Mr. Stranger – Chap. 01

request-pc1

Title : Mr. Stranger | Author : Qarenzapark
| Main Cast : Oh Sehun, Choi Sooyoung |
Genre : Romance, Fantasy, Supranatural
| Length : Multichapter | Rating :
Teen | Poster : ARIn_Yessy @PosterChannel

Disclaimer :
Fiksi ini terinspirasi dari salah satu anime yang tayang di channel Animax, Kamisama Kiss, yang menceritakan seorang Nanami Momozono secara tiba – tiba
Menjadi dewa daratan dan ia mencium Tomoe, seorang Shinsi yang harus tunduk pada Nanami, walaupun itu terpaksa. Jadi, fanfic ini terinspirasi, bukan plagiat. Dan perannya ga selalu sama kayak Kamisama Kiss. Harap dimengerti^^v

WARNING!
– Don’t be a silent readers!

– Don’t be a plagiator!

– Don’t bashing

*Qarenzapark © July 2014*

***

Mungkin, gadis yang senang menyendiri adalah hal biasa bagi kalian. Namun, ini berbeda. Namanya Choi Sooyoung. Dia gadis yang hidup sebatang kara disebuah kontrakan yang bisa dibilang tidak pantas dihuni. Ia ditinggal oleh orangtuanya yang memutuskan pergi jauh darinya, tidak mengetahui para saudaranya, dan ia bekerja paruh waktu disebuah café dengan penghasilan tidak terlalu besar. Namun, penghasilannya tersebut cukup membuatnya hidup nyaman dirumah baru hasil kerja kerasnya. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar.

“ Choi Sooyoung? Choi Sooyoung?”

Gadis itu bermenung menatap jendela, tidak menyadari sang pengajar memanggilnya. Dan sebuah rotan kini dipukul dimejanya membuat Sooyoung terkejut, “ Choi Sooyoung!”

“ Oh, maafkan aku songsaengnim.” Ujarnya menunduk merasa bersalah.

“ Ini bukan sekali kau bermenung menatap jendela. Dua bulan lagi akan ujian. Jadi perhatikan pembelajaran yang saya ajarkan. Mengerti, Choi Sooyoung?”

“ Mengerti, Songsaengnim.”

Ya, Choi Sooyoung bukanlah gadis pintar. Ia selalu mendapat peringkat yang tidak memuaskan. Dia terlalu pusing untuk memikirkan masa lalunya yang kelam. Namun, ia mengingat sesuatu. Dimana ia bertemu dengan seseorang yang sementara menjadi temannya. Dia bermarga Im. Sooyoung melupakan pertemanan sementaranya tersebut. Ia lupa raut wajahnya. Padahal, laki – laki bermarga Im tersebut pernah mengisi hari – harinya menjadi ceria.

“ Mr. Im? Kemana saja kau selama ini? Kau tahu? Aku merindukanmu.”

***

Café terlihat ramai hari ini. Tentu saja ia harus bekerja ekstra agar terlihat baik didepan para pengunjung. Ia tampil cantik hari ini. Dengan seragam khas café dan surai brunette yang tergerai indah.

“ Fiuh, café sangat ramai hari ini.” Ujarnya sambil menyampingkan rambutnya kesamping.

“ Benar. Lagipula, ini musim gugur. Café adalah incaran para pengunjung dimusim ini.” Sambung Tiffany disampingnya.

“ Sejujurnya, kau terlalu cantik untuk menjadi seorang pegawai café. Kulitmu seputih susu, rambut hitam lurus panjang, serta kepribadianmu yang sopan.” Puji Sooyoung seraya tersenyum.

“ Aku memutuskan menjadi pegawai karena aku ingin menjauhi ayahku.” Ucap Tiffany membuat Sooyoung terkejut. “ Kenapa? Kau ada masalah dengan ayahmu?”

Tiffany menghela nafas berat, “ Ayahku penjudi dan pemabuk. Sedangkan ibuku sekarang masuk rumah sakit jiwa karena kelakuan ayah. Aku tidak mau menjadi korban selanjutnya. Dan teganya, ayahku mau menjualku.” Kata Tiffany dengan air mata dipipinya.

