[Chapter 1] (Over) Selfish – The Healer

ff

Qarenzapark presented..

(Over) Selfish

Starring by Yeri Red Velvet and twos of Bangtan Boys

With feelin’ Romance, Sad, Little Comedy

Has rated : T

Sebuah persahabatan yang hancur karena keraguan, keegoisan, dan cinta

***

-(Over) Selfish-

START!

***

Semenjak kepergian noona Bae, idol grup Bangtan Boys merasa kehilangan manager yang setahun lamanya mendampingi mereka. Ketujuhnya memutuskan untuk meliburkan dirinya. Noona Bae harus meninggalkan mereka semua karena sakit gagal ginjal yang sudah lama hinggap ditubuhnya. Seluruh pegawai perusahaan ikut berkabung atas kepergiannya. Dia cantik, baik, dan senyuman malaikatnya tak pernah dilupakan. Ini akan menjadi sosok penting dibatang tubuh Bangtan Boys.

Namun, sosok lembut serta sabar seorang noona Bae telah digantikan oleh seseorang yang ceria dan terkesan tak pernah lelah. Namanya Yeri, ia adalah adik kedua dari noona Bae. Meskipun masih muda dan beda delapan tahun dengan mendiang kakak perempuannya, ia dipercaya untuk menjadi manager yang baik oleh sang CEO.

” Namjoon oppa, kenakan jaketmu. Beberapa menit lagi kalian akan tampil.”

” Yoongi oppa, berhentilah bermain dengan ponselmu. Rambutmu masih berantakan!”

” Jin oppa, eyeliner mu belum terpasang.”

Ya, begitulah kecerewetan seorang Yeri yang ingin kakak – adik kesayangan noona Bae menjadi sempurna diatas panggung. Ketika menonton mereka di backstage, ia merasa kakaknya pasti bangga melihat mereka yang tidak terpengaruh dengan keterpurukan setelah kepergian kakaknya. Usai tampil, ia memberikan tepuk tangan paling meriah.

” Penampilan yang hebat!” Yeri terlihat sangat senang ketika para member telah berkumpul di ruang backstage. Suga mengacak rambutnya gusar, ” Itu adalah kata keseribu yang kau berikan. Oh ayolah, beri ucapan selamat yang lebih istimewa.” protes Suga. ” Hentikan!” pekik Yeri merapikan rambut brunette nya.

” Ini sudah lewat tengah malam, ayo pulang. Besok masih ada jadwal yang lebih mengerikan.” ucap sang leader, Rap Monster. Jujur saja, Yeri membenci nama itu. Ia lebih menyukai memanggilnya dengan Namjoon oppa, walaupun sebenarnya mereka seusia. Ketika Yeri sudah mengemasi barang – barangnya dan bersiap untuk pamit, J-Hope memanggilnya, ” Yeri. Ini sudah lewat tengah malam. Bagaimana jika kau menginap di dorm?” tawar J-Hope.

” Ide bagus. Kami tidak ingin kau pulang sendirian. Belum lagi rumahmu jauh dari sini.” ucap Jin meneruskan tawaran J-Hope. Yeri menghela nafas, ” Heol, aku duapuluh satu tahun. Aku bisa pulang sendiri. Lagian, aku hanya menyampah di dorm kalian.” ucap Yeri menolak tawarannya.

Jin menunjukkan arlojinya pada Yeri, ” Kau tahu ‘kan jika para iljins sudah berkeliaran jam segini.” terang Jin. Yeri hanya terdiam kebingungan. Lalu, Suga merangkul pundaknya tiba – tiba, ” Ayolah. Hanya satu hari pun kau tidak bisa? Lagian ini untuk keselamatanmu juga.” tukas Suga. Yeri dan Suga berteman baik. Keduanya terlihat seperti kakak adik yang cukup akur.

Yeri menghembuskan nafas berat, ” Oke. Hanya satu malam. Aku akan ke dorm.” ucapannya langsung diteriaki para member lain. Namun, sebelum pergi, Yeri merasa ada kejanggalan. Benar. Dimana Jimin?

” Jungkook, apakah kau melihat Jimin?” tanya Yeri. ” Setahuku, ia pergi ke kamar mandi tadi.” Jungkook mengarahkan dagunya ke pintu toilet pria. ” Aku akan menjemputnya disana. Kalian semua tunggulah di van. Aku akan kembali bersama Jimin.” ucap Yeri lalu meninggalkan keenamnya menuju toilet pria. Ia menyandarkan punggungnya didinding. Orang yang ditunggu akhirnya keluar. ” Oh Yeri noona? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Jimin heran.

