(Un)believe In Love – 01

qarenzapark-poster

ACTOR and ACTRESS :

Choi Sooyoung a.s Sooyoung / Chui Xiu Ying

Zhang Yixing a.s Yixing

Lee Jonghyuk a.s Zhang Yixian

Tiffany Hwang a.s Huang Mei Ying

ADDITIONALCAST :

Bang Minah as Choi Minah

Do Kyungsoo

Rating : PG-15

Length : Multichapter

Poster Credit :

Photo Credit : juliahwang @dramafanfictions

***

“ Kau memang tidak akan percaya cinta karena masa lalumu, namun seseorang dapat membuatmu merasakannya kembali.”

***

Choi Sooyoung mengeluarkan buku kelimanya, ‘ White Rose Memory ‘ yang mendunia. Dia akan mengunjungi beberapa Negara untuk mempromosikan bukunya di lima Negara selama dua minggu. Negara yang akan dikunjungi dalam daftar pertama yaitu Korea Selatan, berlanjut ke Jepang dan Malaysia, lalu Thailand, dan berakhir di China.

Artikel tersebut menjadi top news diberbagai situs. Wanita tersebut tersenyum ketika melihat namanya terpampang disebuah papan online, “ Dua minggu, lima Negara. Bagaimana aku membayangkannya?” gumam Sooyoung seraya mematikan laptopnya.

Drrtt..

Ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk. Sooyoung membuka pesan yang ternyata berasal dari managernya.

To : Sooyoung

Sooyoung, besok pagi kau harus bersiap – siap.
Pagi sekitar jam delapan kau sudah berada di
Salah satu gedung di Gangnam, lalu jam tiga
Petang kita akan berangkat ke Jepang. Good night^^

“ Aku beruntung memiliki manager seperti Sungmin oppa, walaupun ia sangat cerewet.” Gembira Sooyoung. Lalu, ia melangkahkan kakinya kearah ranjang dan memejamkan kedua matanya hingga terlelap.

***

Pagi itu, disalah satu gedung di Gangnam telah dipenuhi oleh para wartawan serta penggemar. Mereka hanya tinggal menunggu si penulis untuk datang pada tempatnya. Yang ditunggu pun akhirnya tiba. Sooyoung mengenakan dress selutut berwarna biru muda serta jepit rambut yang bertengger dirambutnya.

“ White Rose Memory menceritakan seorang Yoo Jae-in yang memiliki cinta masa kecil yang menghilang ketika cinta tersebut pergi. Lalu, sekitar 25 tahun kemudian mereka bertemu, namun sudah saling menikah. Mereka merasakan getaran cinta itu kembali.” Jelas Sooyoung pada wartawan.

“ Apakah novel ini bercerita tentang diri anda, Nyonya Choi Sooyoung?” tanya salah seorang wartawan.

“ Tidak. Hanya saja, Saya memiliki sahabat yang bernasib seperti mereka. Saya sering menjadi psikolog untuk mereka.” Sooyoung tersebut.

“ Saya dengar, anda tidak pernah berpacaran. Apakah anda tidak merasa kesepian?”

Pertanyaan tersebut membuat memorinya kembali berputar, Sooyoung menjawab, “ Mungkin, kalian akan terkejut dengan ungkapan saya. Saya, Choi Sooyoung..tidak mempercayai cinta.”

Pernyataan Sooyoung membuat media merasa terkejut, “ Benarkah, Nyonya?”

“ Saya tidak bercanda.”

“ Bagaimana dengan novel dengan kisah percintaan menakjubkan yang anda ciptakan?”

“ Saya hanya berbagi kisah cinta, bukan dari diri saya. Namun, melihat orang – orang selalu bersama. Dan saya, mengimajinasikan mereka mendapat masalah, namun tetap kokoh pada cintanya.” Ungkapnya.

“ Kali ini, aku berbohong. Aku pernah berpacaran, namun setelah kejadian itu, aku tidak lagi mempercayainya.”

