The Faker – 03

qarenzapark-copy

Title

The Faker

Author

Qarenzapark

Main Cast

Oh Sehun from EXO
Choi Sooyoung from GG
Yang Yoseob from BEAST
Lee Jonghyun from CN.Blue

Genre

Mystery, Thriller, Action, Romance

Length

Multichapter

Rating

17+ for now ( Dikarenakan adanya adegan kekerasan! )

Poster

ladyoong @ HSG

*Qarenzapark © July 2014*

***

Keadaan Dani memang belum sadar, namun memiliki kemajuan. Yoseob selalu berusaha menjaga adik tercintanya dibalik kesibukannya sebagai seorang agen. Untungnya, ia mempunyai Perawat Park, teman semasa SMU Yoseob yang senantiasa memberikan kabar tentang keadaan Dani.

Yoseob melihat adiknya terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang tertempel ditubuhnya. Sungguh, banyak penderitaan yang dialami Dani diwaktu yang masih belia.
Namun, sosok Minah tak sengaja melewati pikirannya. Gadis itu mengetahui tentang masalah yang diketahui oleh Eagle Eye Team. Kemungkinan besar, Minah juga akan menjadi terror selanjutnya, “ Minah, bagaimana bisa aku melupakannya?!”

***

“ Itu mustahil, Sehun!”

Sooyoung mengeluh karena Sehun menuduh yang tidak – tidak. “ Syo, kau juga harus mengerti. Kau tidak tahu telepon itu? Warnanya berbeda. “ tukas Sehun. Sooyoung menunjukkan rasa kecewanya, “ Kau tidak lihat betapa baiknya Lee songsaengnim? Dia sudah mau mengajari kita beberapa tahun lamanya.”.

Sehun menunduk. Kenapa bisa seorang Lee songsaengnim disukai oleh gadis cantik seperti Sooyoung. Sooyoung terlalu percaya pada Lee songsaengnim. Sooyoung merampas tasnya kasar dan menatap Sehun, “ Kau boleh membenci Lee songsaengnim, Sehun. Tapi jangan didepanku. Kau juga harus belajar bagaimana rasanya berterimakasih. Aku pulang, ingin istirahat.” Lalu keluar melalui pintu. Sehun terus menatap punggungnya sampai menghilang, “ Syo, kenapa kau tidak pernah mempercayaiku?”

***

“ Kau ingin mengajakku kemana?!”

Minah terpaksa karena tangannya di genggam Yoseob. “ Ke rumahku!” pekik Yoseob disela – sela ia berlari. Akhirnya, Yoseob dan Minah sampai di rumahnya. “ Apa alasanmu mengajakku kesini, Yoseob?” Tanya Minah tidak mengerti. Yoseob mengatur nafasnya terlebih dahulu, “ Aku tidak ingin kau menjadi seperti adikku juga. Aku tidak ingin kau di terror. Ikuti perintahku. biarkan orang asing masuk ke rumah. Kunci selalu, jika kau butuh bantuan, secepatnya telpon aku.” Jelas

Yoseob membuat Minah tak dapat berbicara. “ Aku pergi. Jaga dirimu baik – baik.” Ucap Yoseob lalu berlari menjauh.
Minah hanya tersenyum simpul. Saat ia ingin menutup pintu, seseorang kembali memanggilnya. Dia Yoseob yang membuat Minah heran, “ Ada apa Yoseob?” Tanya Minah. Chu~ Sebuah kecupan kilat di kening Minah membuat Minah terkejut. Yoseob mengacak rambutnya, “ Jaga dirimu.” Lalu kembali berlari.

Minah terheran dan tersenyum di hatinya. Betapa beruntungnya ia memiliki teman sebaik Yoseob. Teman? Sepertinya tidak. Tapi, entahlah.
.
.

“ Kenapa kau memanggilku, Hun?” Tanya Yoseob. Sehun lalu menghampiri Yoseob sambil memberikan sekaleng soda untuknya. “ Aku agak curiga dengan Lee songsaengnim. Aku tahu itu salah, tapi aku hanya curiga. Dan hal ini kukatakan pada Sooyoung. Dan seperti biasa, ia selalu mendukung Lee songsaengnim.” Jelas Sehun.

“ Lee songsaengnim? Apakah aku tidak salah dengar?” Yoseob kembali meminta penjelasan, ia tidak mau mendapatkan informasi yang neko – neko. “ Tentu saja.” Singkat Sehun. Setelah meneguk soda, Yoseob terlihat berpikir. Entah kenapa, argumen Sehun mendapat lampu hijau dari Yoseob. Ia juga sedikit curiga dengan pengajar mereka tersebut. Dan sebuah info hadir di otak cemerlangnya.

