( Mini Twoshot ) It’s Hard To Say Goodbye

canvas

It’s Hard To Say Goodbye
Author : Qarenzapark | Starring : Oh Hayoung,
Kim Taehyung | Other Cast : Kim Seokjin, Oh
Sehun | Genre : Romance, Family, Hurt | Length :
Twoshot | Poster :
*Qarenzapark © September 2014*
***

Namanya Kim Taehyung. Seorang lelaki imut yang humoris dan kerap tersenyum. Wajahnya bagaikan anak kecil selalu membuatnya terus membayangkannya. Tapi, kenapa hatinya seperti ini? Berusaha untuk menjauhinya? Dan ia yakin, semua orang pasti bilang dia adalah gadis bodoh yang menyia – nyiakan lelaki seunik Taehyung.

“ Happy birthday!”

Taehyung mempersembahkan Hayoung sebuket bunga mawar merah yang sudah lama disiapkan Taehyung. Lelaki itu tersenyum, membuat Hayoung tambah tidak tega untuk meninggalkannya, “ Terimakasih, Tae-tae.” Jawab Hayoung dengan panggilan sayangnya pada Taehyung. “ Tak kusangka kau sudah berusia 16 tahun.” Ujar Taehyung mengacak rambut Hayoung gemas. “ Aish, hentikan!” geram Hayoung cemberut.

“ Bagaimana jika aku traktir tteokboki? Aku tahu itu hanyalah makanan sederhana. Tapi, kita dapat kenyang, ‘bukan?” ajak Taehyung sambil menggenggam tangan kanan Hayoung lembut. Inilah salah satu sifat Taehyung yang membuat Hayoung merasa bangga.Walaupun Taehyung adalah anak dari seorang pemilik hotel terkenal di Seoul, ia tidak pernah menghambur – hamburkan uangnya. Baginya, restoran mahal hanyalah sebuah status, dan tidak bisa menikmati makanan seenak dijalanan.

“ Ahjumma, tteokboki 2 porsi!” Taehyung sedikit berteriak ketika keduanya telah duduk dikursi. Hayoung meletakkan sebuket bunga mawar disampingnya. Lalu, makanan yang ditunggu pun datang. Keduanya melahap tteokboki. “ Aku rindu makanan ini. Berbeda dengan pertemuan – pertemuan di rapat hotel yang harus makan – makanan junkfood.” Ucap Taehyung.

“ Benar, makanan seperti itu tidak sehat.” Sambung Hayoung. Taehyung telah selesai makan dan kini ia menatap Hayoung yang sedang makan, “ Dari samping saja, Oh Hayoung sudah cantik.” Perkataan Taehyung membuat Hayoung tersedak. Taehyung panik dan segera memberikan Hayoung segelas air, “ Hati – hati, dong.” Ujar Taehyung.

“ Bagaimana bisa aku hati – hati? Kau mengganggu konsentrasi makanku, Tae-tae.” Kesal Hayoung setelah meneguk airnya. “ Iya, iya. Maafkan aku.” Singkat Taehyung menggaruk tengkuknya. Hayoung telah menyelesaikan makannya, lalu menatap Taehyung, “ Bagaimana jika kita besok pergi ke pantai, aku sudah lama tidak kesana.” Ajak Hayoung.

“ Terserah. Jika kau inginkan itu, aku akan ikut – ikut saja.” Jelas Taehyung. Hayoung tersenyum. “ Jangan lupa, ‘ya, tuan pelupa!”

“ Baiklah, Putri Oh!”

***
Hayoung kini sedang melamun memikirkan sesuatu. Sang kakak yang sedari berdiri didepan pintu sambil memegang gelas kini menyadarkan lamunannya, “ Hayoung? Kenapa bermenung?” ujar Sehun seraya menyeruput kopinya.

“ Hum. Oppa..”

“ Ya, Apa? Katakanlah.”

Hayoung memperbaiki posisinya dikursi, “ Apakah Taehyung itu lelaki baik?” Tanya Hayoung. Sehun masuk kedalam kamarnnya dan duduk diranjang Hayoung, “ Tentu saja. Dia adalah kekasih yang paling baik dan tepat untukmu.” Ujar Sehun. Hayoung menatap foto – fotonya bersama Taehyung di album, “ Tapi, aku merasa aku harus meninggalkannya, Oppa.” Perkataan Hayoung membuat Sehun tidak jadi menyeruput kembali kopinya.

“ Kenapa? Dia lelaki yang sangat baik untukmu. Perhatian, tampan, baik, dan keluarganya mapan. Dia adalah lelaki yang hampir sempurna.” Terang Sehun. Hayoung menatap kakak laki – lakinya lemah, “ Apakah kau tahu Seokjin, Oppa? Dia kembali dari Kanada siang tadi.” Ucap Hayoung.

“ Lalu, apa hubungannya?” Tanya Sehun. Hayoung menghela nafas, “ Aku masih berpacaran padanya sampai sekarang.” Ucap Hayoung merasa bersalah. Sehun meletakkan cangkir dimeja berdiri dan memasukkan kedua tangannya disaku, “ Jadi, kau menduakan Taehyung? Apa yang kau lakukan, Hayoung?” protes Sehun.