***

Yixing kembali berlari ketika para pria dengan setelan jas hitam mengejarnya, “ Ayah, benar – benar keterlaluan. Dia kira aku anak TK?!” rutuk Yixing seraya terus berlari. Ini semua perbuatan ayahnya yang selalu mengatur hidupnya. Menjodohkan ia dengan putri saudagar kaya dari keluarga Huang, Mei Ying.

Yixing sudah berlari jauh, namun ia terlalu lelah untuk kembali berlari, “ Dimana aku seharusnya bersembunyi?” gumamnya cemas. Lalu, ia melihat sesuatu. Tempat dimana mereka tidak dapat menemukannya.

.

.

“ Kemana larinya tuan muda Zhang?” tanya salah satu dari pria setelan jas hitam. “ Cepat sekali larinya. Apakah ia seorang atlet?” keluh salah seorang.

“ Sudahlah, lebih baik kita terus saja mencarinya. Dimana ia bersembunyi ditempat seperti ini?” ujar sang Ketua.

“ Baik, Pak!”

Mereka berlari menjauh. Tidak menyadari jika tong sampah tersebut terjatuh dan ada seseorang didalamnya, “ Sial! Aku harus beraroma tidak enak hari ini.”

***

“ Eonni!”

Minah berteriak ketika seorang yang amat dikenalinya kini berada didepannya, “ Minah!” balas pekik Sooyoung. Minah memeluk Sooyoung erat. “ Eonni, kau tahu ‘kan jika aku merindukanmu.” Ujar Minah.

Sooyoung tersenyum, “ Aku juga, Minah. Bagaimana dengan kuliahmu dinegeri tirai bambu ini?” tanya Sooyoung. “ Menyenangkan, sangat menyenangkan.” Ujarnya tidak lupa dengan senyum menggembirakannya.

“ Tidak terasa, ‘ya aku sudah sampai di China saja.” Gumam Sooyoung melepas pelukan Minah. “ Oh, novel baru eonni, ‘ya? Aku membaca berita kalau novelnya mendunia.” Ucap Minah.

“ Kau tidak berniat membacanya?” tanya Sooyoung. Minah menggeleng tersenyum membuat Sooyoung mengacak rambutnya, “ Ayo kita ke café, eonni. Eonni pasti lelah naik pesawat, bukan?”

.

.

Sooyoung mencoba es – krim stoberi dihadapannya, “ Apakah ini café favoritmu, Minah?” tanya Sooyoung seraya menatap adiknya yang tengah meminum milkshakenya, “ Iya. Aku kadang bersama Kyungsoo kesini.” Ucap Minah dengan senyum mata yang menggemaskan.

“ Kyungsoo? Kau masih bersamanya?” tanya Sooyoung. “ Iya. Tidak terasa hampir dua tahun.” Girang Minah. Sooyoung hanya mengangguk dan kembali memakan es – krimnya. Menatap keluar jendela dimana para orang – orang berjalan dengan pasangan mereka.

“ Eonni, kapan kau akan menikah?!” pertanyaan Minah sontak membuat Sooyoung terkejut. “ Apa maksudmu, Minah?!” tanya Sooyoung. Minah lagi – lagi tersenyum, “ Lihatlah, eonni. Usiamu sudah menginjak 27 tahun. Sebenarnya, usia tersebut adalah usia yang cocok untuk sebuah pernikahan.” Jelas Minah.

Sooyoung menatap Minah remeh, “ Sejak kapan kau memberiku petuah – petuah seperti itu, Minah?”

“ Ya, eonni! Aku hanya memberitahumu. Kau bisa membuat cerita cinta, namun kau tidak pernah membuka hatimu.” Ujar Minah.

Sooyoung menghela nafas, “ Sudah kukatakan. Jika aku tidak percaya akan cinta.”. Minah menatap sang kakak teduh, “ Kukira, perkataan itu adalah gurauanmu. Ternyata memang benar. Bahkan, media terkejut ketika kau memberitahunya.” Ucap Minah.

