Safe Our Stranger! – 01

wpid-req-poster113-jpg

Title
Safe Our Stranger!

Main Cast :
Han Hyekyung ( OC )
Oh Sehun
Xi Luhan

Additional Cast
Nam Gyujin ( OC )
Han Karen ( OC )
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo

Genre
Romance
Fantasy
Sad

Length : Multichapter | Rating : PG13 |
Poster :

*Qarenzapark © July 2014*

***

Pemakaman laki – laki itu kini diselimuti awan tebal serta cuaca mendung. Airmata kini telah banyak berguguran. Terutama gadis yang kini meraung – raung tak kuasa melihat kekasihnya akan dimakamkan, “ Luhan, Luhan! Kau bisa dengar aku?!” pekiknya berharap Luhan dapat mendengar teriakannya. Tetap saja nihil, Luhan sudah meninggal akibat kecelakaan yang mengenaskan. Ia menabrak jembatan kemudian meninggal dirumah sakit.

“ Hyekyung, sudah. Luhan sudah tenang dialam sana. Biarkan ia pergi, Hyekyung.” Ujar Ibu Luhan dengan airmata yang membanjiri pipinya.

Hyekyung dan Luhan adalah sepasang kekasih yang sudah tiga tahun bersama. Dan sekarang, kenangan hanya tinggal kenangan. Hyekyung tidak bisa lagi melihat wajah imut khas Luhan. Ia terus menangis. Sampai semuanya merasa gelap.

***

Gadis itu lebih memilih untuk menyendiri dikamar. Tidak makan, tidak keluar, bahkan tidak istirahat. Ia belum bisa melihat kepergian Luhan yang ia sangat cintai. Ia berdiam diri dengan.” pipi basah dan terus memeluk foto Luhan serta menggenggam kalung pemberian Luhan yang berada dilehernya. “ Luhan..Luhan? Kau dimana, sayang? Aku rindu.” Ujarnya dengan airmata yang terus mengalir.

Tubuhnya terjatuh, ia menyadari jika dirinya sangat kelelahan. Lalu, matanya mulai tertutup sampai ia terlelap dengan genggamannya pada kalung tersebut.

*Safe Our Stranger*

Perempuan dengan sayap hitam tersebut menghampiri sosok penting dalam negeri ini. Ia melihat sosok tersebut tengah menatap keluar jendela, “ Sampai kapan kau tidak mau menjadi Raja, Sehun? Kau sudah terlalu lama dengan waktu yang kami berikan untuk memutuskannya.” Ujar perempuan itu melipat tangan didada.

Sehun menghela nafas, “ Aku belum siap untuk bertanggung jawab dinegeri ini, Sister Gyujin. Tolong mengerti aku. Ini juga salah Ayah kenapa ia menunjukku sebagai penerusnya.” Kesal Sehun.

Gyujin kini berjalan menuju tempat Sehun dan memegang bahunya, “ Ayah memilihmu karena kau yang terbaik diantara Brother lainnya. Mereka masih butuh belajar untuk menjadi pemimpin negeri ini. Contohnya, kau.”

Kini, Sehun menunduk tanpa berniat melihat kakak perempuannya, “ Namun, aku masih belum siap, Sister Gyujin. Tolong beri aku waktu, dan lebih lama.”
***

Gadis itu terbangun. Ia melihat sekelilingnya. Gelap, cahaya redup, serta langit yang dipenuhi burung gagak yang mengerikan, “ Dimana aku?” tanyanya.

Ia mulai berjalan. Rasa takut dan penasaran bercampur aduk. “ Aku bermimpi, ‘kan?” gumamnya. Ia berusaha membuat dirinya terbangun dari tidurnya. Namun gagal. Ia mulai panic. Mencari seseorang yang dapat membantunya untuk kembali didunia nyata. “ Kenapa seperti ini? Kenapa?!”

Ia mulai takut. Menjatuhkan tubuhnya diranting – ranting pohon yang sudah kering bahkan hancur. Kemudian, sosok bersayap hitam menghampirinya. Membuat gadis itu was – was dan berusaha mundur, “ Hei, kau!”

Ia mulai ketakutan ketika sosok itu mulai mendekati serta memanggil namanya, “ Kumohon, jangan sakiti aku..” gumamnya dengan bibir bergetar.