Sooyoung memeluk Tiffany, “ Kita bernasib sama, Tiffany. Kau harus kuat. Karena kau masih memiliki orang – orang disekelilingmu yang masih mencintaimu. Tidak sepertiku.” Ujar Sooyoung membuat Tiffany menatapnya, “ Kau tidak memiliki orang – orang yang mencintaimu?”

Sooyoung tersenyum, “ Aku gadis bodoh dan penyendiri disekolah. Aku tidak punya teman satupun. Aku memilih untuk menjadi gadis dingin dilingkungan rumah. Karena aku tahu mereka tidak akan menerimaku.” Ujar Sooyoung berusaha tegar.

“ Soo..”

“ Ah! Sudahlah Tiffany! Aku tidak apa – apa. Ayo bekerja. Kita akan menebarkan senyuman untuk para pengujung! Fighting!” semangat Sooyoung merangkul Tiffany dan pergi keluar menemui senyuman para pengunjung.

***

Gerimis menghujani Seoul. Sooyoung menutupi kepalanya dengan hoodie yang berada dijaketnya. Gerimis ini cukup membuat hoodie Sooyoung basah kuyup. Biarlah basah, yang penting kepalanya tidak terkena tetes hujan. Dia terus berjalan hingga sebuah benda membuatnya berhenti, “ Cermin? Milik siapa ini?”

Sooyoung melihat cermin itu. Cermin kecil seperti yang digambarkan dongeng – dongeng. Memiliki gagang kokoh serta cermin yang berkilau, “ Kenapa pemiliknya meninggalkannya disini?” heran Sooyoung sambil terus melihat cermin itu.

Gerimis semakin deras membuat Sooyoung memutuskan untuk segera pulang kerumah dengan berlari.

.

.

Rambut Sooyoung yang basah kini dikeringkannya dengan handuk yang melilit dikepalanya. Ia mengenakan celana pendek serta blouse panjang berwarna violet. Lalu, pandangannya beralih pada cermin yang ditemukannya tadi. Entah kenapa, ia sangat penasaran kenapa pemiliknya meninggalkan cermin tersebut.

“ Cermin ini masih sangat bagus. Sayang sekali ia dibuang. Lebih baik aku menyimpannya.” Ujar Sooyoung tersenyum meletakkan cermin tersebut dimeja riasnya.

Ting!

“ Kue coklatku sudah matang.” Kata Sooyoung lalu berjalan menuju dapur. Meninggalkan cermin misterius tersebut.

.

.

Swung!

Lalu, sosok lelaki bertubuh tegap keluar dari sebuah benda. Ia melihat cermin tersebut, “ Sepertinya ini kamar perempuan.” Ujarnya dingin. Ia melihat salah satu pigura yang menampakkan sosok tinggi disana. Bisa dibilang cantik. Surai brunette serta tubuhnya yang sempurna. Cukup menarik.

“ Apakah dia yang akan aku lindungi?” gumamnya seraya menatap foto tersebut.

Ceklek!

“ Oh, tidak! Suara kunci!” batinnya.

Lelaki itu mencari tempat sembunyi. Ya, dilemari itu. Tidak ada tempat lain. Cermin tersebut tidak akan bisa digunakan sebagai tempat persembunyian secepat kilat.

“ La..laa..”

Lelaki didalam lemari tersebut mengintip dicelah – celah lemari. Ia melihat gadis itu tengah bernyanyi seraya memakan kue coklatnya, “ Ternyata rasanya cukup enak!” riangnya sambil duduk diranjangnya.

Tiba – tiba..

BUG!

Lelaki tersebut terjatuh membuat gadis itu terkejut dengan apa yang terjadi. Ia melihat sosok yang amat asing, “ Kyaaaa!”

Lelaki tersebut meringis kesakitan, setelah mengetahui gadis itu berteriak, ia menutup mulut gadis itu dengan telapak tangannya, “ Kumohon, jangan berteriak.” Ucapnya datar.

