Healing Your Heart – Oneshot

taehyung

Qarenzapark presented

” Healing Your Heart “

Who stared by Kim Taehyung and Jo Chanmi

With feelin’ Romance, Sad, Hurt

Kim Taehyung, lelaki tampan dan memiliki hati seringan anak – anak

***

Hari yang menenangkan berubah menjadi hari yang sangat menggeparkan. Debu beterbangan layaknya badai pasir. Orang – orang berlarian dengan tubuh penuh darah. Bahkan, ada kondisi dimana tubuh mereka tidak pada tempatnya. Chanmi, gadis kecil itu terus memanggil ayah, ibu, beserta kakak laki – lakinya yang menghilang.

Tiba – tiba, seorang tentara menggendongnya. Chanmi yang berusia 8 tahun tentu saja terkejut. Ia berusaha memberontak, ” Tuan! Lepaskan saya!” pekiknya. Disela – sela berlari, tentara tersebut berucap, ” Tenanglah nak, aku bukan orang jahat.” sambil terus berlari. Ketika mengucapkan seperti itu, Chanmi dapat tenang.

DOR!

Chanmi dan tentara tersebut terjatuh. Chanmi dapat melihat jika tentara tersebut tertembak tepat di kaki kanannya, ” Tuan! Bertahanlah!” pekiknya. Ia mulai menangis. Tubuhnya terasa amat sakit, keluarganya menghilang, dan tentara yang menyelamatkannya tertembak.

” Nak, kau orang Korea, ‘kan?” tanya tentara tersebut, ” Tolong berikan ini pada anakku. Marganya Kim.” ia melanjutkannya sambil memberikannya sebuah sapu tangan. “Tuan!” Chanmi kembali memekik. Ditangannya sudah ada sapu tangan pemberian tentara tersebut. Lalu, keduanya dibawa berjauhan. Chanmi berusaha menggenggam jemarinya, namun terlepas karena berjauhan.

.

.

Chanmi terbangun dari tidurnya. Kejadian 9 tahun lalu itu masih terekam jelas di otaknya. Perang dingin dua negara, Afghanistan dan Pakistan yang pada waktu itu bergejolak. Perang itu membuat ia harus kehilangan keuda orang tuanya. Ia masih beruntung karena dapat bertemu kembali dengan kakak laki – lakinya; Chanwoo yang harus duduk di kursi roda.

Jam telah menunjukkan angka 7 pagi. Seperti biasa. Bangun dari tempat tidur, menggosok gigi, lalu mengunyah beberapa lembar roti untuk menghindari kosongnya perut. Jo Chanmi, adalah seorang penulis yang terkenal lewat novel best-seller ” Soldier’s Son ” yang menceritakan kisahnya sendiri saat perang tersebut. Ia juga pembicara di seminar – seminar yang berhubungan dengan perang.

. .

Lelaki berkemeja biru tersebut terlihat kagum dengan seorang perempuan yang tengah berbicara dibalik podium. Perempuan tersebut menceritakan tentang pengalamannya di tengah – tengah perang. Dia cantik dan sangat menarik di mata lelaki tersebut. ” Adakah yang ingin bertanya?” pertanyaan tersebut sontak membuat lelaki tersebut melompat agar ia bisa mendapat kesempatan untuk memberi pertanyaan, ” Ya, anda yang berkemeja biru.” tunjuk perempuan tersebut. ” Apakah orang yang telah lama menghilang akan kembali walaupun kedengaran tidak mungkin?” tanyanya membuat seisi seminar tertawa. Perempuan itu tersenyum, ” Jika kau percaya keajaiban, itu akan terjadi.” jawabnya. Lelaki itu kembali duduk. Ia hanya mengangguk, namun jawaban itu kurang puas di hatinya.

. .

Seminar telah berakhir beberapa menit lalu. Chanmi melangkahkan kakinya sambil memeriksa ponselnya. Lalu, ia menyadari jika ada seseorang yang tengah menunggu. Ia tahu itu siapa. ” Lelaki berkemeja biru?” Ucapan Chanmi ternyata terdengar oleh lelaki tersebut dan benar saja. Lelaki yang bertanya tadi. ” Saya menunggu anda!” ia terlihat antusias. ” Untuk apa?” tanya Chanmi heran. ” Saya tertarik dengan kisah anda. Saya mohon, mari bicara di kedai teh.”

. .

