Can I Do? – 03

req-poster111

Judul Fanfiction : Can I Do ? – 03

Nama Author : @qarenzapark

Main Cast : – Kris Wu

– Tiffany Hwang

Additional Cast : Choi Sooyoung, Park Chanyeol, etc

Genre : Romance, Sad, Hurt

Length : Multichapter

Rating : PG-12

Poster : Arin Yessy @ Poster Channel

WARNING! Dilarang Keras Memplagiat Fanfiction Ini. Hargai Penulisnya !

DISCLAIMER : Cast milik Tuhan dan ortu masing – masing. Cuma pinjam buat menyalurkan imajinasi.

SUMMARY : Kris memutuskan untuk meninggaalkan grup dengan alasan yang tidak tepat. Hal ini membuat Tiffany bingung dan berusaha dengan cara apapun agar Kris mau menetap di grup.

***

‘ V Entertainment Sudah Menerima Surat Pencabutan Kontrak Dari Kris Siang Ini.”

Berita itu kini sudah menjadi topik panas diblantika musik. Semuanya hampir hancur. Masa promosi Moonlight kini terganggu akibat masalah ini. Dan V Entertainment memutuskan untuk mengadakan konferensi pers di aula kantor.

“ Apakah Kris benar – benar keluar, Tuan?”

“ Saya tidak tahu, saya harus bertemu dengannya secara langsung untuk membicarakan hal ini. Agensi kami juga terus menghubunginya serta mengunjungi rumahnya.”

“ Apa yang terjadi jika Kris benar – benar mencabut kontraknya, Tuan?”

“ Agensi dan Twinstar belum berniat mencari member baru. Mereka masih ingin Kris berada di Twinstar dan mereka masih tetap menunggu keputusan Kris.”

“ Apakah anda tahu keberadaannya saat ini, Tuan?”

“ Keberadaan Kris belum diketahui saat ini. Mungkin, ia sedang menenangkan diri dari masalah ini. Walaupun ia terkesan tidak bertanggung jawab pada agensi, saya yakin dia pasti melakukan yang terbaik.”

Puluhan pertanyaan yang dilontarkan para media membuat topik semakin panas. 2 jam berlalu, V Entertainment kini telah menyelesaikan konferensi pers.

“ Tiff?”

Sooyoung memangil Tiffany yang kini tengah menyudutkan diri diruang latihan sambil menangis. “ Kau harus menenangkan diri, Tiff. Kris pasti kembali.” Ujar Sooyoung.

“ Bayangkan saja, Soo. Aku berkali – kali berusaha menemuinya dan ia terus menjauh dariku. Kau tahu kan jika– “

“ Kau menyukai Kris, ‘kan?”

Tiffany hanya mengangguk pasrah, “ Ternyata kau tahu, Soo.”

Sooyoung memeluk Tiffany,” Dia pasti kembali, percayalah.”

***

Tiffany kembali mengendap – endap kerumah Kris. Walaupun ia yakin Kris tidak berada dirumah, apa salahnya ia mencoba?

Kini, ia berada dipintu. Ketika ingin mengetuk, ia mendengar samar – samar sebuah percakapan. Lalu, ia menguping disebelah jendela. Suara mereka amat jelas dari jendela.

“ Luhan, apakah aku harus lari? Tapi kemana?”

“ Pikirkan saja. Tempat dimana banyak orang yang mencintaimu.”

“ Kanada. Iya, Kanada!”

“ Aku akan mengurus tiketnya hari ini. Besok kita akan pergi ke Kanada.”

“ Tapi, Lu. Setidaknya aku harus berpamitan pada agensiku.”

“ Kau ingin masuk infotainment lagi dan memberikan alasan yang tidak jelas?”

“ Baiklah. Aku hanya ikut aturan mainmu.”

“ Kris, ke Kanada?”
***

“ Kau akan ke Kanada, Tiff?” tanya Sooyoung tak percaya. Sedangkan Chanyeol ikut memasang wajah terkejut disampingnya. “ Aku sudah bilang pada CEO untuk menyembunyikannya dari publik agar mereka tidak ikut campur dalam masalah ini.” Ujar Tiffany.

