. Ia mengerang kesakitan. Para manager dan staff lain memutuskan untuk membawa Kris kerumah sakit setelah ia pingsan.

Tiffany, Sooyoung, dan Chanyeol telah berada di backstage. Dan Tiffany sibuk mencari sosok Kris yang kini tidak terlihat. “ Ahjussi, apakah anda melihat Kris? “ tanya Tiffany.

“ Dia baru 15 menit yang lalu kerumah sakit bersama manager dan beberapa staff noona. Dia pingsan.”

***

“ Dokter..”

Kris memanggil sosok paruh baya yang kini tengah memeriksanya, “ Ada apa, Tn.Wu? “

Kris menghela nafas berat dan mulai membuka mulutnya, “ Bisakah anda menyembunyikan ini dari manager, Twinstar, serta agensiku ? “. Dokter terkejut, “ Tidak mungkin, Kris. Ini harus diberitahukan.”

“ Jangan pada manager, agensi, ataupun Twinstar. Ibuku saja. Ya, ibuku saja, dok. Beliau yang paling mengerti aku.” ucap Kris.

“ Tetapi, setidaknya aku memberitahukan CEO V Entertainment dan menyuruhnya untuk menyembunyikan ini.” ujar Dokter.

“ CEO? Apakah ia bisa menjaga rahasia ini?”

***

Sooyoung dan Chanyeol mengunjungi Kris hari ini, sedangkan Tiffany tidak bisa menjenguk Kris karena ia sedang dalam perjalanan ke Gwangju untuk melakukan syuting variety show.

“ Kris! “ teriak keduanya.

Merasa terpanggil, Kris menoleh pada asal suara. “ Oh, Sooyoung? Chanyeol? “

Keduanya tersenyum, “ Iya. Ini kami. Tiffany tidak bisa datang karena ia tengah syuting di Gwangju.” tukas Chanyeol. “ Tak apa. Aku tahu, pasti ia sedang sibuk setelah comeback stage berakhir.”

“ Padahal, ia sangat ingin menjengukmu. Bahkan, ia ingin membatalkan jadwal acara itu hanya untuk menjengukmu.” ucap Sooyoung.

“ Jika ia melakukan itu, aku tak akan segan – segan berkata jika ia sangat bodoh. Semua jadwalnya akan hancur hanya karena dia menjengukku.” kata Kris.

“ Itu artinya ia peduli padamu, Kris.” bijak Chanyeol membuat Kris termenung beberapa lama, “ Benar juga.” Batinnya.

“ Halo? Kris? Kau bisa dengar aku? “ ujar Sooyoung mengibas – ngibaskan tangannya didepan wajah Kris dan Kris akhirnya tersadar, “ Oh.”

“ Kami membawamu ini, ttaebokki. Makanlah. Aku tahu makanan dirumah sakit sangat tidak enak.” Sooyoung memberikan se-cup makanan itu pada Kris, “ Terimakasih.”

***

Tiffany termenung sambil duduk dibangku taman. Ia memikirkan Kris yang sekarang keadaannya entah bagaimana. Lalu, ia mengambil ponselnya dan memutuskan untuk menghubungi Kris. “ Halo, Kris? “

“ Ya, Tiff? Ada apa meneleponku?”

“ Untuk memastikan keadaanmu. Apa sudah baikan? Kau sakit apa? “

“ Aku sudah baikan, aku hanya kelelahan karena jadwal ini. Untungnya, CEO sangat baik sehingga mereka memberiku cuti 3 hari.”

“ Syukurlah.”

“ Kenapa kau terlihat sangat mengkhawatirkanku, Tiff? Jangan – jangan –“

“ Bukan apa – apa, Kris. Kalau begitu sudahlah, aku harus take syuting lagi, bye!”

Tiffany memutuskan sambungan teleponnya pada Kris. Mengapa bisa Kris tahu isi hatinya? Tentu saja Tiffany khawatir! Mereka rekan kerja dan..

Mungkin, Tiffany menyukai si guitarist dingin itu…

***

3 hari telah berlalu, kini Kris sudah diperbolehkan untuk pulang.

“ Kalau kau tidak kuat, kau bisa mundur, Kris.”

Luhan, salah satu sahabat Kris kini bertemu Kris setelah menjemputnya dirumah sakit. Dan sekarang mereka berada di cafetaria rumah sakit, “ Bagaimana? Aku bisa saja membuat mereka kecewa nanti. Bukan hanya penggemarku, namun agensi serta Twinstar. Aku sudah 3 tahun bersama mereka, tidak mungkin aku meninggalkan mereka begitu saja. Namaku cerah karena mereka, Lu.” ucap Kris frustasi.

“ Terus? Apakah kau mau terus menyembunyikan hal ini dari Twinstar dan penggemarmu? Sekarang kau bisa menyembunyikan. Besok, besok, atau besoknya pasti akan terbongkar juga.” ucap Luhan menyandarkan punggungnya dikursi.

“ Aku bingung, Lu. Disisi lain, aku tidak ingin membuat penggemarku kecewa karena aku mundur, disisi lain aku juga ingin mundur agar aku dapat istirahat total dari dunia hiburan.” kata Kris.