” Jadi, anda memang tinggal disana beberapa bulan? Aku ingin sekali mendapat kesempatan itu.” lelaki itu terlihat antusias ketika Chanmi bercerita tentang dirinya ketika di Pakistan beberapa tahun lalu. ” Aku senang tinggal disana. Sayangnya, aku sudah banyak melupakan banyak hal karena aku takut hal itu akan terulang.” ujar Chanmi. Lelaki itu tersenyum sambil melipat tangannya, ” Aku lupa. Namaku Kim Taehyung. Salam kenal. Semoga kita bisa berteman dengan baik.” ujarnya. Chanmi tersenyum, dan dalam hati ia berkata, ” Kau lelaki unik.”

***

” Chanmi!”

Chanwoo memekik membuat Chanmi menuju kamarnya karena Chanwoo berada disana, ” Ya, oppa?” tanya Chanmi sembari mengikat rambutnya. Lalu, ia dapat melihat kakaknya tengah memegang sebuah sapu tangan, ” Ini apa?” tanya Chanwoo seraya menunjukkannya. Chanmi meraihnya dari tangan Chanwoo, ” Kau tau kan pahlawan yang menyelamatkanku? Dia memberikan sapu tangan ini padaku, Oppa. Aku belum juga menemukannya.” ujar Chanmi.

” Kau membuang 8 tahun untuk mengajari orang agar tidak trauma. Tapi kau mengabaikan pesan yang penting untuk seorang lelaki.” tutur Chanwoo. Chanmi menunduk. ” Anaknya pasti menangis selama 8 tahun karena ayahnya yang menghilang di hidupnya.” lanjut Chanwoo.

” Tapi, bagaimana? Aku tak bisa mencarinya.” terang Chanmi. Chanwoo mendorong kursi rodanya menjauh dari Chanmi, ” Jangan biarkan orang merasakan apa yang kita rasakan. Ingat ucapan ibu.” lalu Chanwoo berlalu. Chanmi terduduk. Betapa bodonhnya ia mengabaikan pesan pahlawannya.

***

” Kau ingin aku bermain ice skating? Aku sungguh tak pandai!”

Chanmi terus menggenggam tangan Taehyung agar tidak jatuh, ” Aku ada disini. Jadi, jangan takut.” semangat Taehyung. Chanmi tersenyum. Mereka berdampingan mengelilingi lapangan es. ” Kenapa semakin dingin saja!” kesal Chanmi. Taehyung dapat mendengarnya. ” Chanmi..” Taehyung memanggilnya. Chanmi menoleh dan

Chu~

Astaga! Taehyung mendaratkan bibirnya di bibir Chanmi membuat Chanmi terkesiap. Namun, dalam beberapa detik dia memejamkan matanya. Taehyung melepaskannya dan menatap wajah Chanmi dengan kedua telapak tangannya, ” Please be my girl.”

***

Bulan – bulan telah berlalu. Keduanya selalu bersama. Setiap hari, Chanmi selalu berada disamping Taehyung. Bercerita sambil minum teh sepanjang sore. Dan hari ini, entah kenapa hati Chanmi ingin memberitahu sesuatu akan Taehyung. Tentang sapu tangan itu. Ia bermarga Kim. Chanmi tak tahu kenapa bisa Taehyung bersangkut paut dengan sapu tangan itu. Tidak seperti biasanya, mereka berjumpa di sebuah taman.

” Chagi, aku boleh bertanya?” tanya Chanmi pada Taehyung yang sibuk pada es – krimnya. ” Tentu saja. Apapun itu.” terangnya sambil tersenyum. ” Ayahmu dimana?” tanya Chanmi membuat Taehyung mengerutkan kening, ” Kenapa ayahku?” tanya Taehyung.

” Katakan saja.” singkat Chanmi. Taehyung menghela nafas, ” Ayahku bercerai dengan ibu saat aku berusia 9 tahun. Dan aku tahu ayahku seorang tentara yang ikut berperang. Ibu tidak pernah mengijinkanku bertemu dengan ayah. Aku takut ayahku menjadi korban perang. Aku ingin bertemu dengannya. Satu menit saja.” terang Taehyung.

Chanmi dapat mencerna kata – katanya. Apakah ini ada sangkut paut dengan Taehyung? ” Kau kenal sapu tangan ini?” tanya Chanmi sambil memperlihatkan sapu tangan tersebut. Taehyung mengambilnya dan membaca tulisan kecil, ” Putraku, Kim..”