Sosok itu mendekat dan duduk dihadapannya membuat gadis itu tidak bisa bergerak, “ Jangan takut. Aku bukan orang jahat. Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya membuat gadis itu sedikit lega.

“ Entahlah. Bahkan, aku tidak tahu aku dimana sekarang. Aku tertidur didunia nyata dan aku bangun tengah berada dikota seram ini. Kumohon, Bantu aku untuk pergi dari kota ini. Aku takut.” Ujar gadis itu mengenggam sosok bersayap dihadapannya.

“ Maaf, aku tidak tahu caranya. Lagipula, kau manusia. Sedangkan aku siluman kupu – kupu. Lebih baik, kau tidak disini. Ini hutan terlarang. Ayo ikut aku.” Ujar Gyujin.

“ Kita terbang?” tanya Hyekyung takut.

“ Bagaimana lagi? Tentu saja kita terbang. Pegang aku erat – erat kalau kau ingin selamat.” Kata Gyujin meyakinkan Hyekyung. Hyekyung menelan salivanya dan mulai menggenggam erat tangan Gyujin sambil menutup mata.

“ Aku benci terbang! Tolong hati – hati, Gyujin!!”

Hyekyung tidak merasakan ada sesuatu yang tinggal dihutan tersebut. Entah apa
***

Keempatnya kini tengah berkumpul dimeja makan. Baekhyun dan Kyungsoo tengah bermain melempar – lempar apel. Chanyeol yang bosan sambil memukul cangkir dengan sendok teh, dan Sehun kini tengah berpikir tentang jabatan yang belum bisa ditanggunginya.

“ Kyungsoso, tangkap dengan benar!” pekik Baekhyun. Namun, Kyungsoo gagal menggapai buah tersebut sehingga mengenai kepala Chanyeol, “ Akh!”

Kyungsoo dan Baekhyun tidak bisa berkata – kata lagi. Mereka tahu betul jika Chanyeol sangat tidak suka diganggu, “ Chanyeol..maafkan a–“

“ Bisakah kalian berhenti untuk bercanda?! Kali ini, memang aku yang kena. Bagaimana jika mengenai yang lain? Kalian boleh bermain, namun tidak sampai menyakiti orang!” kesal Chanyeol. Sehun hanya menonton.

Baekhyun dan Kyungsoo hanya dapat menundukkan kepala mereka merasa bersalah. Sedangkan Chanyeol memutuskan untuk meninggalkan meja makan karena kesal. Sehun melirik kedua Brother nya itu, “ Brother Baekhyun lebih tua dari pada Brother Chanyeol, dan Brother Kyungsoo berada setahun dibawahnya. Tolong hargai dia. Kalian tahu sendiri ‘bukan, jika ia adalah orang yang sensitif.” Ujar Sehun.

“ Lain kali, aku tidak akan mengulanginya.” Ucap keduanya.

Lalu, pintu besar tersebut terbuka. Memperlihatkan seorang yang dikenali Sehun, dan seorang lagi orang yang tidak pernah dilihatnya. “ Sister Gyujin? Darimana saja?”

“ Sehun, aku menemukan gadis ini dihutan terlarang. Dia terlihat bingung.” Ujar Gyujin seraya menggenggam tangan Hyekyung. Sehun yang dingin hanya menjawab, “ Untuk apa kau membawanya kesini? Biarkan saja ia mati karena pasukan roh Kenari disana.”

Hyekyung tidak mengerti dengan kalimat terakhir laki – laki yang berada sepuluh meter dihadapannya, namun ia berusaha menjawab, “ Teganya kau membiarkan seorang gadis mati dihutan terlarang. Dimana hati nuranimu?” cerocosnya tanpa pikir panjang.

Gyujin menyikutnya, “ Aku lupa memberitahumu jika ia adalah calon raja di Dark Butterfly ini.” Bisiknya.

Hyekyung melirik tajam calon raja itu, “ Aku tidak peduli dia calon raja atau apapun. Raja adalah sosok bijaksana dan punya hati nurani. Tidak seperti sosok dihadapanku ini.”

Baekhyun dan Kyungsoo yang sedari tadi diam, kini mengeluarkan suaranya, “ Hei, kau gadis tengik. Bagaimanapun ia juga penerus kerajaan siluman kupu – kupu ini. Kau tidak bisa seenaknya merendahkan dirinya. Lagipula, kau manusia. Yang dapat menghancurkan kami kapanpun!” amarah Baekhyun memuncak.

