Windflower – 01

canvas1

Qarenzapark presented..
“ Windflower “
Starring by Xiao Luhan and Choi Sooyoung
With feelin’ Romance, Sad
And have rate: PG-15
“ Karena alasan yang kau tujukan adalah alasan yang tetap saja membuatku tidak akan pernah membencimu, karena aku mencintaimu..”
***

PART 1..

“ Lepaskan aku sekarang!”

Wanita itu terus meronta agar dibebaskan. Namun, sang chaebol ( panggilan pengusaha kaya di Korea ) berusia setengah baya itu tersenyum sinis dibalik jeruji besi pribadi miliknya, “ Kau penghasil uangku. Jangan pergi, oke?” Oh Jongseok tersenyum sinis. Sooyoung meludah, “ Cih! Berhenti jadikan aku robotmu, aku sudah tak tahan!” Sooyoung terus meronta.

“ Siapa suruh mau menjadi pekerjaku? Tidak semudah itu kau dapat keluar dari jaring – jaringku, Nyonya Choi Sooyoung.” Ucapnya penuh misteri. Sooyoung menatap Oh Jongseok tajam, “ Berikan kontrak itu, aku akan memutuskan kontraknya!” ucap Sooyoung. Namun, Oh Jongseok malah tertawa, “ Masa kontrakmu masih lama, sayang. Tenang saja.” Oh Jongseok berusaha menenangkan Sooyoung.

“ Brengsek kau! Dimana hati nuranimu? Apakah kau punya harga diri dengan mempekerjakan wanita – wanita yang tidak bersalah?” Tanya Sooyoung semakin pedas. Oh Jongseok berjongkok dan memegang dagu mulus Sooyoung, “ Seharusnya aku yang bertanya. Dimana harga dirimu sekarang? Kau yang menginginkannya ,bukan?” tutur Oh Jongseok licik.

“ Bajingan! Lepaskan aku sekarang, Oh Jongseok!” pekiknya. Oh Jongseok tersenyum licik, “ Ini sudah malam, saying. Tidurlah dengan nyenyak agar dapat ‘bermain’ dengan orang baru besok.” Jelasnya.

Oh Jongseok pergi dikawal oleh dua orang berbadan layaknya pemain football. Sooyoung kesal. Celana pnedek dan kaus putih panjangnya tidak sanggup menahan dinginnya angin. Ia menyesal sekarang. Pada masa sulit dulu, iaharus mencari pekerjaan, namun pekerjaan halal tidak dapat menerimanya. Akhirnya, ia harus berkerja seperti ini. Tidur dengan ratusan pria.

Ditatapnya ponsel berwarna pink itu. Layarnya sudah pecah dan baterainya sudah habis. Sooyoung menangis. Menyesali semua perbuatannya yang membuatnya merugi. Merelakan keindahan tubuhnya demi uang dan kenikmatan dunia.
Sooyoung menghapus air matanya, membulatkan tekadnya, “ Aku harus keluar dari tempat terkutuk ini. Harus!” ucapnya.

Sooyoung mencari – cari sesuatu yang dapat membuatnya keluar dari tempat ini. Dan pandangannya teralih pada sebuah ventilasi berukuran sedang. Dan Sooyoung berpikir jika tubuh langsingnya itu dapat masuk kedalam ventilasi keberuntungan tersebut.

***

Mahasiswa dari Universitas Chung-Ang itu tengah berjalan seraya menyeruput bubble-tea nya. Hari ini sangat mengesalkan. Pertama, ia flu. Kedua, telat bangun. Ketiga, dihukum dosen Yunho karena lupa membawa skripsi. Luhan adalah mahasiswa jurusan sastra di Chung-Ang. Lelaki bermarga Xi ini pemilik IQ 144.