” Dimana ayahku sekarang, chagi!” tiba – tiba Taehyung marah. Chanmi menahannya, ” Jawab aku dulu, chagiya. Kau kenal sapu tangan ini?” tanya Chanmi. Batinnya mulai goyah. Taehyung menitikkan air matanya, ” Aku tahu ini tulisan ayahku. Ini tulisan ayahku!” Taehyung terlihat sangat marah. ” Chagii..” Chanmi ikut menangis dan ingin memeluk Taehyung, tapi Taehyung menolak, ” Kenapa kau berikan ini sekarang? Kenapa tak dari dulu?!” Taehyung terlihat kecewa.

Chanmi masih menangis, ” Aku tak tahu jika itu kau. Aku bersumpah!” ia masih menangis. Taehyung sangat menyayangi Chanmi, tapi ia terlampau kecewa akan sapu tangan yang disembunyikan. ” Butuh 8 tahun aku harus melupakan ayahku sendiri. Dan kau mengungkitnya lagi.” ucap Taehyung berusaha mengelap air matanya.

Taehyung hendak pergi, tapi tangannya ditahan Chanmi, ” Chagi..Aku tahu ini berat. Tapi, terima kenyataan. Aku kehilangan kedua orangtuaku juga. Aku tak ingin kau merasakan hal yang sama.” terang Chanmi dengan air mata yang terus mengalir. Dan Taehyung kembali menangis. ” Kau harus percaya pada keajaiban karena Tuhan selalu yang menentukan.” lanjut Chanmi.

Taehyung hendak pergi lagi, namun kini Chanmi memeluknya erat, ” Aku tidak ingin kehilangan lagi. Sudah cukup dengan orangtuaku. Taehyung..” Ucap Chanmi. Taehyung merasakan jika Chanmi menangis di dadanya. Taehyung membalas pelukan Chanmi. Ia menyayanginya. Dan berpikir jika ini adalah keajaiban Tuhan, menggantikan sosok yang dicintainya diganti dengan sosok yang dicintainya pula.

Taehyung menghapus air mata Chanmi, ” Maafkan aku telah marah padamu kali ini.” ucapnya mampu membuat Chanmi tersenyum, ” Dan maafkan aku karena telah menyembunyikan semua yang kau incar selama ini. Maafkan aku..” Chanmi kembali memeluk Taehyung, dan Taehyung membalasnya.

” Ayahku sangat baik, ‘kan?” tanya Taehyung di sela – sela pelukannya. Chanmi mengangguk, ” Baik. Bahkan melebihi yang kau kira. Dia rela mati demi aku. Kau tahu? Dia adalah lelaki terhebat dihidupmu dan hidupku.” terang Chanmi. Taehyung menangis lagi, ” Apakah ia menanyakanku?” tanya Taehyung. Chanmi menghapus air mata itu, ” Tentu saja. Ia menanyakanmu. Ia ayah yang sangat baik.”

Keduanya terus berpelukan. Chanmi datang di kehidupan Taehyung untuk mengobati rasa pedih akibat kehilangan Taehyung. ” Besok, ayo kita pergi ke makam ayahmu. Kau senang, ‘kan?” tanya Chanmi. Taehyung mengangguk dan menangis, ” Tentu saja.”

.

.

Makam itu sudah terlihat usang. Taehyung mengusir debu guna menyenangkan ayahnya, ” Apa kabar, ayah?” tanya Taehyung tersenyum. Chanmi yang berada di belakangnya berusaha menahan tangis. ” Aku rindu akan lelucon ayah tentang bebek terbang. Semoga ayah sehat – sehat saja.” lanjut Taehyung.

” Aku ingin ayah tahu. Bahwa aku selalu mengingat ayah. Selama tidurku aku selalu memimpikanmu. Dan terimakasih ayah, kau berikan aku gadis yang sangat cantik. Jo Chanmi yang pernah kau selamatkan dalam perang itu. Terimakasih telah menjadi lelaki terhebat di hidupku, ayah. Aku mencintaimu.”

Taehyung mengecup kilat nisan tersebut. Lalu meletakkan sebuket Baby’s Breath, ” Aku harap ayah menerimanya. ” singkat Taehyung. Keduanya berlalu menjauhi makam. Lalu, sebuah siluet hadir di belakang mereka. Tersenyum tulus atas kebahagiaan mereka, ” Gadis kecil, terimakasih, nak..” lalu bayangan itu menghilang.

FIN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s