Mr. Stranger – Chap. 02

request-pc1

Title : Mr. Stranger | Author : Qarenzapark
| Main Cast : Oh Sehun, Choi Sooyoung |
Genre : Romance, Fantasy, Supranatural
| Length : Multichapter | Rating :
Teen | Poster : ARIn_Yessy @PosterChannel

Disclaimer :
Fiksi ini terinspirasi dari salah satu anime yang tayang di channel Animax, Kamisama Kiss, yang menceritakan seorang Nanami Momozono secara tiba – tiba
Menjadi dewa daratan dan ia mencium Tomoe, seorang Shinsi yang harus tunduk pada Nanami, walaupun itu terpaksa. Jadi, fanfic ini terinspirasi, bukan plagiat. Dan perannya ga selalu sama kayak Kamisama Kiss. Harap dimengerti^^v

WARNING!
– Don’t be a silent readers!

– Don’t be a plagiator!

– Don’t bashing

*Qarenzapark © July 2014*

***

Hari – hari berjalan seperti air yang mengalir. Benar saja, Sooyoung meminta tolong pada Sehun untuk mengajarinya beberapa pelajaran yang kurang di mengertinya. Namun, novel brengsek itu membuyarkan konsentrasinya membuat Sehun merasa gagal dalam mengajar Sooyoung, “ Choi! Berhentilah membaca novel itu!” keluh Sehun.

Sooyoung menatapnya, “ Kenapa? Kau ingin membacanya juga?” Tanya gadis itu. Sehun mengeluh sambil mengacak rambutnya asal, “ Kau ini ingin belajar atau tidak, sih?! Masih untung aku bisa meluangkan waktuku untukmu.” Dan Sehun mengambil novel itu dari tangannya dan membuangnya asal. Sooyoung mulai naik darah, “ Ya! Oh Sehun!” kesalnya.

“ Sekarang fokuskan pikiranmu pada salah satu soal yang paling mudah ini.” Ucap Sehun memberikan secarik kertas yang membuat mata Sooyoung terbelalak.

“ Oh Sehun! Apakah kau ingin membunuhku dengan soal serumit ini?!”

***

Tiffany tak sengaja melewati Sooyoung yang kini menopang dagu dengan kedua tangannya, “ Sooyoung? Kenapa melamun?” Tanya Tiffany sambil membetulkan posisi duduknya. Sooyoung mengubah posisinya, “ Tiff, pengajarku terlalu berlebihan padaku.” Curhatnya.

“ Jangan menilai seseorang dulu. Intropeksi diri sebelum menyalahkan orang. Apa yang kau lakukan pada saat pengajarmu memberikanmu pelajaran?” pertanyaan Tiffany membuat Sooyoung berpikir, “ Aku membaca novel dari penulis popular, Kim Hyeri yang berjudul ‘Wind’. Hanya itu saja.” Ucap Sooyoung.
Tiffany terlihat menahan amarah, “ Tentu saja ia marah, Sooyoung. Hal ‘itu’ dapat membuat konsentrasimu pecah dan tidak dapat menerima pelajaran.” Pesan Tiffany. Sooyoung mengerucutkan bibirnya, “ Lalu, aku harus bagaimana?” Tanya Sooyoung frustasi. Tiffany tersenyum sambil menggenggam kedua tangannya, “ Konsentrasi! Mengerti?”

“ Ya, aku mengerti!” ucap Sooyoung semangat. Tiba – tiba, Tuan Cho sekaligus pemilik café membawa nampan berisi tiga cangkir berisi Americano , minuman favorit ketiganya, “ Mendengar kalian bercerita tentang sekolah, membuatku mengingat kenangan lalu. Aku bertemu istriku di perpustakan sekolah. Dia mengenakan kacamata tebal waktu itu. Hahaha.” Tawanya yang ahngat membuat Tiffany dan Sooyoung ikut tertawa, “ Tapi, anda mencintainya bukan?”
“ Hahahaha..”
.
.
“ Kumpulkan tugas bahasa Jerman kalian!”

