[1] Angel’s Smile

angels-smile

Title : Angel’s Smile | Nama Author : Qarenzapark |
Main Cast : Park Chanyeol, Park Eunhye | Genre : Family,
find by yourself | Length : Multichapter
| Rating : PG-12

Poster : Pinkeucho @ HSG

*Qarenzapark © July 2014*

***

Eunhye kini duduk sambil merengut kesal dimeja makan. Gadis berusia 14 tahun dengan pakaian seragam khas siswa sekolah menengah pertama tersebut sedikit kesal dengan kakak laki – lakinya yang kini tengah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua. Cukup sedih mendengar keduanya hanya tinggal berdua, dan sang kakak harus bekerja untuk membahagiakan adik perempuannya, “ Oppa! Kenapa kau melarangku ini itu? Aku ingin berolahraga bersama Hyeri dan Yura sepulang sekolah nanti dilapangan kota.” Kesal Eunhye sambil menggigit roti tawar yang telah diolesi selai coklat.

“ Kau harus memperhatikan kesehatanmu, Eunhye. Kalau olahraga atletik saja tidak apa. Jika berlari bagaimana? Kau bisa jatuh pingsan nantinya.” Ujar Chanyeol sambil mengolesi roti tawarnya dengan selai coklat.

“ Kenapa penyakit ini harus ada padaku, Oppa? Kenapa tidak yang lain? Lagipula, apakah tidak ada donor jantung yang cocok untukku?” tanya Eunhye membuat Chanyeol sedikit tertegun. “ Aku masih mengumpulkan uang untuk transplantasi jantung itu, Eunhye. Bersabarlah.”

“ Baik, Oppa.Tapi, oppa janji ‘kan untuk memberiku jantung yang baru?” tanya Eunhye.

“ Ya, aku berjanji.”

***

“ Maafkan aku ya, Hyeri, Yura. Aku tidak bisa ikut kalian untuk berolahraga sepulang sekolah nanti. Kalian tahu kan kalau jantungku tidak terlalu bisa untuk berolahraga.” Kata Eunhye menundukkan kepalanya.

Hyeri tersenyum, “ Tak apa, Eunhye. Aku dan Yura mengerti, kok. Chanyeol Oppa benar, kau harus memperhatikan kegiatanmu sehingga tidak mengganggu kerja jantungmu yang berlebihan.”

Lalu, Yura melanjutkan, “ Lagipula, makan ice – cream lebih enak. Ayo kita beli ice – cream, aku yang traktir!”

***

Chanyeol adalah seorang pekerja disebuah café di Gangnam. Dia sangat bersyukur karena bisa bekerja dengan gaji yang cukup besar. Café yang berada di Gangnam ini memang sangat ramai pengunjung, membuat Chanyeol juga merasa puas bekerja disini.

Dia memiliki teman dekat seperti Hyunseung dan Jiyoung. Ketiganya juga merupakan pekerja terbaik di café tersebut. “ Chanyeol, kudengar adikmu ada kelainan jantung, ‘ya?” tanya Jiyoung.

“ Hm, benar. Aku mengumpulkan uang untuk biaya transplantasi jantungnya, walaupun terdengar tidak mungkin.” Ujar Chanyeol seraya mengelap meja kosong.

“ Aku dan Jiyoung bisa membantumu, Chanyeol. Kami memiliki sedikit uang tabungan. Kuharap, bisa membantu sedikit.” Tawar Hyunseung.

Chanyeol tersenyum, “ Tidak perlu, Hyunseung, Jiyoung. Aku tidak ingin merepotkan kalian. Lagipula, Eunhye mau bersabar untuk menunggu transplantasi jantungnya. Bahkan, ia juga menabung uang sakunya untuk membantuku mengumpulkan uang.” Terang Chanyeol.

“ Kau pasti bangga punya adik seperti dia, Chanyeol.” Ucap Hyunseung. “ Tentu saja. Dia sangat pintar. Maka dari itu, ia bisa bersekolah di Korean Junior High School.” Bangga Chanyeol ketika menceritakan Eunhye.

“ Lain kali, ajaklah Eunhye kesini. Aku sangat ingin berkenalan dengannya. Dia pasti sangat cantik.” Ujar Jiyoung.

“ Aku pasti akan membawanya kesini.”

***

“ Terimakasih atas tumpangannya, Ny. Kim.” Ucap Eunhye menunduk hormat pada seorang wanita didalam mobil, dia adalah Ibu Yura. “ Sama – sama, Eunhye. Jangan sungkan – sungkan untuk pulang bersama Yura.” Ucap ibu Yura seraya tersenyum.

“ Baik, Ny. Kim. Sekali lagi, terimakasih.”