“Pikirkan secara dewasa, Kris. Jangan hanya karena hal ini saja dapat membuat hidupmu terganggu. Mereka pasti akan mengerti. Percayalah.” kata Luhan menepuk bahu sahabatnya itu.

“ Apakah aku harus lari?’

***

Tiffany kini tengah berada diruang latihan bersama Sooyoung dan Chanyeol. Sebenarnya, ia mengkhawatirkan Kris karena ia tidak menampakkan diri sejak 2 jam lalu. Saku celananya bergetar menandakan adanya sebuah pesan masuk, “ Halo?”

“ Tiff, maafkan aku..”

“ Kris? Apa maksudmu? Katakanlah dengan jelas.”

“ Aku..aku..harus meninggalkan Twinstar, maafkan aku..”

“ Kris, jangan bercanda. Aku tidak suka!”

“ Jangan temui aku lagi, maaf atas tindak tidak bertanggung jawabku..”

Sambungan telepon terputus, Tiffany berusaha menelepon Kris berkali – kali, namun ponselnya tidak aktif. “ Tiffany, ada apa? “ tanya Sooyoung heran melihat kegelisahannya. “ Kris..Kris..katanya ia mau keluar dari Twinstar.”

“ APA?!!!! “

***

Pagi itu, semua reporter dari seluruh media serta penggemar mendatangi V Entertainment. Mereka berusaha mencari berita paling benar dikasus Kris ini, “ Berilah kami keterangan, tuan!”

“ CEO, bagaimana ini? Dimana laki – laki pengecut itu?” kesal Sungyeol sambil mengintip – intip jendela melihat keadaan riuh diluar. CEO hanya berusaha berpikir, “ Aku tahu Kris melakukan yang terbaik, tapi tidak seperti ini caranya.” batinnya.

Tiffany, Sooyoung, dan Chanyeol memutuskan untuk menenangkan para reporter dan para penggemar. “ Tenang semua! Jangan ricuh seperti ini!” kesal Chanyeol berusaha menenangkan para penggemar. “ Chanyeol oppa! Apa yang terjadi pada Kris oppa? Katakan, oppa. Ia hanya bercanda, ‘kan? “ tanya salah satu penggemar. “ Maafkan aku, aku juga tidak tahu.”

Sooyoung berusaha menenangkan para reporter, “ Tuan – tuan, Nyonya – nyonya. Harap tidak ricuh! Apakah ini yang dinamakan profesionalitas awak media?!” kesalnya. Tiffany sekarang tengah sibuk dengan ponselnya dan menelepon Kris berkali – kali.

“ Akh!”

Semua terdiam. Kini, Chanyeol tersungkur dan mendapat luka cakaran serta lebam dimatanya akibat ujung kamera. Sooyoung yang melihat ini segera menghampiri Chanyeol, “ Yeollie!”

Chanyeol berusaha bangkit dari sungkurannya lalu dibantu oleh Sooyoung. Sooyoung menatap para penggemar dan reporter kesal, “ Cepat pergi atau akan kulapor pada polisi! Inikah yang disebut profesionalitas? Mengapa kalian sangat susah diatur? Apakah kalian tidak punya telinga, hah?! “

Semuanya terdiam menunduk karena merasa bersalah. Chanyeol masih meringis kesakitan dan Sooyoung memutuskan untuk membawa Chanyeol kedalam kantor untuk mengobati lukanya.

“ Semuanya, saya harap bubar. Jangan buat pihak kami untuk melaporkan ini pada hukum.”

***

Sooyoung kini tengah mengobati Chanyeol diruang kesehatan. Sooyoung masih merasa kesal dengan para penggemar karena membuat Chanyeol terluka, “ Bisa – bisanya mereka berbuat seperti ini!” kesalnya.

“ Tidak apa, Soo. Mereka hanya ingin tahu kebenarannya.”

“ Kau memang tidak apa, hanya saja aku takut kau seperti ini. Aku takut kau terluka, Yeollie. Aku takut..”

Kini, Sooyoung menangis karena insiden ini membuat Chanyeol terluka. Dipandangannya sekarang, Chanyeol bukanlah adiknya. Sebuah rasa melebihi rasa sukanya sebagai teman. Chanyeol merengkuh tubuh kurusnya sambil berusaha menenangkannya, “ Sooyoung..aku tahu ini berat. Namun, kita harus melewatinya. Kris lelaki hebat. Dia pasti bisa menyelesaikan masalah ini.”

“ Semoga saja..”

***

Laki – laki itu sekarang membolak – balikkan majalah – majalah yang dibeli Luhan tadi pagi. Dia merasa frustasi dan merasa tidak bertanggung jawab. “ Apakah aku salah?”

Lalu, sebuah suara datang, “ Kau tidak salah, Kris.”

Kris menoleh dan menghembuskan nafasnya, “ Perlukah aku membuat konferensi pers untuk hal ini?”