Lalu, Kyunsoo ikut, “ Kau seorang gadis. Mohon jaga sikapmu. Ini wilayah kami. Kaulah yang seharusnya bersikap lebih sopan. Dimana kau berpijak, disitulah kau harus menjunjung aturan di Dark Butterfly. Kau mengerti?”
Hyekyung kesal, namun Gyujin mengangguk menandakan jika ia harus mengikuti semua peraturan disini, Hyekyung mulai menunduk, “ Maafkan atas ketidaksopanan saya, Yang Mulia. Saya tidak akan mengulanginya lagi.”

Sehun hanya diam, sedangkan Kyungsoo, Baekhyun, dan Gyujin kini tersenyum.

“ Para peri!”

Sehun memanggil para peri – peri. Lalu, puluhan peri dengan sayap – sayap cantik datang pada Sehun, “ Ada apa, Yang Mulia?” ujar salah satu peri yang amat dikenali Sehun, Fairy Ami.

“ Dimana Fairy Karen? Aku tidak melihatnya.” Ujar Sehun berusaha mencari sosok ketua para peri tersebut.

“ Fairy Karen sedang mengerjakan tugas lain. Fairy Karen mengutus kami untuk melayani Yang Mulia.” tukas Fairy Ami.

“ Baiklah. Para peri, tolong berikan gadis itu sebuah kamar. Terserah kalian ingin meletaknya dimana. Aku menyerahkannya pada kalian. Buat dia nyaman berada disini.”
Bijak Sehun. Para peri menoleh pada gadis itu, “ Wah! Dia cantik sekali.” Puji salah seorang peri. “ Benar. Aku menyukai matanya!” puji lainnya.

Mereka menghampiri Hyekyung dengan senyuman mereka, “ Gadis cantik, ikuti jalan kami.” Ujar Fairy Ami tersenyum. “ Baiklah.”

Para peri menuntun Hyekyung menuju kamar barunya. Hyekyung sedikit melirik pada Sehun yang kini meliriknya juga. Dia terdengar berbisik, “ Terimakasih, Yang Mulia.”. Walaupun suara itu hampir tidak terdengar pada orang normal, namun Sehun dapat mendengarnya karena ia memiliki kelebihan dalam pendengarannya yang tidak dimiliki oleh saudara – saudaranya yang lain.

.

.

Kini, Chanyeol tengah termenung dengan tangan menopang dagu dibalkon. Ia melihat negeri ini. Gelap, tidak ada keindahan yang terpancar. Ia terus berpikir kapan negeri ini kembali indah seperti dulu. Negeri dimana para peri bernyanyi, taman bunga yang bermekaran disana sini, serta para penduduk yang terus tersenyum.

“ Ayah, coba saja aku yang menjadi penerusmu. Mungkin, aku akan bisa mengembalikan Dark Butterfly seperti dulu.”

Chanyeol mulai tidak menyukai Sehun sejak Ayahnya memilih Sehun sebagai generasi penerus Dark Butterfly, walaupun Sehun berusaha menolaknya karena ia merasa belum pantas. Ia merasa jika Ayahnya tidak bijak dalam pemilihan penerus beliau untuk masa depan negeri ini.

“ Kenapa dia? Kenapa harus Sehun?!” kesalnya memukul balkon tersebut. Ia tidak peduli seberapa sakit yang ia rasakan.

BUG!

Chanyeol mendengar seseorang yang jatuh diluar kamarnya. Ia mulai keluar dan menemukan sosok yang dikenalinya. Peri yang merupakan ketua dari peri lainnya, “ Fairy Karen, apa yang terjadi padamu?” tanya Chanyeol.

“ Tidak, Tuan Chanyeol. Sayapku basah karena aku terjatuh ke sungai saat mengambil sepatuku. Jadi, aku tidak bisa terbang dengan seimbang. Aku harus ke Fairy Home untuk mengeringkannya.” Ujarnya.

“ Biar kubantu.” Ujar Chanyeol mengulurkan tangannya. Fairy Karen mulai merasa tidak enak. Ia dibantu oleh seorang Tuan dikerajaannya. Bukan sebaliknya, “ Ayolah, tak apa. Apa salahnya seorang Tuan membantu seorang peri?” kata Chanyeol sambil tersenyum.