Suara Ahn songsaengnim bagaikan pukulan rotan. Dan bodohnya, Sooyoung meninggalkan tugasnya dirumah dengan menyuruh Sehun untuk mengerjakannya, “ Aduh, bagaimana ini? Aku pasti akan dihukum hormat di tiang bendera.” Umpat Sooyoung. Ahn Songsaengnim kini berjalan menuju mejanya,

“ Hei, nona pemalas! Dimana tugas bahasa Jerman-mu?”
Pertanyaan dari guru tersebut membuat Sooyoung bergidik ngeri. Ia kembali memeriksa tas-nya. Dan sebuah keajaiban, ia menemukan buku dengan sampul berwarna biru itu. Disana, tertera sebuah sticky notes,
Nn. Choi! Kali ini aku akan membantumu!
Hari lainnya, kubiarkan kau hormat di tengah hari pada bendera 

Sooyoung tersenyum sedikit. Namun, ia mengingat Ahn songsaengnim berada disampingnya. Dengan sigap, ia memberikan buku tersebut pada Ahn songsaengnim, “ Ini, pak. Saya tidak meninggalkannya.” Ucap Sooyoung. Ahn songsaengnim mengambilnya dan bergumam, “ Awal yang bagus. Teruslah seperti ini, Choi. Aku tidak sanggup melihat nilai merah di rapor-mu.”ucap Ahn songsaengnim menjauh. Sooyoung mengembangkan senyumnya. Kemudian menatap langit biru melalui jendela. Ia bersyukur memiliki Sehun karena ia dapat membantunya di waktu sesusah ini, “ Apakah Sehun bisa membantuku untuk menemukan Mr. Im?”
***

“ Bagaimana dengan tugasmu, Sehun?”

“ Aku belum bisa melakukannya sekarang.”

“ Sehun, waktumu tinggal sedikit.”

“ Tapi dia tak pernah menanyakan hal itu padaku.”

“ Dan kau harus tetap berusaha agar kau dapat membantunya. Agar ia tak dihantui oleh ingatannya sendiri..”

Sehun melamun memikirkan perkataan yang terngiang di otaknya. Malaikat itu mengutusnya untuk membantu Sooyoung, bukan menjadi pembantu Sooyoung. Gadis itu tengah menyantap makananannya, namun ekspresi blank Sehun membuatnya tertanggu, “ Heh, Sehun?! Apa yang kau lamunkan?” pertanyaan Sooyoung membuatnya sadar, “ Eum, tak ada. Memangnya kenapa?” Tanya Sehun.

“ Jangan bilang jika kau membayangkan hal – hal fantasimu.” Ucapan Sooyoung sangat tepat. Sehun membetulkan posisi duduknya, “ Sooyoung, apakah kau pernah mengalami sebuah kecelakaan?” Tanya Sehun. Sooyoung membersihkan mulutnya dengan selembar tissue, “ Pernah, dan kecelakaan itu membuatku kehilangan separuh ingatanku, miris, ‘kan?” ujar Sooyoung dengan nada yang dibuat – buat.

“ Lalu, apa yang kau ingat selain kecelakaan itu?” Tanya Sehun membuat Sooyoung sedikit terbelalak, “ Kenapa? Kau seperti mewawancaraiku saja.” Keluh Sooyoung. Sehun menghela nafas sambil melipat kedua tangannya, “ Aku ‘kan hanya bertanya.” Kini Sehun yang mengeluh. Sooyoung melipat tangan di meja, “ Mr. Im. Hanya itu yang kuingat.” Ucapan Sooyoung berhasil membuat Sehun berbisik didalam hatinya, “ Benar, ‘kan? Dia punya seseorang yang dirindukannya.”

“ Sehun?” panggilan Sooyoung berhasil membuat Sehun buyar, “ Apa?” tanyanya singkat. Wajah gadis itu dibuat seakan memohon, “ Bisakah kau membantuku mencari Mr. Im? Aku ingin bertemu dengannya. Dia pernah mengisi hari – hariku saat kecil dulu.” Ucap Sooyoung. Sehun mulai serius sekarang, “ Aku ditugaskan memang untuk itu.” Ucapnya.

“ Oh, ayolah! Jangan bercerita tentang fantasi yang kau buat itu!” keluh Sooyoung. “ Terserah kau mau percaya atau tidak, kalau aku berhasil membantumu menemukan orang itu, kau harus melakukan semua apa yang aku suruh. Oke?” Sehun menantang gadis itu.

“ Oke! Kalau kau berhasil menemukannnya, akan kuberikan apa yang kau mau!”