“ Bagaimana dengan tawaran bermain drama serta soundtrackmu?” tanya Chanyeol. Tiffany menghela nafas lalu menatap keduanya, ” Aku sudah menolak semuanya dengan alasan aku pergi ke Kanada untuk menjenguk nenekku.”

“ Tiff, ini terlalu berbahaya. Bagaimana jika kebohonganmu terbongkar karena mengetahui Kris? Perusahaan dan Twinstar akan jelek dimata musik.” Ujar Sooyoung.

“ Aku ingin kita kembali berempat, bukan bertiga. Aku tidak ingin ada orang baru di Twinstar.”

Sooyoung dan Chanyeol hanya pasrah. Harus membiarkan Tiffany menjemput Kris di Kanada, “ Besok aku akan berangkat. Jaga diri kalian. Terus bersinar. Aku janji akan membawa Kris kembali pulang.”

***

Ottawa, Canada..

Kris dan Luhan kini telah sampai di Kanada. Dan mereka memutuskan untuk pergi kerumah Ibu Kris, “ Ayo kita kerumah Ibumu, Kris. Aku juga sudah tak sabar untuk bertemu beliau.” Ucap Luhan.

Kris hanya mengangguk. Lalu, pandangan Kris tertuju pada sebuah gadis misterius yang sepertinya ia kenali. Ia terus menatap gadis itu, sedangkan gadis itu mulai menjauh dari pandangannya. Dan Kris merasakan tangan Luhan menggenggam tangannya untuk pergi dari bandara.

“ Kris..aku tahu aku lancang jika berbuat seperti ini..”

“ Kris!”

Wanita paruh baya itu memeluk putra semata wayangnya, “ Ibu merindukanmu, nak.” Ujarnya sambil tersenyum bahagia. “ Aku juga, ibu.”

“ Selamat pagi, Ny. Wu.” Ucap Luhan tersenyum.

“ Pagi, Luhan. Kau ikut mengantar Kris, ya?” tanyanya.

“ Benar. Aku hanya ingin menemaninya selama di Kanada.”

“ Ayo kita minum teh, aku merindukan kebersamaan kita.”

Mereka berjalan kearah dapur dan Kris melewati gambar yang menempel didinding, mendiang ayahnya,” Aku juga merindukanmu, Ayah.”

***

Tiffany tengah mencari alamat ibu Kris. Namun, kakinya sudah kelelahan karena terlalu lama berjalan. Ia memutuskan untuk duduk dibangku taman dan kembali berusaha menelepon Kris, namun tetap saja nihil. Kris tidak akan pernah mengaktifkan ponselnya.

Tiffany melihat sekelilingnya, lalu matanya terhenti pada seorang wanita yang kini tengah bersama buah hatinya. Ia seperti mengenali gadis itu. Gadis yang merupakan temannya semasa SMU. Tiffany memutuskan untuk mendekat pada wanita itu.

“ Jessica?”

Dan benar saja, gadis itu menoleh. Ia begitu terkejut melihat Tiffany, “ Tiffany?!”

“ Kau benar – benar Jessica, ‘kan?”

“ Iya. Aku Jung Sooyeon, Jessica.”

Tiffany memeluk Jessica hangat. Dan ia merasakan seseorang tengah memanggil Jessica, “ Who is she?” tanyanya. Jessica tersenyum dan menggendongnya, “ This is Tiffany, Angela. She is from South Korea. Do you know a band who name Twinstar? She is a vocalist of Twinstar, Angela.” Jelas Jessica.

“ Apakah ini putrimu, Jessica?” tanya Tiffany tersenyum melihat Angela yang kini tersenyum melihatnya. “ Oh, bukan. Dia adalah keponakanku. Ibu dan Ayahnya sibuk sekali bekerja sehingga mereka menitipkan Angela padaku.” Tukasnya.

“ Oh. Kukira dia putrimu. Lihat, dirimu masih cantik seperti dulu, Jessica.”