Dari kejauhan, matanya menangkap sosok yang semakin mendekat kearahnya. Luhan masih belum bergeming dan masih melanjutkan pandangan melihat wanita itu berlari semakin mendekat itu kearahnya. Dan sekarang sudah terlihat jelas. Wanita itu mengenakan celana pendek, kaus putih panjang, serta sepatu kets denim. Lama – kelamaan wanita itu semakin mendekat padanya dan berhenti tepat dihadapannya membuat Luhan mengernyitkan dahi.

Wanita itu melihat kebelakang sekilas, dalam hitungan detik, wanita itu mendaratkan bibirnya di bibir Luhan. Luhan terkejut. Wajahnya memerah, dan detak jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya. Siapa sih wanita ini? Para mahasiswa lain pasti tengah menonton drama Korea yang sedang berlangsung ini.

Wanita itu kemudian melepaskan kecupannya, lalu menarik pergelangan lelaki itu, “ Maafkan aku, aku akan meminjammu sebentar.” Ucap wanita itu sambil tetap menarik pergelangan tangan lelaki tersebut. Sungguh! Wanita ini tenanganya sama kuatnya dengan pemuda seperti Luhan.
Mereka bersembunyi disebelah gedung. Wanita itu mengatur nafasnya, lalu menatap lelaki penolongnya,” Terimakasih tuan– eh?” tiba – tiba wanita itu terdiam/ Wajah wanita ini sangat familiar di otak Luhan, “ Ch–Choi Sooyoung!” pekik Luhan membuat Sooyoung ingin berlari, namun tangannya ditahan Luhan.

“ Kemana saja kau selama ini?”

“ Kumohon, maafkan aku, Luhan. Maafkan aku mempermalukan keluargamu karena pertunangan bodoh itu.” Sooyoung meronta minta dilepaskan. “ Bukan keluargaku, tapi keluargamu. Mereka pasti mencarimu sekarang.” Jawab Luhan. “ Tapi, aku tidak bisa pulang, Luhan. Aku tidak ingin mereka kecewa denganku.” Ucapnya lemah.

“ Aku tak tahu harus kemana sekarang.” Ucapnya merosotkan tubuhnya didinding gedung. “ Kau terlalu ceroboh, Sooyoung.” Ucap Luhan. “ Apakah kamu punya solusi?” Tanya Sooyoung. Luhan menggeleng. Namun, sebuah pikiran gila melintas di otak Sooyoung, “ Lu?”

“ Hm?”

“ Izinkan aku tinggal dirumahmu sementara.”
Ucapan terakhir Sooyoung membuat Luhan terkejut, “ Kau gila?! Mana mungkin aku mengizinkan perempuan tinggal dirumahku dan tanpa ikatan apa – apa.” Tolak Luhan. Sooyoung memeluk kaki Luhan membuatnya tak tega, “ Luhan, tolong aku. Aku tidak mungin pulang kerumah. Aku juga tak ingin dijadikan wanita bajingan lagi.” Sooyoung melemah. Membantu orang tak salah. Luhan hanya dapat mengiyakannya. “ Baiklah, hanya sementara.”

***

“ Jadi, ini rumah barumu, Lu?” Tanya Sooyoung setelah menutup pintu. “ Benar. Duduklah, aku akan membuatkan teh.” Ujar Luhan mengarahkan dirinya ke dapur yang dapat terlihat dari ruang tamu yang ditempati Sooyoung. Rumah ini terlihat gelap karena gorden jendela tidak dibuka. Sooyoung membangkitkan dirinya menuju jendela dan menarik gorden kesamping agar terang, “ Lu, lainkali buka saja gordennya. Rumahmu tak akan jadi gelap dan ada udara yang masuk.” Pesan Sooyoung.

Luhan telah membawa dua cangkir teh ke meja dan mendudukkan dirinya, “ Ceritakan padaku kenapa kau bisa menjadi seperti ini.” Luhan meminta penjelasan pada Sooyoung. Wanita itu ikut duduk, “ Kau tahu, ‘kan keluargaku susah? Aku ingin pergi dan mencari pekerjaan. Namun, hanya pekerjaan ini yang hanya aku dapat. Dan karena pekerjaan ini, aku tidak berani untuk menginjakkan kaki ke rumah. Aku takut jika aku akan diusir walaupun dalam keadaan banyak uang.” Jelas Sooyoung.