“ Kau tahu, Minah? Cinta itu membuat kehidupan seseorang kelam. Merasa tersakiti dan terus kesepian. Aku tidak ingin menjadi manusia tidak berguna seperti itu.” jelas Sooyoung. Minah menggenggam tangan Sooyoung, “ Apakah karena kejadian tujuh tahun yang lalu itu, eonni? Joonmyun oppa?”

Sooyoung menatap dalam Minah, “ Kenapa kau mengingatkanku lagi padanya? Berhentilah menyebut namanya!” keluh Sooyoung. Sooyoung memutuskan untuk menatap jendela. Tak ingin membuat masa lalunya kembali berputar dan merusak pikirannya. Dan sekarang, ia ingin terus mencapai cita – citanya.

***

Yixing memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya secara diam – diam. Namun, sang ayah, Zhang Yixian tengah menunggunya diruang tamu sambil meneguk secangkir kopi yang bertengger ditangannya.

“ Darimana saja kau, Yixing?”

Perkataan ayah membuat langkahnya terhenti, “ A..a.ku..baru saja…”

“ Baru apa? Kabur dari bodyguard lagi?”

Yixing terdiam ketika pernyataaan terakhir dari ayah. Sang ayah menghampiri putra semata wayangnya, “ Ayah lakukan ini karna ayah menyayangimu. Kau anak ayah satu – satunya dan ayah ingin kau menjadi anak yang mandiri yang nantinya bisa mewarisi perusahaan ayah.” Jelasnya.

“ Tapi, aku bukan anak kecil lagi yang harus diawasi oleh ayahnya sendiri. Aku sudah dewasa, ayah. Akulah yang berhak menentukan apa yang terbaik untuk diriku sendiri.” Jelas Yixing.

“ Jika kau sendiri yang memilih pasanganmu, pasti tidak akan cocok. Seperti kemarin. Siapa namanya? Gadis miskin bermarga Li itu?” ujar ayah. “ Jadi, aku harus menikah dengan anak saudagar kaya, namun tidak mencintainya? Tidak sudi aku!” ujar Yixing.

“ Putri dari tuan Huang sangat cantik. Mungkin, kau akan terpesona olehnya.” Ucap Ayah.

Yixing memutuskan untuk pergi kelantai dua menuju kamarnya, “ Mei Ying memang cantik. Namun, aku tidak mencintainya. Dia seperti adik perempuanku!”

***

“ Kita kemana, Minah?” tanya Sooyoung ketika sang adik menarik lengannya, “ Aku ingin menunjukkan tempat dimana aku sering kesana, eonni.” Ujar Minah. Sooyoung hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat tingkah Minah.

Ternyata tempat peralatan wanita. Seperti bando, jepit rambut dan sejenisnya. Toko imut ini bernuansa pink dan biru, “ Untuk apa kita kesini?” tanya Sooyoung. “ Aku ingin membeli sesuatu, eonni. Mana tahu, eonni juga membelinya.” Ucap Minah.

Minah melihat – lihat bando – bando dengan warna seperti pelangi. Sedangkan Sooyoung melihat – lihat kalung disana. Cantik. Salah satu kalung dengan mainan angsa berwarna putih tersebut menarik perhatiannya. Namun untuk apa membelinya. Dia sudah punya koleksi kalung yang harganya tidak semurah kalian kira. “ Eonni!”

Pekikan Minah membuat Sooyoung menatap adik perempuannya itu, “ Bagaimana, eonni?” Minah menunjukkan bandana dengan motif boneka beruang yang kini bertengger dikepalanya. “ Cantik. Apakah kau akan membeli itu?” tanya Sooyoung.

“ Kalau aku terlihat cantik, aku akan membelinya.”

“ Beli saja, kau terlihat sangat cantik dengan itu.”