“ Hun! Kemarin, aku menemukan kertas yang berisikan alamat seseorang, sangat panjang! Tapi, aku tidak terlalu melihatnya.” Ucapan Yoseob membuat Sehun menoleh padanya, “ Benarkah?”. Yoseob hanya mengangguk. “ Intinya, kita harus mengetahui itu adalah alamat siapa.” Terang Sehun. Yoseob telah menghabiskan sodanya lalu meremasnya sedikit, “Aku malah berfikir, jika alamat itu akan digunakan untuk meneror seseorang!” celetuk Yoseob asal dan kini membuat Sehun mendapatkan jalan keluar.

“ Yoseob! Itu dia! Alamat target! Kita harus ke kantor sekarang!”

***

Sooyoung bingung. Akhir – akhir ini, anjing putihnya, Kunn tidak kunjung menampakkan dirinya dirumah. Ayah dan ibu tidak ada yang mengetahuinya. Padahal, Sooyoung rindu akan gonggogan anjing putih itu. Kini, Sooyoung tengah sendirian di rumah, ayah dan ibu pergi ke kota untuk berbelanja keperluan rumah.

Ting tong..
Seseorang menekan bel. Sooyoung membuka pintu dan tidak melihat siapapun diluar. Kecuali sebuah kotak yang dilapisi kertas kado dan sebuah sticky note tertulis di permukaannya, To uri Sooyoungie..

Sooyoung membawanya masuk ke kamar setelah menutup pintu. Ia mengira saudaranya yang berada di Incheon mengirimnya sebuah hadiah, mungkin. Dengan senang hati, ia membuka kado tersebut. Tiba – tiba, Sooyoung melemparnya jauh – jauh. Ia mulai menangis dengan apa yang dilihatnya. Ia ketakutan dan menyudutkan dirinya. Siapa sangka, jika kotak kado yang dikira merupakan hadiah ternyata….tubuh kecil Kunn yang telah dibakar oleh seorang bajingan.

***

“ Dimana kau melihatnya kemarin?” Tanya Sehun mencari – cari kertas yang dimaksudkan Yoseob.Yoseob juga ikut mencari sambil sedikit panik, “ Kemarin, aku melihatnya disamping telepon baru itu. Sekarang tidak ada lagi.” Ucap Yoseob sembari mencari. Sehun memutuskan mencari di tong sampah. Setelah hampir 20 menit berkutat dengan tong berbau semeriwing itu, Sehun belum juga mendapatkannya.

“ Sehun!”

Sehun merasa jika Yoseob tengah memekik dengan maksud untuk memanggilnya. Dengan sigap, Sehun menghampiri Yoseob yang kini melirik sebuah toples. “ Ada apa?” Tanya Sehun. Yoseob membuka toples itu, menyerakkan kertas – kertas yang diincarnya, “ Dia telah merobeknya.”

Keduanya berusaha menyambung kertas – kertas itu. Setelah hampir setengah jam menyatukan semua kertas. Sehun dan Yoseob akhirnya berhasil membuat kertas itu agar dapat dibaca. Alangkah terkejutnya keduanya, ketika menyadari jika alamat itu adalah alamat yang tidak asing.

“ Hei, kenapa alamat rumahku ada disini?” keluh Yoseob. Ia pasti sangat marah akan hal ini.

“ Benar. Alamat Sooyoung juga ada disini!” Sehun menemukan alamat rumah gadis itu. Keduanya saling menatap, “ Mereka dalam bahaya!”

Ponsel Sehun berbunyi, ia menekan tombol hijau lalu meletakkan di telinga, “ Halo, ahjumma?” ucap Sehun dengan seseorang yang diseberang sana. Wanita paruh baya tersebut sedikit gelisah, “ Sehun, apakah kau bisa kerumah sebentar?” Tanya wanita itu yang tak lain adalah ibu Sooyoung.

“ Apa yang terjadi, ahjumma?” Sehun seperti sudah mengetahui apa yang terjadi pada Sooyoung. “ Ia terus berteriak – teriak sambil menangis. Kami tidak boleh memasuki kamarnya sejak pulang dari kota.” Jelas ibu Sooyoung.
“ Baiklah, ahjumma. Saya akan segera kesana.”

Lalu, Sehun memutuskan sambungan. Ia menatap Yoseob lagi, “ Sooyoung sepertinya sudah menjadi terror. Aku harus kerumahnya. Dia menghadapi sebuah masalah.” Ucap Sehun kemudian meninggalkan Yoseob. Setelah Sehun pergi jauh, lelaki dengan tubuh mungil tersebut ikut berlari menuju mobilnya dan pergi menuju kerumahnya. “ Minah, kuharap kau baik – baik saja!”

***

Minah tengah membuat makan malam untuk Yoseob. Semuanya telah selesai. Minah mencuci tangannya dan melepaskan celemek yang sedari tadi ia kenakan. Lalu, Minah mendengar seseorang tengah mengetuk pintu. Mendengarkan penjelasan Yoseob tadi siang, membuat Minah was – was untuk memperhatikan siapa yang datang. Ia melihat seorang wanita tua.