Lalu, mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang. Eunhye melangkahkan kakinya menuju pintu rumah dan masuk kedalamnya. Melewati ruang tamu, dan disana ia menemukan sebuah pigura besar dengan gambar keluarga bahagia didalamnya. Ayah, Ibu, Eunhye, dan Chanyeol yang tersenyum bahagia disana. Namun, senyum itu hanya bisa dilihat Eunhye lewat foto keluarga ini. Airmata itu mulai jatuh, dan Eunhye menghapus airmatanya. “ Aku harus tetap melanjutkan hidupku. Aku tidak boleh menyerah. Park Eunhye gadis kuat! Ibu, Ayah, tetaplah tersenyum diatas sana.”

***

Jarum jam telah menunjukkan pukul sembilan malam. Kini, Café akan ditutup. Dan hari ini, tepat dimana Chanyeol yang menjadi piket. Ialah yang bertugas untuk menutup toko hari ini. “ Chanyeol, aku dan Jiyoung pulang dulu ,ya.” Ujar Hyunseung meraih tas-nya.

“ Iya. Hati – hati.”

Keduanya melambaikan tangan pada Chanyeol. Chanyeol kini telah mengunci pintu café yang terbuat dari kaca. Dia mulai berjalan menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dari tempat kerjanya tersebut.

Seoul mulai sepi. Jalan – jalan hanya dipenuhi kendaraan roda empat dan berbagai kendaraan lain. Toko – toko mulai tutup. Kecuali toko makanan kecil disana. Ia memutuskan untuk membeli kue beras untuk ia dan Eunhye dirumah. Eunhye pasti kelaparan sekarang.

***

Belum pulang juga. Itulah yang dipikirkan Eunhye ketika melihat jam yang bertengger didinding. Kemana Chanyeol? Tidak biasanya ia pulang selama ini.

Tok..tok..

Akhirnya, orang yang ditunggu datang. Eunhye membukakan pintu dan muncullah sosok tinggi dengan senyuman khasnya, “ Kenapa pulang terlambat, Oppa?”

“ Aku lupa kalau hari ini aku yang piket. Setelah pulang, aku membeli kue beras karena aku tahu kau pasti lapar.” Ucap Chanyeol.

“ Dan benar saja, aku kelaparan saat ini. Ayo kita makan!”

***

Yura, Hyeri, dan Eunhye kini tengah berkumpul dikantin sekolah. Mereka makan siang. Hanya saja, Eunhye memilih untuk membawa bekal dari rumah, “ Eunhye, kenapa kau membawa bekal dari rumah?” tanya Yura.

Eunhye tersenyum, “ Aku tidak ingin menggunakan uang sakuku. Aku lebih memilih untuk menabungnya.”

“ Untuk apa?” tanya Hyeri.

“ Untuk membeli jantung baru. Chanyeol Oppa juga tengah mengumpulkan uang untuk biaya transplantasi jantungku.” Ucap Eunhye meminum airnya.

“ Apakah itu butuh biaya banyak? Aku dan Yura bisa membantu. Ibuku dan Ibu Yura pasti senang sekali membantumu. Belum lagi, kau gadis pintar dan baik.” Tawar Hyeri.

Eunhye sedikit tersedak ketika meminum airnya, ” Tidak perlu repot – repot, Hyeri, Yura. Chanyeol Oppa bilang kita harus berusaha sendiri.” Ujarnya.

Ketiganya tertawa riang, “ O iya, aku dengar ada pameran boneka Teddy Bear di Gangnam. Kalian ikut tidak? Kita akan membeli boneka Teddy Bear yang pastinya imut – imut.” Ajak Hyeri.

Eunhye yang merupakan pecinta boneka membulatkan matanya, “ Benarkah? Aku ingin sekali ikut!” girangnya. “ Benar, Hyeri. Aku juga. Bagaimana selepas pulang sekolah kita kesana?” tanya Yura.

“ Ide yang bagus! Kau setuju ‘kan, Eunhye?” tanya Hyeri.

“ Tentu saja!”

Lalu, mereka kembali tertawa. Kecuali Eunhye yang kini tengah berpikir, “ Bagaimana jika Chanyeol Oppa tidak mengijinkanku? Dan uang tabungan transplantasi jantung akan kugunakan sedikit untuk membeli boneka Teddy? Aku harus pergi diam – diam.” Batinnya.

***

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Yura, Hyeri, dan Eunhye memulai perjalanan mereka menuju pameran Teddy Bear yang kebetulan tidak jauh dari sekolah mereka. “ Aku ingin Teddy Bear berwarna coklat!” pekik Hyeri. “ Aku ingin warna abu – abu!”

“ Aku ingin warna biru!” unjuk Eunhye.

Akhirnya, mereka sampai ditempat tujuan. Banyak sekali boneka disini! Berbagai macam warna! Ada yang besar dan kecil. Bahkan ada yang setinggi ketiganya. “ Wah, ini lucu sekali, Eunhye!” pekik Yura ketika melihat sebuah boneka teddy berwarna coklat dengan pita yang tertancap dikepalanya. “ Benar. Kau akan mengambil ini, Yura?” tanya Hyeri. “ Sepertinya iya. Ayo, pilih punya kalian!” ujar Yura memeluk teddy bear tersebut.