“ Woah, terimakasih. Bagaimana jika kita mengunjungi rumah temanku. Dia juga merupakan idola dan hari ini ia telah pulang. Ibunya menelepon ku tadi.”

“ Terserah kau saja, Jessica.”

***

“ Ini rumah temanku, Tiffany. Ibunya juga teman ibuku. Ayo kita masuk.” Kata Jessica.

“ Ok.”

“ Permisi, Ny. Wu!”

Wu? Nama itu seperti tidak asing ditelinganya. Namun, ia mengabaikannya. “ Oh, Jessica!” lalu muncul wanita paruh baya yang memeluk Jessica serta Angela.

“ Ny. Wu, perkenalkan. Dia temanku, namanya Tiffany. Dia juga seorang idola di Korea Selatan.” Ujar Jessica memperkenalkan Tiffany padanya. “ Idola? Kuharap, kau bisa bertemu dengan anakku yang juga seorang idola.” Ujar wanita itu.

“ Saya sangat tersanjung, Ny. Wu.”

Ny. Wu mengantar keduanya ketaman belakang dimana anaknya serta temannya tengah meminum teh bersama. “ Kau tahu, Tiff? Temanku ini sangat tampan. Kuharap kau mengenalinya.” Kata Jessica. Tiffany hanya tersenyum membalasnya.

“ Sister, I want to go to toilet. Can you help me?” tanya Angela. “ It’s ok.” Jawab Jessica.

“ Tiff, sepertinya kau harus pergi bersama Ny. Wu ketaman untuk menemui putranya. Semoga berhasil.”

Kini, Tiffany telah sampai ditaman. Pemandangan yang sangat menyejukkan. Ny. Wu meninggalkannya sebentar untuk mengambil persediaan teh. Lalu, sosok tubuh tinggi membuatnya terkejut. Apakah itu putra Ny.Wu?

“ Kris!” teriaknya.

Sang laki – laki itupun menoleh dan lebih terkejut. Tiffany mendekati Kris, “ Kenapa kau menjauh, Kris?” tanyanya.

“ Apa yang sedang kau lakukan disini, Tiff?!” ujarnya sedikit kesal.

“ Untuk menemuimu. Meminta keterangan pasti kenapa kau harus keluar dari Twinstar seperti ini.” Kata Tiffany menatap Kris.

“ Kau tidak perlu tahu, Tiff. Ini urusan pribadiku.” Balas Kris.

“ Kau mengecewakan bos, Twinstar, dan penggemar. Apakah kau tega?”

Kris terdiam. Berusaha menyiapkan susunan kata untuk Tiffany, “ Aku tidak ingin lagi bermusik, aku muak, Tiff!” kesalnya.

“ Aku tahu kau tidak muak, Kris. Kau sendiri yang bilang jika kau tidak bisa hidup tanpa musik. Ceritakan yang sejujurnya, Kris.” Mohon Tiffany.

“ Aku benci kau, Tiff. Kenapa kau mengikuti seperti ini? Kau tidak sopan!” amarah Kris mulai memuncak. “ Aku hanya ingin kau kembali, atau keluar dengan alasan yang jelas bukan seperti ini.” Kata Tiffany berusaha memohon.

Tiba – tiba, cairan kental berwarna merah itu keluar dengan sendirinya dari hidung Kris, “ Kris, kau kenapa?” cemas Tiffany. “ Menyingkirlah dariku, Tiff!” kesalnya berusaha pergi namun Tiffany menghalaunya, “ Katakan apa yang terjadi, Kris!”

Dan seseorang menarik tangan Tiffany kasar, dia Luhan. “ Apa – apaan kau ini?! Menyingkirlah darinya, dia perlu istirahat!” kesal laki – laki berwajah imut itu berusaha membawa Kris jauh dari Tiffany.

“ Sebaiknya kau pergi jika kau tidak ingin aku bertindak lebih kasar!” kata Luhan menatap tajam Tiffany.