“ Tentu saja mereka tidak terima. Jelas – jelas yang kau lakukan itu salah. Kau wanita bodoh.” Ucapan Luhan membuat Sooyoung merasa tersinggung, “ Lu, hargai aku sebagai wanita. Perkataanmu menyinggungku.” Keluh Sooyoung. Luhan mendekatkan wajahnya, “ Kau wanita. Tapi tak punya harga diri.” Tukas Luhan. Sooyoung memijit kepalanya frustasi, “ Aku wanita bajingan kan, Lu?” Tanya Sooyoung cemas. “ Selama kau tidak melakukan pekerjaanmu lagi, julukan itu akan hilang dari kehidupanmu.” Pesan Luhan.

“ Lu, tolong ajari aku untuk memulai kehidupanku kembali.”

***

“ Lu, kau tak dengar jika para gadis – gadis universitas menggosipimu?” Suho mengadu pada Luhan ketika Luhan tengah jadi bahan sorotan. “ Sebenarnya siapa sih wanita kemarin itu?” Tanya Suho. Luhan terdiam. Apa yang harus dikatakannya pada Suho? “ Eum, dia wanita brengsek biasa.” Luhan berdusta. Namun, Suho tidak percaya. Ia mengerutkan kening, “ Tapi, sepertinya aku pernah melihat gadis itu, Lu.” Tukas Suho. “ Jangan bohong, Lu.” Sambung Suho.

“ Dia Choi Sooyoung..” ucapan Luhan sontak membuat Suho membulatkan matanya, “ Apa?!!! Yang benar saja, Lu!” pekikan Suho yang menyebalkan membuat Luhan harus menutup mulut Suho, “ Kecilkan suaramu, Suho!”

“ Bagaimana bisa kau bisa bertemu gadis yang tidak bertanggung jawab itu?”

.
.

Telinga Luhan sudah dipenuhi dengan gosip – gosip tentang dirinya. Baru sehari Sooyoung tinggal di rumahnya, ia sudah dapat masalah. Ingin rasanya melemparkan semua kekesalannya pada Sooyoung yang merupakan biangnya. Sehabis Luhan menutup pintu, ia menghampiri Sooyoung yang ternyata berada di dapur sembari memasak. “ Sooyoung!” wanita itu bisa mendengar jika Luhan memanggilnya, “ Semua ini terjadi karenamu!” ia terlihat marah.

“ Apa ada masalah?” Tanya Sooyoung. Luhan mendekati Sooyoung, “ Para mahasiswa dan lainnya membicarakanmu karena kau menciumku kemarin.” Kesal Luhan. Sooyoung menunduk, “ Maafkan aku, Luhan. Aku harus melakukannya agar tak dikejar.” Sooyoung meminta pengampunan. Luhan menghela nafas frustasi, “ Hari ini saja sudah begini. Bagaimana kedepannya?” gumamnya. Sooyoung merasa bersalah. Ia meletakkan masakannya di piring dan membawanya ke meja, “ Makanlah dulu. Jika ingin mengamuk, nanti saja setelah makan. Kau bebas memarahiku. Dan aku izin sebentar keluar.”

“ Kau mau kemana?” Tanya Luhan. Sooyoung melepaskan celemeknya, “ Ke suatu tempat, yang jelas bukan tempat yang kemarin – kemarin. Aku permisi.” Ucap Sooyoung lalu menghilang di pintu. Luhan hanya bisa menerima permintaan Sooyoung. Dan pandangannya terfokus pada masakan yang dibuat Sooyoung, “ Kelihatannya lezat juga.”