Luhan kini telah duduk disampingnya, “ Apa alasan yang akan kau berikan? Penyakitmu? Kau sendiri yang bilang jika penggemar tidak suka dibohongi dan jika saja mereka tahu kau sakit, mereka menangis semalaman hanya karenamu.”

“ Aku tidak ingin menjadi laki – laki pengecut, Lu.”

“ Tidak ada jalan lain, Kris. Lebih baik kau mengajukan surat pengunduran dirimu pada agensi dan semuanya terselesaikan.”

***

Sore ini, hujan mengguyur Seoul. Tiffany yang dilanda rasa penasaran terhadap Kris merasa bosan berada di apartemennya. Kris tidak dapat dihubungi dan kadang rumahnya kosong. Ia memutuskan untuk minum teh di café biasanya bersama Kris. Bisa saja, Kris berada ditempat itu juga.

Ia mengenakan baju tebal dan payung. Diluar, sudah banyak para pejalan kaki dengan payung yang bertengger ditangan mereka. Tiffany melangkahkan kakinya menuju café yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Suara bel pintu café berdering, Tiffany melangkahkan kakinya kedalam lalu duduk disalah satu meja kosong. “ Ada yang ini anda pesan, nona?” tanya pelayan. “ Green Tea.” Singkatnya tersenyum. Ketika pelayan itu pergi untuk mengambil pesanan, Tiffany melihat sekitar. Ia rindu café ini karena mengingatkannya akan Kris yang keberadaannya entah dimana sekarang.

Suara bel pintu kembali terdengar, seorang lelaki dengan pakaian serba hitam dan topi menutupi kepalanya masuk kedalam café, dan alangkah terkejutnya ia melihat Tiffany yang juga ikut menolehnya, “ Tiff?”

Dan Tiffany sangat yakin jika itu adalah Kris. Ia meletakkan beberapa lembar won dimeja dan segera berlari keluar meninggalkan café tersebut sesudah Kris memutuskan untuk kabur terlebih dahulu. Tiffany melihat Kris kini tengah berlari dan ia berusaha mengejarnya dengan payung yang bertengger ditangannya. “ Yifan! Wu Yifan!” ia meneriakkan nama lahir Kris agar orang – orang tidak tahu jika itu Kris yang mereka ketahui keberadaannya entah dimana.

Sepertinya, Tiffany tahu jalur ini. Jalur menuju rumah Kris. Ia memutuskan untuk melewati jalan pintas terdekat menuju rumah Kris.

***

Kris menoleh kebelakang, “ Syukurlah. Hampir saja aku ketahuan.” Lalu, ia kembali berjalan menuju rumahnya. Dan sialnya saat ia sudah berada dihalaman depan rumahnya, ia menemukan kembali gadis itu tengah duduk di anak – anak tangga yang ia yakini jika gadis itu menunggu dirinya. Disaat Kris ingin berlari, Tiffany menarik tangannya dengan payung yang melindungi mereka, “ Kris. Jangan seperti ini..” suaranya terdengar samar – samar. Kris menoleh pada gadis itu. “ Tiff..maafkan aku..” ujarnya dengan penuh rasa bersalah.

“ Kenapa kau menjauhi kami? Ada yang salah?” tanyanya lembut sambil terus menggenggam tangan Kris. “ Tidak, Tiff. Kalian baik, sangat baik. Hanya saja aku ingin mundur karena aku merasa aku tidak cocok di grup ini.” ucap Kris.

“ Itu bukan alasan, Kris. Jujur saja, jangan takut. Kita dapat menyelesaikannya bersama.” Ujar Tiffany. Kris tidak dapat melihat wajah Tiffany, ia tidak tahan untuk terus berbohong dihadapan gadis yang disukainya ini.

“ Tiff! Aku tidak bisa! Lepaskan aku!” ujar Kris berusaha melepaskan genggaman tangannya dari Tiffany. Bukannya melepaskan, sekarang Tiffany melepaskan payungnya dan memeluknya erat, takut akan kehilangan Kris, “ Tidak, aku tidak akan melepaskanmu. Apakah kau tega meninggalkan Twinstar dan penggemarmu? Mereka butuh kau, Kris!”

Kris berusaha menahan air matanya dan kini ia melepaskan pelukan Tiffany secara kasar. Lalu, ia berjalan menuju pintu rumahnya meninggalkan Tiffany seperti orang bodoh yang tubuh serta rambut halusnya basah kuyup akibat rintik – rintik hujan.

“ Kris!”

Dari dalam rumah, Kris melihat Tiffany yang kini tengah menggedor – gedor pintu rumahnya dan berkata, “ Kris, keluarlah! Keluarlah! “ sambil menangis tersedu – sedu. Lalu, ia melihat Tiffany menyandar dipintu sambil terus memohon agar Kris keluar.

Kris merasa bersalah, membiarkan gadis itu merasakan dinginnya hujan diluar. Namun, ia tidak akan bisa membiarkan gadis itu bersamanya. Ia takut jika Tiffany mengetahui semua tentang dirinya.

Dia juga menyandarkan tubuhnya dipintu, “ Tiff, maafkan aku..”

*To Be Continued*

Iklan

One thought on “Can I Do? – 02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s