Gadis itu melepaskan tangan lelaki itu sedikit kasar, “ Siapa kau? Kenapa kau bisa berada disini?!” tanya Sooyoung.

“ Kenapa kau yang malah bertanya? Kaulah yang membawaku kesini.” Ucap lelaki itu membuat Sooyoung mengernyitkan dahi. “ Aku? Yang benar saja! Tidak mungkin aku membawa seorang lelaki kerumah!” kata Sooyoung melipat tangan dada.

“ Kau tidak percaya? Kau tadi bertemu dengan cermin, ‘bukan? Didalam cermin tersebut, ada aku yang diutus malaikat disana.” Kata lelaki itu.

“ Kau? Berasal dari cermin? Pmhftt..hahaha. Mana mungkin kau berasal dari cermin. Jangankan kau, kucing saja tidak akan muat untuk kedalam sana.” Remeh Sooyoung. “ Dan sekarang, angkat kakilah dari rumahku, Tuan aneh!”

Sooyoung berusaha mengusir lelaki itu dengan menggunakan guling. Namun, secara tiba – tiba lelaki itu menghilang dari pandangannya, “ Kemana dia? Baguslah kalau dia sudah pergi.” Ucap Sooyoung. Dia berbalik, “ Kyaaaa!”

Lelaki itu tiba – tiba sudah ada dihadapannya saat Sooyoung berbalik. Sooyoung terjatuh dan lelaki itu berhasil menangkap tubuhnya. Sial! Mata lelaki itu berhasil membuat perhatian Sooyoung lengah. Mereka lama dalam posisi itu. Ketika Sooyoung sadar, ia membetulkan posisi semula, “ Sudah, sudah. Ada urusan apa kau?” sambil melipat tangan didadanya.

“ Aku diutus para malaikat untuk melindungimu.” Ucap lelaki itu membuat Sooyoung berhasil tertawa. “ Melindungiku? Untuk apa? Aku tidak perlu security.” Kata Sooyoung.

“ Akan kutebak. Ketika petir datang, kau pasti akan takut dan memelukku.” Ucap lelaki itu. “ Seperti peramal saja. Coba saja buktikan.” Gumam Sooyoung menatap hal lain.

Tiba – tiba, suara petir pun menggema. Membuat Sooyoung panik dan memutuskan mencari tempat perlindungan. Yaitu, lelaki dihadapannya, “ Aku takut!” kata Sooyoung panic memeluk lelaki tersebut.

Lelaki itu terkekeh, “ Betul tebakanku. Masih belum percaya juga?” ucapnya membuat Sooyoung melepas pelukannya kesal, “ Terimakasih!” kata Sooyoung kesal dan pergi keluar kamar.

“ Hei, nona. Aku harus memanggilmu apa?” teriak lelaki tersebut yang masih berada didalam kamar.

“ Choi Sooyoung. Panggil saja Sooyoung!”

***

Hidupnya yang susah kini menjadi semakin susah. Kehadiran lelaki aneh tersebut membuatnya merasa tidak nyaman. Hari ini minggu. Sekolah libur, namun pekerjaan di café harus dikerjakannya jam sepuluh nanti.

Sooyoung menggeliatkan tubuhnya ketika merasa sudah saatnya untuk bangun. Ia melihat sekeliling. Pagi yang indah. Namun, harus hancur akibat kehadiran lelaki aneh yang mengaku dirinya diutus para malaikat. Cerita yang menggelikan!

Sooyoung menuruni ranjangnya dan memutuskan untuk pergi menuju dapur. Sekarang jam delapan. Ia sangat lapar. Dan sepertinya ia sangat malas menggunakan tangannya untuk memasak. Ketika Sooyoung menjelajah dapur, ia menemukan lelaki itu. Mengenakan celemek milik Sooyoung yang berwarna hitam sambil memasak sesuatu, “ Hei, Tuan aneh.” Panggil Sooyoung dengan kepala muncul dipintu. “ Ada apa?” tanya lelaki itu.