***

“ Jadi, sekarang kau tinggal dimana, Soo?” Tanya Sojin sembari menatap Sooyoung selidik. “ Tinggal dirumah Luhan.” Ketika mendengar nama Luhan, Sojin membulatkan matanya, “ Luhan? Kau serius kan?!” Sojin ingin meminta penjelasan. “ Benar. Aku tinggal dirumahnya untuk sementara waktu.” Tutur Sooyoung dan meminum kembali segelas soju yang membuat Sojin khawatir, “ Sooyoung, tidak baik terus – terusan meminum soju seperti ini. Soju bukanlah tempat pengaduanmu.” Nasehat Sojin.

“ Tapi, botol – botol mengerikan ini dapat membuat beban ku hilang sementara, ‘kan?” jawab Sooyoung membuat Sojin harus diam. “ Kalau begitu, ayo berhenti minum. Aku akan mengantarmu ke tempat Luhan.”
.
.

“ Terimakasih, Sojin. Kau telah membawa Sooyoung dengan selamat.” Ucap Luhan berterimakasih. “ Tak apa, Luhan. Sooyoung adalah temanku. Semua masalahnya dicurahkannya padaku.” Tukas Sojin. “ Bahkan aku tak menyangka kau mengizinkannya untuk tinggal dirumahmu.” Sambungnya.

“ Dia tidak punya tempat tinggal lagi. Ia juga takut pulang ke rumah dengan kondisi tidak memungkinkan.” Jelas Luhan. Sojin hanya tersenyum melihat Sooyoung yang kini tengah tertidur pulas, “ Luhan, kau harus menjaganya baik – baik.” Ucapan Sojin membuat Luhan tidak mengerti, “ Maksudmu?”

“ Dia hanyalah gadis kesepian, Lu. Dia tidak punya teman selain aku. Dan sekarang, kau hadir di sisinya. Aku tidak selalu bisa menemaninya karena aku sudah menikah. Kuharap, kau dapat menjaga hatinya yang tengah kesepian. Harta bukanlah tujuannya. Tapi, ia mencari seseorang yang dapat menjadi sandarannya.” Jelas Sojin. Dan Luhan masih mencerna kalimat itu.

“ Ini sudah malam. Suamiku pasti tengah menunggu. Sekali lagi, terimakasih. Aku permisi.” Sojin berpamitan pada Luhan.Ucapan Sojin ada benarnya. Sooyoung cuma wanita yang kesepian. Luhan menatap wajah polos itu. Ia mendekatinya dan menatap wajah itu dalam, “ Sooyoung, kenapa kau begini? Kenapa minum soju sampai sebanyak itu?” keluhnya. Tangannya merapikan anak – anak rambutnya yang jatuh ke bawah.

“ Sooyoung, aku tahu kau pasti bisa berubah.”

***

Sooyoung terbangun dari tidurnya. Tunggu? Bukankah ini kamar Luhan? Kenapa ia berada disini? Sooyoung memutuskan keluar kamar dan mencari Luhan. Dan matanya terarah pada sosok yang kini tertidur pulas di sofa empuknya, “ Lu, kau terlalu baik.” Singkatnya. Ditariknya selimut ditubuh Luhan hingga ke lehernya, “ Jika masih ngantuk, jangan bangun, ‘ya.” Gumam Sooyoung seraya tersenyum.

Dilangkahkannya kaki menuju dapur dan memasangkan celemek ditubuhnya. Sekarang yang harus dikerjakannya adalahmemasak sarapan pagi untuk si pahlawan tampannya itu.

.
.

Aroma lezat dari dapur membuat Luhan tak tahan di alam bawah sadarnya. Ia menyadari ada seseorang yang tengah memasak didapur. Kakinya melangkah dan menemukan sosok Sooyoung dengan celemek biru didapur, “ Oh, sudah bangun, ‘ya? Tunggu sebentar. Pancake-nya sebentar lagi akan siap.” Ucap Sooyoung diselingi sebuah senyuman.