Fairy Karen meraih uluran tersebut dan akhirnya ia bisa berdiri. Ia tersenyum dan berkata, “ Terimakasih, Tuan.” Ujarnya. Chanyeol membalasnya dengan tersenyum. Pandangan peri tersebut tertuju pada tangan Chanyeol yang merah, “ Tuan, ini ke–“

“ Oh, tidak apa. Hanya memar kecil.” Kata Chanyeol berusaha baik – baik saja sambil menyemmbunyikan tangannya.

“ Tidak. Saya tahu ini bekas pukulan. Tuan memukul apa? Biar saya obati.” Ucap Fairy Karen.

“ Tidak perlu repot – repot Fairy Karen. Aku baik – baik saja.”

“ Benarkah?”

“ Benar.”

“ Baiklah. Kalau begitu, saya permisi, Tuan. Sampai jumpa.”

Chanyeol melihat peri itu mulai terbang, walaupun terbangnya tidak stabil akibat sayapnya yang basah. Chanyeol merasa sedikit tenang karena disekelilingnya, ia memiliki sosok peri yang sangat cantik dan senantiasa membantunya.
***

“ Para peri, kurasa kamar ini terlalu bagus.” Ujar Hyekyung melihat kamar disekitarnya.

“ Memang ini yang para peri inginkan untuk gadis secantik dirimu.” Ujar Fairy Ami.

Hyekyung hanya dapat tersenyum, “ Terimakasih atas pujiannya. Sebagai balas terimakasihnya, aku akan menceritakan dongeng untuk kalian. Apakah kalian mau?” tanya Hyekyung.

“ Dongeng? Apa itu, gadis cantik?” tanya salah seorang peri.

Hyekyung mengajak para peri untuk duduk diranjangnya yang empuk, “ Dongeng adalah cerita khayalan seorang peri dan putri – putri dinegeriku. Kuharap, kalian akan menyukainya.” Ujar Hyekyung.

“ Tentu saja. Aku sangat ingin mendengarnya!”

Hyekyung mulai bercerita, sedangkan para peri mendengarkannya secara seksama. Mereka terlihat serius dengan fiksi menarik dari Hyekyung.
***

Gyujin serta ketiga adik laki – lakinya kini kembali berkumpul diruangan khusus kerajaan. Memperbincangkan tentang gadis itu. “ Sister Gyujin, untuk apa kau membawanya kemari?” tanya Baekhyun.

“ Aku tidak tega meninggalkan seorang gadis sepertiku dibawa oleh para pasukan roh Kenari. Dia manusia, dan dia diincar oleh mereka.” Ujar Gyujin.

“ Tapi, ini bisa menjadi masalah dikerajaan kita, Sister Gyujin.” Kyungsoo memberikan pendapatnya.

“ Benar. Roh Kenari bisa saja membuat negeri kita lebih hancur dari sekarang karena gadis itu.” ungkap Baekhyun.

“ Bagaimana dengan pendapatmu, Sehun?” tanya Gyujin.

Sehun menghela nafasnya, “ Manusia memang incaran besar untuk roh Kenari. Mereka membutuhkan hatinya untuk kekuatan mereka. Namun, ini juga rencana bagus untuk negeri kita.” Ungkap Sehun membuat semua mata para saudaranya menatapnya, “ Maksudmu?”

“ Jika mereka tahu akan kehadiran gadis itu, mereka akan datang dan kita dapat melawan mereka walaupun terdengar tidak mungkin. Aku putuskan kita berperang bukan dengan prajurit. Namun, antara pemimpin dengan pemimpin.” Ujar Sehun.

“ Tapi, itu terlalu berbahaya, Sehun. Kau bisa saja terluka.” Kata Baekhyun.

“ Aku tidak takut untuk terluka demi negeri kita, walaupun aku bukan rajanya untuk saat ini. Maafkan aku semua. Aku belum bisa menjadi seorang pemimpin sepenuhnya.” Ujar Sehun.

“ Tak apa. Kami akan menunggu. Sampai kau siap untuk memimpin Dark Butterfly menuju kemenangan.” Ujar Sister Gyujin tersenyum.

“ Namun, untuk saat ini kita harus melindungi gadis itu agar roh Kenari tidak mengetahui keberadaannya. Jangan ada satupun benda miliknya tertinggal disuatu tempat yang mudah dijangkau mereka.” Kata Sehun.

*To Be Continued*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s