“ Yoseob? Apakah kau ada dirumah?” Tanya wanita tua tersebut.
Tanpa membuka pintu, Minah berbicara dengan cukup lantang, “ Yoseob sedang tidak ada di rumah.” Ucap Minah. “ Saya neneknya dari Gwangju.” Singkatnya. Tak mungkin Minah membiarkan nenek Yoseob terus berada diluar, apalagi cuaca sedang buruk akhir – akhir ini. Minah membuka pintu dan membiarkan wanita tua tersebut duduk di sofa, “ Yoseob kemana hari ini?” Tanya nenek Yoseob seraya tersenyum. Minah menjawabnya dengan seanggukan, “ Dia tengah bekerja hari ini.” Ucap Minah sopan. “ Nenek mau teh?” Tanya Minah.

“ Oh, tidak perlu. Nenek sebentar lagi juga akan pergi ke rumah teman nenek yang berada tidak jauh dari sini.” Ucapnya sopan. Dan Minah tidak menyadari, jika seseorang kini akan menerkam dirinya dengan sebuah sapu tangan yang sudah diberi obat bius.

Seseorang berpakaian serba hitam tersebut menyumpal hidung Minah dengan sapu tangan, Minah berusaha memberontak, namun sia – sia. Obat bius tersebut telah diserap indra penciumannya membuat ia tidak sadarkan diri. Nenek tersebut membuka rambut palsunya. “ Bawa dia ke mobil.” Ucapnya dengan nada sinis. Ia menatap Minah sebentar, “ Kau cantik, tapi sayang, otakmu bahkan hampir sama dengan udang.”
.
.

Sehun sudah menapakkan kakinya di rumah Sooyoung. Ibu dan ayah Sooyoung sudah berada di ruang tamu menunggu kedatangan Sehun, “ Ahjumma!” pekiknya. Ibu Sooyoung menghampiri Sehun, “ Sehun, tolong tenangkan Sooyoung. Ia masih juga berteriak – teriak.” Ibu memohon. Sehun meminta kunci cadangan pada Ayah Sooyoung, “ Kurasa, kau harus menemuinya sendiri.” Ucap ayah dan dibalas anggukan ibu.

Pintu telah terbuka. Sehun mencari sosok gadis bertubuh ramping tersebut. Lalu, ia menemukan Sooyoung tengah memeluk lututnya sambil menangis, “ Syo!” pekik Sehun menghampiri Sooyoung. Ketika Sooyoung merasa namanya dipanggil, ia menoleh pada asal sang suara. Sehun. Sooyoung langsung memeluknya erat, “ Sehun!” ia berkata dengan nada ketakutan. “ Apa yang terjadi?” Tanya Sehun. Sooyoung kembali menangis dan kini menyembunyikan wajahnya di bahu Sehun. “ Dibelakangmu, Sehun.” Singkatnya.

Sehun menoleh, ia melihat sebuah kotak yang telah terbuka. Disana, terdapat anjing milik Sooyoung yang telah tewas terbakar. Dan Sehun yakin jika ini adalah terror untuk Sooyoung. Sehun tak sengaja menginjak sesuatu, sebuah kertas berwarna merah muda yang dilipat. Sehun mengambilnya lalu menyuruh Sooyoung juga melihatnya,

From: Special Person
Bagaimana hadiahnya? Kau menyukainya, bukan? Ini masih awal,
Berdoalah jika kau ingin dapatkan yang lebih baik.
.
.

Yoseob membanting pintu mobil ketika ia telah berada di depan rumahnya. Pintu rumah terbuka, serta satu sepatu berwarna putih polos berada di depan pintu tersebut. Yoseob kesal, ia memukul tembok. Merasa jika ia telah gagal menjaga Minah, “ Jika kau memang jantan, bertarunglah dengan saling bertatap muka, bukan seperti ini, pengecut!” rutuknya dalam hati.

*To Be Continued*

Iklan

4 thoughts on “The Faker – 03

  1. khusnul77 berkata:

    yang teror gak manusiawi bgt ya,tinggal sehun yang belum di teror nih. tali kenapa gak ada alamat sehun di kertas alamat itu ya ?
    lanjut yang cepet dan panjang hihi

  2. winterchan berkata:

    Ih anjir serem terornya. Kasian Sooyoung, eh tapi entah kenapa aku lebih kasian sama si Kunn nya, dia itu innocent! Argh kenapa harus pake anjing lucunga bersalah!!
    Mina gimana nasibnya? Huaaaa. Siapa sih pelaku terornya? Entar gue hajar pake chidori /?
    Part 4 ditunggu ya 😁😁😃😃😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s