Minah tersenyum dan menuju meja kasir. Sedangkan Sooyoung kini mengambil ponselnya yang berdering. Ia memutuskan untuk keluar dan mengangkat telepon tersebut.

“ Dimana kau, Sooyoung? Saat aku kekamar hotel, kau tidak ada.”

“ Aku sedang bersama Minah, Sungmin Oppa. Lagipula, kau tahu ‘kan jika Minah berkuliah di Beijing?”

“ Lain kali beritahu aku. Oya, dua jam lagi sampailah dihotel. Bersiap – siaplah untuk event disalah satu mall di kota Beijing.”

“ Ya, ya. Aku tidak akan terlam-“

Pembicaraan Sooyoung terhenti ketika seorang lelaki menabraknya membuat ponselnya kini berderai berantakan, “ Hei, kau!” teriak Sooyoung.

Lelaki itu menoleh, dan malah menarik tangan Sooyoung menjauh dari tempat. “ Lepaskan aku, lelaki aneh!” Sooyoung berusaha memberontak. Lelaki itu membawa Sooyoung kesebuah tempat dan membungkam mulut Sooyoung. Sooyoung berusaha melepaskannya, namun kekuatan lelaki itu lebih besar darinya. “ Diamlah. Kumohon.” Ucapnya. Sooyoung tak mengerti. Lelaki itu memakai bahasa mandarin.

Setelah beberapa menit, lelaki itu melepaskan bungkamannya pada Sooyoung. Ia terlihat lega. “ Hei, lelaki aneh! Kau menghancurkan ponselku!” cerocos Sooyoung. Lelaki itu menatap Sooyoung, “ Benarkah? Maafkan aku. Aku sedang dalam pengejaran tadi.” Ucapnya. Sooyoung terkejut. Tadi, lelaki itu berbahasa mandarin, sekarang berbahasa Korea. “ Sebenarnya, kau orang apa?!” tanya Sooyoung.

“ Aku orang China, namun ibuku orang Korea. Sudah puas?” ucapnya. Sooyoung mendengus kesal, “ Karena kau menabrakku, ponselku hancur berderai. Kau harus menggantinya!” protes Sooyoung.

Lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, “ Pakai saja ponselku dulu. Sudah jam segini, aku harus pergi! Sampai jumpa Nyonya Korea!” Lelaki itu kembali berlari meninggalkan Sooyoung dengan mulut menganga serta ponsel lelaki itu ditangannya.

“ Hei! Ponselmu?! Aku memintamu menggantinya, bukan menukarnya!”

Namun, lelaki itu sudah pergi menjauh. Membuat Sooyoung super kesal, “ Oh tidak! Kartuku, memoriku!”

Sooyoung kembali berlari ketempat dimana lokasi ponselnya menjadi korban lelaki itu. Bibirnya berkomat – kamit mengutuk lelaki tadi, “ Jika saja aku bertemu dengannya lagi, tak segan – segan aku akan menendangnya didepan orang – orang! Ugh!”

*Session Continues*

Iklan

12 thoughts on “(Un)believe In Love – 01

  1. syifanurannisa10009 berkata:

    Terserah deh yg mana ajah bagus .. Yg ada tulisanya juga gak keliatan amat ko soalnya kan itu buat dompet bagi dong soo eonni bukunya kalo minah gak mau baca biar aku yg baca XD #plaakk
    siapa tah yg nabrak? pasti ada di part selanjutnya ya? #sotoy
    next

    keep writing thor

  2. KyuhyunBaekhyunSooyoung berkata:

    jahatnya aku~ telat komen, padahal yang request aku #huhu
    kya….. aku suka sama cerita ini kak!!! nice, nice, nice.
    itu suho ngapain sooyoung unnie?? sampai buat trauma unnie.
    yang nabrak soo unnie siapa?? pasti yixing kan??? iya sih… #maksa
    update soon eon~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s