“ Kau sedang memasak?” tanya Sooyoung.

“ Mm, memangnya kenapa?” lelaki itu berbalik tanya.

“ Apakah kau tidak membuatkannya untukku juga?” tanya Sooyoung.

“ Tidak.”

Sooyoung shock mendengar perkataan lelaki itu, “ Tega sekali kau tidak membuatkannya untukku. Sudah menghabisi bahan – bahannya, menggunakan alat – alatnya, bahkan celemek kesayanganku.” Ucap Sooyoung sedikit kesal.

“ Tentu saja aku membuatkan untukmu, Sooyoung. Aku sadar diri karena aku menetap disini. Inilah balas budiku.” Ucap Sehun. Sooyoung tersenyum, “ Lelaki aneh, siapa namamu?” tanyanya.

“ Sehun. Oh Sehun.”

“ Nama yang bagus. Baru kali ini aku bertemu seseorang dengan marga Oh.” Ucap Sooyoung.

“ Itu karena kau gadis penyendiri. Tidak ingin terbuka oleh orang lain.” Tukas Sehun tetap fokus pada masakannya. Sooyoung terdiam dan memutuskan untuk duduk dimeja makan sambil memperhatikan Sehun yang tengah memasak, “ Sehun..lelaki aneh yang selalu tahu isi pikiranku.”

.

.

Keduanya kini tengah melahap sarapannya dimeja makan. Setelah selesai, Sehun menopang dagu dengan kedua tangannya, “ Bagaimana masakanku?” tanya Sehun menatap Sooyoung yang kini meminum airnya. “ Enak. Terimakasih atas sarapannya. O iya, jam sepuluh nanti aku akan bekerja. Kau tinggal dirumah?” tanya Sooyoung.

“ Tidak. Sepertinya aku akan pergi nanti. Aku harus menemui seseorang.” Ujar Sehun datar.

“ Oh, baguslah. Berarti kau tidak akan menghancurkan rumahku, ‘bukan.” Cerocos Sooyoung membuat Sehun sedikit kesal.

***

Sooyoung kini bermenung pada salah satu meja kosong di café, dan kebetulan sekali karena ia dan dua pegawai lainnya tengah mendapat istirahat selama setengah jam. “ Sooyoung, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Tiffany.

Sooyoung menghela nafas berat, berulang – ulang, membuat Tiffany kesal, “ Cepatlah katakan Sooyoung! Tak usah berlebihan seperti itu.” kesal Tiffany.

“ Aku akan melakukan ujian selama dua bulan kedepan. Tapi, aku tidak punya waktu banyak untuk mengikuti kursus. Ugh! Bagaimana ini, Tiffany?” kecewa Sooyoung menangkup kepalanya dimeja.

“ Kau tidak punya teman yang jenius atau lainnya?” tanya Tiffany.

“ Sudah kubilang, Tiff. Kalau aku gadis penyendiri dan bodoh.” Ucap Sooyoung masih menangkup kepalanya.

“ Coba saja kau tanya pada saudara – saudara yang dekat padamu. Mungkin mereka bisa membantu.” Saran Tiffany.

“ Orang yang jenius?” gumam Sooyoung. Lalu, ia mendapat ide.

***

Sehun menemukan orang yang dicarinya. Dia adalah malaikat yang mengutus Sehun untuk melindungi Sooyoung, “ Apakah kau bisa melindungi gadis itu?” tanya malaikat tersebut.

“ Awalnya, ia tidak menerimaku. Namun, aku berusaha meyakinkan dirinya agar ia percaya padaku jika aku diutus olehmu untuknya.” Ucap Sehun.

“ Aku takut kau akan..”

“ Akan apa?” tanya Sehun.

“ Kau akan jatuh cinta dengan gadis itu.” tukas sang malaikat membuat Sehun menatapnya, “ Aku tidak bisa. Aku tidak mencintainya. Lagipula, dia manusia. Roh dan manusia tidak bisa saling mencintai.” Ucap Sehun.