Yeri mengetahui wajah Jimin basah, ia mengeringkannya dengan handuk miliknya, ” Aku menunggumu. Semuanya telah berada di van.” terang Yeri memasukkan kembali handuknya. Jimin masih terdiam.

” Oh ayolah, aku tidak ingin tidur terlalu malam.” protes Yeri sambil menarik tangan Jimin, dan lelaki itu hanya menuruti perintah.

***

” Selamat tidur semua!”

Yeri berteriak di tengah – tengah ruangan. Matanya mulai mengantuk, tapi rasa kantuknya tiba – tiba menghilang ketika mengetahui jika Namjoon berada di balkon dengan dua cangkir yang menemaninya. Yeri memutuskan untuk menghampirinya. Ia tak mau menerima resiko jika Namjoon bangun terlambat untuk jadwal besok.

” Rap Monster? Kenapa kau tidak tidur?”

Pertanyaan Yeri membuat lelaki itu menoleh, lalu tersenyum tipis. Namjoon menepuk lantai disebelahnya, ” Duduklah. Aku punya banyak cerita.” terang Namjoon. Yeri hanya menuruti permintaan Namjoon. Yeri baru sadar jika Namjoon duduk disini karena ia tengah menatap pohon sakura tak berbunga. Hanya ada ranting – ranting yang tidak ditemani sepucuk bunga.

” Oppa, kau mengorbankan waktu tidurmu demi menatap pohon sakura tak berbunga ini?” entah kenapa, Yeri senang memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’. Nada bicaranya terdengar tidak percaya. Namjoon tersenyum, ” Ini bukan hanya pohon sakura biasa, Yeri. Ini pemberian dari kakakmu ketika Bangtan Boys berulang tahun ke satu. Tahun lalu.” terang Namjoon. Dan Yeri harus mencabut pernyataan laknatnya tadi. Ia tidak pernah tahu jika kakaknya akan memberikan sebuah pohon sakura.

” Maafkan aku. Juhyun unni tidak pernah cerita.” Yeri telihat menyesal. ” Tak apa. Pohon ini mengingatkanku akan kebaikan – kebaikannya dimasa lalu, dari trainee sampai kejadian dua bulan lalu. Ia bahkan terlihat seperti ibuku.” ucapan Namjoon diselingi dengan tawanya yang khas. ” Ia sangat mengerti jika aku tidak punya orangtua, tapi perhatiannya tidak pernah berlebihan kepada kami semua. Semuanya merata.” lanjut Namjoon mengenang noona Bae.

” Andai aku sehebat Juhyun unni. Aku tahu ia pasti sangat bangga melihat kalian sekarang.” Yeri menatap pohon itu dan berandai – andai seakan kakaknya ada disana. Namjoon lagi – lagi tersenyum, ” Kehadiranmu telah menyembuhkan rasa sedih kami semua. Kecerewetanmu bahkan terlihat sama dengan noona Bae. Terimakasih untuk kesediaanmu untuk hadir diantara kami, Yeri.” Namjoon terlihat senang.

Yeri tersenyum, ” Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kalian keluargaku.” ucap Yeri. ” Terimakasih untuk janji itu.”

***

Yeri bangun lebih awal. Ia menyiapkan sarapan. Tujuh sandwich dan tujuh gelas susu low-fat telah tersaji di meja makan. J-hope datang sebagai orang pertama ke meja makan. Melupakan kuplul yang masih bertengger dikepalanya, ” Kau terlalu cepat untuk bangun, Yeri.” ucapnya lalu duduk di meja makan. Yeri hanya tersenyum menyambut kedatangannya.

” Hoseok, kau bangunkan yang lain dulu. Aku akan mengambil pudding di kulkas.” tukas Yeri. Lelaki itu hanya mengangguk lalu berdiri dan berjalan menuju kamar – kamar. Yeri menyiapkan pudding, lalu ia baru sadar jika Yeri sudah berada disampingnya, ” Yeri, kau tidak pernah bertanya.” ucap Jin sambil membantu Yeri. ” Apa maksudmu, oppa?” tanya Yeri menghentikan kegiatannya.

” Taehyung. Ia tidak pernah berbicara denganmu.”. Apa yang dikatakan Jin sangat benar. Taehyung tidak pernah berbicara dengan Yeri, begitupun sebaliknya. Apa mungkin Yeri terlalu sibuk dengan yang lain sehingga ia melupakan lelaki dingin itu? Yeri menggerakkan bahunya, ” Mungkin, ia tidak menyukai kehadiranku.” singkat Yeri.