***

5 menit telah berlalu, Sooyoung telah meninggalkan rumah untuk bersekolah. Meninggalkan Sehun yang kini membereskan alat – alat masak di dapur. Kemudian, hatinya tergerak untuk melihat hal – hal lain. Ia memutuskan untuk melihat kamar Sooyoung.

Kamar ini selalu bersih dan beraroma bunga. Entah bunga apa. Cermin itu, tempat lamanya dulu masih berada ditempatnya. Lalu, ‘ Mr. Im ‘ membuat Sehun mengingat sesuatu. Ia memeriksa berbagai hal berbau Sooyoung. Buku – buku atau hal lainnya. Dan dibawah tempat tidur, sebuah kardus mencurigakan membuat hatinya merasa lain. Ia mengambil dan melihat berbagai buku. Dan sebuah diary berwarna coklat membuat hatinya penasaran.

“ Sehun?”

Sebuah suara membuat Sehun terkejut. Sooyoung kembali kerumah, “ Apa yang kau lakukan dengan kardus itu?” Tanya Sooyoung mendekat. Sehun mulai bingung, “ Aku hanya memeriksa barang – barang yang bisa kubaca atau kupakai.” Hanya itu yang bisa Sehun ucapkan.

Sooyoung hanya mengangguk – angguk, “ Itu cuma buku – buku yang tak pernah kuingat. Maka dari itu kusimpan saja.Oya, aku kembali karena aku meninggalkan buku biologi. Kalau kau mau buku – buku itu, simpan saja. Baiklah, aku pergi!”
Sooyoung kembali pamit setelah membawa buku biologi yang tertinggal, “ Dia benar – benar lupa.” Gumam Sehun menatap diary berwarna coklat itu. Tapi, dengan lupa ingatannya Sooyoung, Sehun dapat peluang untuk mencari siapa Mr. Im yang sebenarnya.

***

Siang ini, Sooyoung mendapat telepon dari Tiffany agar ia dapat ke café secepat mungkin. Dan kini, Sooyoung telah berada di café. Tiffany yang melihatnya segera mendekati Sooyoung dan memeluknya, “ Soo..” lirihnya membuat Sooyoung sedikit bingung. “ Apa yang terjadi, Tiff?” Tanya Sooyoung membalas pelukan Tiffany. Tiffany menatapnya iba, “ Tuan Cho, pemilik café meninggal akibat serangan jantung.” Ungkapan Tiffany membuat hati Sooyoung rapuh. Keluarga Cho sangatlah baik. Ia sudah menganggap keluarga Cho adalah keluarganya sendiri. Tuan dan Nyonya Cho sangat baik hati bahkan memberikan Sooyoung penginapan beberapa hari sebelum Sooyoung mendapatkan tempat tinggal.
Sooyoung ikut menangis dan kini ia melihat sang Nyonya menangis histeris. Sooyoung terpaksa melepaskan Tiffany dan harus menghampiri Nyonya Cho dalam kerapuhan. Ia memeluk Nyonya Cho erat, “ Bibi..aku tau ini sangat menyakitkan.” Lirih Sooyoung. Nyonya Cho memeluk Sooyoung tak kalah erat. Sekarang, ia tak dapat lagi melihat senyum si Tuan Cho yang baik hati dan selalu menyayanginya.

***

Makan malam telah tersaji, namun Sooyoung belum kunjung memakannya dan sikap itu membuat Sehun sedikit kesal, “ Sooyoung kau kenapa?” Tanya Sehun membuka topik pembicaraan. Sooyoung terlihat frustasi, namun tak ingin membuka isi hatinya, “ Kalau kau tidak suka makanannnya, kau bisa bilang, jangan seperti ini!” Sehun mulai kesal.

BAM!

Sooyoung memukul meja, “ Tuan Cho sudah meninggal! Bisakah kau mengerti?! Buang saja makanan ini jika aku tak bisa memakannya!” ia berubah menjadi sensitive membuat Sehun merasa bersalah, “ Maafkan aku, Soo. Aku tidak bermaksud begitu.”

“ Lupakan!”

Sooyoung meninggalkan Sehun yang kini mematung melihat punggungnya yang menghilang di pintu kamar. Sehun frustasi. Padahal, ia baru mau memulai awal agar Sooyoung bisa bertemu ‘sosok’ impiannya.

“ Bagaimana ini? Aish!”

*To Be Continued*

Iklan

2 thoughts on “Mr. Stranger – Chap. 02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s