“ Benar. Lagipula, kau hanya roh yang harus kuberi tugas karena seseorang tengah mencarimu. Tapi, kau jatuh ditangan yang salah. Jadi, selama kau berada dipegangannya, kau harus tetap mencari seseorang yang tengah mencarimu. Kau memang tidak akan bersamanya, tapi kau harus membuatnya mengobati rasa rindunya.”

“ Aku mencari seseorang itu, yang tak bisa kumiliki lagi.”

***

Sooyoung sudah sampai dirumah. Rumah terlihat sepi. Kemana Sehun? Apakah ia masih pergi? Agh, sudahlah. Untuk apa dipikirkan. Dia pasti akan muncul dengan sendirinya secara misterius. Seperti pesulap saja.

Sooyoung telah sampai dikamarnya. Pandangannya teralih pada cermin tersebut. Jangan – jangan, Sehun masuk kedalam cermin itu lagi. Apa salahnya ia memanggil lelaki aneh itu?

Sooyoung meraih cermin tersebut kehadapannya, “ Oh Sehun? Sehun?” panggilnya. Tidak ada apa – apa. Sedetik kemudian, sebuah cahaya keluar dari cermin tersebut membuat Sooyoung harus memejamkan matanya.

Dan sekarang, orang yang dipanggil Sooyoung sudah berada dihadapannya, “ Kau ini mengganggu waktuku, Sooyoung. Aku masih berbicara dengan orang penting. Tapi, lupakan saja. Ada apa kau memanggilku?” tanya Sehun.

“ Maafkan aku mengganggu waktumu. Aku hanya ingin bertanya.” Ujar Sooyoung.

“ Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Sehun menatap Sooyoung.

“ Apakah kau pintar?” tanya Sooyoung membuat Sehun mengernyitkan dahinya, “ Pertanyaan macam apa itu?!” keluh Sehun.

“ Aku bertanya apakah kau pintar dalam akademik? Aku tidak bisa kursus mengingat waktuku yang tidak teratur.” Ucap Sooyoung.

“ Tergantung dengan pelajaran apa. Dan maaf, aku agak lemah dengan bahasa inggris.” Kata Sehun mendapat respon dari Sooyoung, “ Ternyata kita tidak berbeda jauh.” Keluhnya.

“ Kau ‘kan bertanya, tentu saja aku menjawab semampuku.” Kata Sehun.

“ Setauku, lelaki aneh sepertimu pandai segala hal.” Tukas Sooyoung dengan wajah kurang menyenangkan.

“ Memangnya kau menganggap aku apa?” tanya Sehun.

“ Lelaki aneh yang datang dari cermin dan bisa hilang kapan saja. Dan, kelakuanmu tersebut tidak jauh berbeda dari seorang pesulap.” Sooyoung mulai meletakkan tasnya.

“ Tapi, aku tidak bisa merubah daun menjadi uang.” Asal Sehun.

“ Aku tidak meminta itu, Sehun!!”

Dan kini, Sooyoung harus tinggal bersama Sehun dalam satu rumah. Untungnya, dia lelaki yang bisa menghilang dan akan datang disaat Sooyoung memintanya. Semoga saja, Sooyoung merasa terbantu dengan bantuan sementara Sehun, dan Sehun dapat menemukan seseorang yang tengah mencarinya.

Hari esok? Kegaduhan apa lagi yang terjadi?

*To Be Continued*

Iklan

18 thoughts on “Mr. Stranger – Chap. 01

  1. febryza berkata:

    apa mungkin orang yg nyari sehun itu sooyoung? mungkin aja kan soalnya sooyoung juga nyari seseorang? yah walaupun marganya beda sih hahaha

  2. Youngku berkata:

    Lah .. sapa yg dicari sehun? tapi kata malaikatnya jatuh pada orang yg salah? jadi .. ??
    ee tp chap 2 nya agak dipanjangin lagi yakk /? :v
    nextnya cepet yakk thor :3 Fighting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s