“ Kau terlalu rajin, Soo. Jujur, aku jarang sarapan pagi.” Singkat Luhan dengan mata yang masih sayu. “ Itulah yang membuatmu tidak berenergi, Lu. Sarapan itu penting.” Pesan Sooyoung. Luhan hanya menganggukkan kepalanya. “ Tunggulah di meja, aku akan menyiapkannya.”

Sepiring pancake dan segelas susu telah tersaji di meja makan. “ Kau tidak makan, Soo?” Tanya Luhan setelah memasukkan sesendok potongan pancake kedalam mulutnya. “ Tidak. Aku sudah sarapan tadi. Melihatmu makan saja aku sudah kenyang. Bagaimana dengan pancake nya?” Tanya Sooyoung antusias.

“ Enak. Terimakasih untuk sarapannya. Eum, aku akan pergi kuliah 20 menit lagi. Kau tidak kemana – mana, ‘kan?” Tanya Luhan. Sooyoung menggeleng, “ Aku ingin berada di rumah saja.” Singkatnya. Luhan tersenyum kecil, “ Tapi, tolong jangan hancurkan rumahku, ‘ya?”

“ Lihat saja, aku akan membakarnya nanti, Xi Luhan!”

***

Suho dan Luhan kini tengah duduk santai di taman sambil membaca buku, “ Lu, bagaimana dengan Sooyoung yang berada di rumahmu?” Tanya Suho memecahkan keheningan. “ Dia baik – baik saja, kok. Bahkan, ia memasakkanku sarapan tadi pagi.” Jawab Luhan enteng. Suho menutup bukunya, “ Bagaimana jika keluargamu mengetahui jika Sooyoung berada di rumahmu?” Tanya Suho lagi.

“ Orangtuaku masih berada di China. Ia akan ke Seoul saat musim dingin nanti.” Ucap Luhan. Suho mengangguk – angguk mengerti, “ Jika keluargamu mengetahui Sooyoung, kau akan dihabisi, Lu.” Ucapan Suho membuat Luhan tidak mengerti. “ Kenapa?” Tanya Luhan.

Suho mendekatkan dirinya pada Luhan dan berbisik,” Karena dia adalah seorang pekerja seks yang melayani petinggi – petinggi dunia hiburan. Aku mengetahuinya dari blog yang dikunci. Dan blog itu adalah merupakan blog dari seorang pengusaha terkenal. Kalau tak salah, marga nya Oh.” Jelas Suho. “ Dia bahkan merelakan tubuhnya pada presiden salah satu perusahaan otomotif yang terkenal di Seoul.” Sambung Suho. Tubuh Luhan mulai bergetar. Bagaimana bisa Sooyoung memberikan tubuhnya dengan mudah pada petinggi – petinggi bajingan itu? Semua yang dipikirkan mereka hanya uang dan kenikmatan dunia. Hal ini membuat Luhan menggeram. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada tubuhnya?

“ Suho, aku harus pulang cepat. Kurasa, ada sesuatu yang harus dikerjakan.”

*Session Continues*

Iklan

9 thoughts on “Windflower – 01

  1. megha34 berkata:

    kann… bikin penasaran 😀 nice thor (y) gasabar lanjutannya. aduhh–” syo eonni kok bad girl sih :3 eh, itu bakalan ada sehun kaga? kok ada marga oh nyempil” 😀 semoga lu-ge bisa ngubah syo eonni 😀

  2. febryza berkata:

    duuhhh luhan jangan kepengaruh sama gosip2 ittu yah kan emang mungkin sooyoung kerjanya kaya gitu tapi kan dia sekarang engga mau kaya gitu lagi.. kasian sooyoung 😦

  3. risma ayu berkata:

    Yah mungkin sooyoung emang bad girl makanya luhan bantuin soo supaya bisa berubah.. ini penasaran bgt? Lanjuutt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s