“ Selama Seokjin pergi, hatiku merasa kosong. Dan aku tidak sengaja bertemu dengan Taehyung di perpustakaan kota. Dia mencuri hatiku, namun perasaan itu mulai memudar. Dan, aku harus kembali pada Seokjin.” Jelas Hayoung. “ Yang kau lakukan itu adalah salah besar, Hayoung. Tidak seharusnya kau menduakan mereka. Aku tahu, hati seorang remaja seperti kau masih labil. Tapi, kau harus menyelesaikannya..seorang diri.” Terang Sehun.

“ Oppa..” Hayoung memelas.

“ Sudahlah. Ini sudah malam. Lebih baik kau tidur. Aku tidak ingin kau terlambat besok.” Ucap Sehun mengambil cangkirnya dan melangkah keluar dari kamar Hayoung.

“ Hayoung, kau bodoh, kau bodoh!”

***
Hayoung berada dikelas hari ini. Hari ini tidak seceria hari kemarin disaat ia memiliki perasaan dengan Taehyung. Bagaimana ini? Hayoung mengacak rambutnya gusar. Bel sudah berbunyi, semua murid masuk kedalam kelas. Kang songsaengnim masuk dan membawa seorang murid laki – laki yang amat dikenalinya, “ Kim Seokjin..” Hayoung bergumam tidak percaya.

“ Anak – anak, perkenalkan. Namanya Kim Seokjin. Dia merupakan pindahan dari Kanada.” Jelas Kang songsaengnim. Lelaki tampan bernama Seokjin itu membungkukkan tubuhnya 90˚ pada semua murid, “ Salam kenal.” Suara itu, benar – benar Seokjin!

“ Seokjin, hanya satu bangku tersisa disebelah Oh Hayoung. Silahkan.” Ucap Kang songsaegnim membuat Hayoung semakin tegang. Seokjin mulai berjalan. Hayoung berusaha tidak melihatnya, mata itu, mata yang selalu menghipnotisnya seakan dipaksa jatuh kedalam hatinya.

Ketika Seokjin duduk, Hayoung sedikit lega. Namun, lelaki itu malah melemparkan sebuah kertas kecil pada Hayoung,

Kau ingat aku, ‘kan?

“ Mati aku..” batin Hayoung. Hayoung menyampingkan wajahnya menghadap Seokjin. Senyum itu membuat dirinya seakan membeku. Perlahan, senyum itu terukir diwajahnya, “ Tentu saja. Sudah lama tidak berjumpa.” Ujar Hayoung.
.
.
“ Terimakasih, Oh Hayoung. Saya sangat berterimakasih.”

Jung songsaengnim mengucapkan terimakasih pada Hayoung yang telah membantunya mengetikkan beberapa dokumen, “ Sama – sama, Jung songsaengnim. Saya sangat tidak keberatan.” Jawab Hayoung.

“ Kalau begitu, kamu boleh pulang. Hati – hati..”
Hayoung melangkahkan kakinya ke gerbang. Namun, sebuah tangan menariknya. Hayoung melihatnya. Punggung itu. Punggung yang sudah tiga tahun terakhir ini tidak terlihat. Seokjin membawanya kelantai atas. Bukan, ini atap sekolah.

“ Seokjin-ssi..”

Seokjin menatap Hayoung, “ Kenapa kau memanggilku seperti itu? Apakah kau hampir melupakanku?” tanyanya. Hayoung terdiam, “ Aku sangat canggung ketika bertemu denganmu lagi.” Singkat Hayoung. Seokjin duduk ditepian balkon, “ Kita tidak pernah mengucapkan berpisah, ‘kan?”

“ Belum.” Lagi – lagi, Hayoung mengeluarkan sesingkat kata. Seokjin menghela nafas, “ Seharusnya aku salah. Kenapa aku harus pindah? Bisa saja gadisku ini berpindah hati pada yang lain.” Pernyataan Seokjin membuat Hayoung yang sudah duduk tertegun. Dia berpindah hati, namun hanya untuk sementara.

“ Kau pergi terlalu lama.” Singkat Hayoung. Seokjin tetap menatap lurus, “ Aku bertengkar dengan Ayah dan memutuskan pulang ke Seoul. Aku bosan hidup disana.” Ujar Seokjin. Hayoung menatap kuku – kukunya yang terhias warna – warna, “ Kau tahu kan jika aku merindukanmu, Seokjin?” Tanya Hayoung.

Seokjin tersenyum dan menyandarkan kepala Hayoung dibahunya, “ Tentu saja. Apakah kita harus memulai dari awal?” Tanya Seokjin. Hayoung menggeleng, “ Tidak. Tidak untuk sekarang.” Ujarnya. “ Kenapa?”

“ Aku tidak bisa berhubungan jika punya masalah serius.” Ucap Hayoung. Seokjin menggenggam tangan Hayoung, “ Ceritakan saja. Aku akan mendengarnya.” Terang Seokjin. “ Kau tidak semestinya mengetahui ini. Kuharap, kau dapat mengerti.”

Seokjin hanya mengangguk. Berbeda dengan Hayoung yang kini matanya mulai berkaca – kaca, “ Apa jadinya jika Taehyung mengetahuinya jika aku tidak lagi mencintainya?”

*To Be Continued*

Iklan

2 thoughts on “( Mini Twoshot ) It’s Hard To Say Goodbye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s