***

Sooyoung dan Chanyeol kini berada diruang latihan. Entah mengapa, mereka merindukan kebersamaan sebagai Twinstar berempat member, bukan terpecah seperti ini, “ Bagaimana dengan keadaan Tiffany ya?” tanya Sooyoung.

“ Entahlah.” Ucap Chanyeol pasrah.

“ Aku merindukan Twinstar yang dulu, Yeollie.” Ujar Sooyoung membaringkan tubuhnya dilantai ruang latihan. Chanyeol ikut membaringkan tubuhnya, “ Iya. Aku juga. Aku ingat dimana kita debut disebuah panggung. Menyiapkan semua mental untuk berdiri disana. Dan Kris lah yang pertama kali menyemangati kita dibalik dinginnya kepribadian yang dimilikinya.” Lanjut Chanyeol.

“ Lagu favorit Kris. Kau ingat, Yeollie?” tanya Sooyoung menghadap Chanyeol.

“ My Baby Illa illa illa, baby illa illa illa, baby illa illa illa..” Chanyeol menyanyikan satu baris lagu milik Juniel, lalu Sooyoung melanjutkan, “ Never forget love..”

Keduanya menyanyikan bagian reff. Entah mengapa, Sooyoung menangis menyanyikan lagu itu, membuat Chanyeol menghapus air matanya, “ Kau sendiri yang bilang jika Kris akan kembali, ‘kan, Soo?”

..Aku merindukan ketika kita berdiri diatas panggung dengan empat member dan semuanya terasa sempurna..

***

Jessica sudah tau tentang Twinstar, Kris dengan Tiffany, dan masalah mereka. Berbeda dengan Tiffany yang kini berjalan berputar – putar didepan rumah Ibu Kris. Menunggu Kris untuk datang dan menemuinya. Dan dijendela itu, Kris selalu memata – matai Tiffany, “ Baru kali ini aku setega begini pada seorang gadis.” Ujarnya.

Sebenarnya, Ny. Wu sudah bertanya kenapa Tiffany berada diluar dan tidak pulang. Luhan hanya bilang jika Tiffany adalah gadis gila yang selalu mengikutinya. Dia seperti sasaeng fans.

Malam selanjutnya dan seterusnya, Tiffany terus menunggu Kris. Lalu, Kris melihat Tiffany menulis sesuatu dikertas memo dan menempelkannya didepan pintu. Setelah Tiffany menjauh dengan wajah kecewa, Kris keluar mengambil kertas itu.

To: Kris

Kris, kau memang tidak ingin keluar?
Kumohon, jangan buat aku tersiksa begini. Aku lelah.
Apakah aku harus menyerah? Apakah kau masih sanggup berbohong?
Besok, aku akan kembali ke Korea Selatan. Dan aku tidak lagi mengganggmu..

Kris membaca surat itu. Entah kenapa, hatinya terasa terjatuh dan tidak kuat membacanya. Dia berbohong pada Tiffany, namun tidak akan bisa selamanya. Dia juga merindukan Twinstar beserta penggemarnya, namun sebentar lagi ia akan pergi dan meninggalkan luka mendalam bagi Twinstar, bahkan untuk hiburan di Korea Selatan.

Dan Kris, selalu merasa bersalah dengan apa yang diperbuatnya…

***

One Week Later..

Malam ini, Luhan memutuskan untuk duduk sebentar di café untuk menyeruput secangkir kopi dibalik dinginnya malam. Disaat ia menutup pintu, ia merasakan kehadiran seseorang yang membuatnya risih. Luhan was – was sambil terus berjalan dengan hati yang sangat kacau. Bagaimana jika ia akan diculik? Hei! Apa yang kau pikirkan, Lu!

Kemudian, ia berjalan mulai tenang ketika tidak lagi merasakan seseorang yang menyakitinya. Tiba – tiba, sebuah tangan menggenggam tangannya membuat Luhan menoleh, “ Tiffany?! Bukankah kau sudah kembali?”

“ Jangan coba untuk berbohong lagi, Luhan. Katakan apa sebenarnya yang terjadi.”

“ Apa maksudmu?”

“ Atau?”