Hyeri dan Eunhye mengangguk mantap dan mulai berpencar mencari boneka favorit mereka. Namun, Eunhye malah menonton sebuah televisi terlebih dahulu ditoko elektronik.

“ Para agen penjual organ tubuh kini tengah marak – maraknya di Korea Selatan. Menurut laporan, telah tercatat sekitar 50 keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Kini, penyelidikan masih dilakukan phak kepolisian dari seluruh Korea Selatan. Saya Jung Eunhwa, melaporkan.”

“ Semoga saja bukan Chanyeol oppa. Tuhan, tolong selamatkan Chanyeol oppa. Aku menyayanginya.” Karen berusaha memohon semoga tidak ada yang terjadi pada kakak laki – lakinya tersebut.

Bahkan, Eunhye tidak sadar jika ia berpencar dari Yura dan Hyeri. Eunhye sedikit jauh dari kedua temannya tersebut, “ Dimana mereka?” tanyanya seraya berjalan mencari kedua sahabatnya tersebut.

Tiba – tiba, dari belakang Eunhye seseorang membekap mulutnya dengan saputangan paksa, “ Hmhhpft, lepaskan aku!” berontak Eunhye. Namun, aroma dalam saputangan tersebut sangat tajam sehingga membuatnya pingsan. Dan sekarang, ia dibawa sekelompok orang tersebut entah kemana.

***

PRANG!!

Gelas itu terjatuh tidak sengaja karena Chanyeol. Dia mengutip serpihan kaca, namun membuat tangannya terluka, “ Chanyeol, apakah kau baik – baik saja?” tanya Jiyoung.

Chanyeol memikirkan ada yang ganjal, batinnya mengarah pada sesuatu, “ Eunhye!”

“ Chanyeol, apa yang terjadi?” Jiyoung bertanya sekali lagi. Chanyeol mulai panik dan segera mengambil jaketnya dan menghampiri Jiyoung, “ Jiyoung, bilang pada bos jika aku ada urusan mendadak. Sampai jumpa!”

.

.

“ Hyeri, dimana Eunhye? Kita sudah membeli boneka, hanya dia saja yang belum.membayarnya.” ujar Yura.

“ Lebih baik, kita mencarinya, Yura. Ayo!”

Setelah duapuluh lima menit mencarinya, Hyeri dan Yura belum menemukan Eunhye, “ Yura, bagaimana ini? Dimana Eunhye?” tanya Hyeri gelisah. “ Eunhye! Park Eunhye!” pekik keduanya mencari Eunhye.

Lalu, keduanya menemukan boneka teddy bear berwarna biru, “ Hyeri, apakah ini..” Yura menggantungkan kalimatnya,

“ Diculik?!”

***

Chanyeol kini sudah sampai disekolah Eunhye. Ia menanyakan setiap murid, namun mereka tidak mengetahuinya. Hanya satu orang yang belum ditanyanya, Sehyun, “ Permisi. Apakah kau tahu Eunhye kemana?” tanya Chanyeol.

“ Tadi sepulang sekolah, ia pergi bersama Yura dan Hyeri ke Pameran Teddy Bear di Gangnam, Oppa.” Ujar Sehyun.

“ Gangnam?”

.

.

Chanyeol berlari menuju Gangnam. Ia tahu kakinya sudah lelah, namun ia harus terus berlari. Demi Eunhye!

Lalu, ia melihat dua orang yang amat tidak asing. Mereka adalah teman Eunhye. Chanyeol menghampiri keduanya, “ Yura, Hyeri!” pekik Chanyeol.

“ Oppa! Maafkan kami.” Keduanya kini menangis.

“ Dimana Eunhye? Dimana dia?” tanya Chanyeol.

“ Dia meninggalkan boneka yang akan dibelinya, Oppa. Kami tidak tahu dia dimana. Sudah hampir sejam kami mencari Eunhye.” Keduanya masih menangis merasa bersalah.

Chanyeol memutar bola matanya. Mencari suatu kode yang dimana dapat memberitahu keadaan Eunhye. Lalu, pandangannya beralih pada salah satu televisi yang disediakan oleh toko makanan.

“ Berhati – hatilah terhadap para agen penjual organ tubuh. Ketahui mereka dengan kode XXX306. Jaga orang – orang disekitar anda.”

“ Park Eunhye!”

*To Be Continued*

Iklan

One thought on “[1] Angel’s Smile

  1. Blue Bird berkata:

    Keren nih ceritanya, aku terharu liat kedekatan Chanyeol dan Eunhye, mereka kakak adik yang sangat manis..
    Eunhye diculik sama siapa tuh, semoga dia baik2 aja..
    Ceritanya bagus dan seru alurnya pas, aku suka, ditunggu next chapnya yaa..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s