“ Atau apa?”

“ Kau akan kulaporkan jika kau yang menculik Kris dan mengatakan kau adalah seorang gay yang sangat menyukai Kris.”

***

Luhan kini mengacak rambutnya gusar ketika bertemu dengan gadis gila yang super ingin tahu tentang Kris. Ia tidak mungkin memberitahu tentang Kris, namun ancaman Tiffany membuatnya cukup takut, “ Apa yang ingin kau tanyakan, Tiffany?” tanya Luhan menatap Tiffany kesal.

“ Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi dengan Kris. Tidak pada yang lain.” Ujar Tiffany.

“ Sebenarnya, aku sangat malas memberitahumu. Ini sangat rahasia. Hanya aku, Ny. Wu, dan Kris yang mengetahuinya.” Kata Luhan.

“ Cepat saja katakan, kau tidak ingat ancaman itu? Bisa – bisa, dalam sebulan kau dikejar para reporter dan mereka menanyakan keadaan Kris.” Kata Tiffany mulai tak sabaran.
“ Baiklah. Kris mengalami sakit. Dan aku menyuruhnya untuk berhenti–“ ucapan Luhan terpotong ketika Tiffany membuka mulut, “ Tega sekali kau menyuruhnya berhenti, Luhan. Kau bukan manager ataupun agensinya.” Kata Tiffany.

Luhan kesal dan mulai menghela nafas, “ Aku menyuruhnya berhenti karena menurutku ia selamanya tak akan bisa bertahan diatas panggung. Dia–“ ucapan Luhan kembali terpotong karena Tiffany, “ Cepat saja katakan, ia sakit apa?”

Kini, Luhan benar – benar kesal, “ Lain kali dengarkan aku dulu, baru komentar!” ucap Luhan membuang wajahnya. “ Oh, maafkan aku, Luhan. Silahkan dilanjutkan.”

“ Dokter mendiagnosanya jika Kris mengalami kanker otak yang membuatnya harus istirahat dan rutin melakukan kemoterapi. Perlahan – lahan, kau juga akan melihat Kris tanpa rambut lagi.” Ujar Luhan.

“ Kanker otak?” tanya Tiffany tidak percaya. Dan ia mulai menitikkan air matanya.

“ Benar. Dan sekarang kau puas? Dan aku harap kau jangan mengganggu Kris lagi.” Kata Luhan mulai berdiri dan beranjak pergi. “ Kita tidak akan tenang jika kita menyembunyikan penyakit ini dari dunia hiburan!” pekik Tiffany membuat Luhan tidak jadi melangkah.

“ Jadi, kau mau Kris tidak lagi bernyawa disaat ia tampil di acara musik?” tanya Luhan.

“ Apa yang kau katakan, Luhan?!” kesal Tiffany dengan air mata dipipinya. “ Setidaknya, ia bisa mengundurkan diri dengan baik – baik, tidak menghilang seperti ini.” Lanjutnya.

“ Kris tidak ingin membuat penggemar kecewa atas pengunduran dirinya. Apalagi jika ia memberitahu kalau ia mengalami sakit serius begini.” Kata Luhan.

“ Lama – kelamaan semua orang akan tahu jika ia akan sakit. Dan para penggemar akan sangat menangis.” Ujar Tiffany. “ Tidak hanya penggemar, bahkan kau juga.” Ujar Luhan membuat Tiffany tertegun, “ Berarti, kau sudah tahu jika aku menyukainya.”

“ Semua terlihat dari matamu, Tiffany. Kau gadis yang tidak bisa berbohong. Dan aku harus pergi. Kumohon, jangan ganggu Kris. Dia butuh istirahat sampai ia tidak kuat lagi.”

Lalu, Luhan meninggalkan Tiffany yang masih menangis dimeja itu dan masih mencerna perkataan Luhan, “ Dia butuh istirahat sampai ia tidak kuat lagi..”

“ Tidak! Kris lelaki hebat, dia pasti kuat!”

*To Be Continued*

Iklan

2 thoughts on “Can I Do? – 03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s