” Dia memang tertutup. Tapi, sekali akrab dengannya terasa hebat sekali.” ucapan Jin membuat Yeri tertarik. ” Akan akan mencoba berbicara dengannya lain kali. Semoga saja terasa hebat.” Yeri tersenyum.

” Ayo kita sarapan! Perutku sudah berteriak!” teriakan Suga membuat Yeri dan Jin tertawa. Jin membantu Yeri untuk membawa nampan berisi pudding.

***

Di dorm hanya ada Yeri seorang diri. Merasa sudah selesai, ” Yeri berkemas untuk pulang ke rumahnya. Namun, ia baru sadar jika ada yang tertinggal. Dari kamar Jungkook dan Taehyung. Ia mendengar suara bersin dari dalam kamar tersebut. Dilanda rasa penasaran, Yeri masuk kedalam kamar perlahan. Dan ia menemukan Taehyung, kedinginan dan berusaha membalut tubuhnya dengan selimut.

” Taehyung!” ucap Yeri. Taehyung mendengarnya. Ia menunjuk ke arah penghangat ruangan. Yeri mengerti, ia menghidupkan penghangat ruangan lalu menghampiri lelaki itu. ” Maafkan aku baru sadar jika kau tengah sakit. Pantas saja jika sandwichmu tidak habis.” cemas Yeri memeriksa kening Taehyung dengan punggung tangannya, ” Kau juga panas, Taehyung,” lanjut Yeri.

” Tinggalkan aku. Aku hanya flu.” ucapan Taehyung terdengar dingin. Namun, gadis itu menggelengkan kepalanya tegas, ” Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu disini. Bila perlu, aku bisa bermalam lagi disini.” terang Yeri. Lelaki itu tak kunjung menjawab ucapan Yeri.

***

” Kau masih disini, Yeri?”

Yeri terkejut ketika mengetahui Jin, Jungkook, dan J-Hope sudah berada di depan pintu, ” Selamat datang kembali ke rumah! Aku harus bermalam lagi karena Taehyung tengah sakit.” ucapnya. Lalu, Jimin menyembul diantara ketiganya, ” Seharian penuh bersama Taehyung? Taehyung pasti senang.” ucapan Jimin terdengar jika ia sedikit iri.

” Apakah kau menyukai Taehyung, noona?” pertanyaan Jungkook membuat Yeri terbelalak, ” Tidak. Aku tidak menyukai Taehyung. Kalian salah paham.” ia merasa kurang nyaman dengan pertanyaan itu. Bagaimana bisa ia menyukai Taehyung? Untuk berbicara dengan Taehyung saja sangat susah.

” Aku menyuruhnya untuk pulang. Tapi ia tetap bersikeras disini.” ucapan Taehyung mengejutkan mereka. ” Kenapa kau bangun?” tanya Yeri mencemaskan keadaannya. Ia tidak mau diomeli CEO jika mengetahui salah satu member Bangtan Boys sakit. Taehyung hanya diam. Ia meninggalkan kelimanya lalu kembali ke kamar.

” Kau harus memakluminya, Yeri.” ucap Jin. Yeri hanya mengangguk mengerti. Mengapa susah sekali untuk berbicara dengannya. ” Oke. Aku akan membuat makan malam. Pastikan semuanya sudah lengkap.”

***

Makan malam telah selesai beberapa waktu lalu. Namun, hanya Jungkook dan Jimin saja yang belum kembali ke kamar mereka. Keduanya tengah menonton di sofa. ” Ya, Jungkook! Tidurlah. Kau punya jadwal lebih ekstrim ketimbang yang lain.” ucap Yeri. ” Noona, film ini sangat bagus. Aku tidak ingin melewatkannya.” Jungkook menolak untuk tidur lebih cepat. Terpaksa, Yeri harus menarik telinganya, ” Kau harus tidur, ya? Aku tidak ingin kalian diomeli CEO jika mengetahui ini,” Jungkook terlihat kesakitan. ” Baiklah. Aku akan tidur!” terdengar nada bicara yang kesal membuat Yeri hanya menggelengkan kepalanya.

” Apakah telingamu mau ditarik juga, Jimin?” ancam Yeri. Jimin menatapnya meremehkan, ” Aku memiliki jadwal paling ringan diantara mereka semua.” ucapnya. ” Jadi, biarkan aku menonton film ini, noona.” lanjutnya. ” Jika aku jadi kau, aku akan tidur daripada menonton film ini.” ucap Yeri.

” Duduklah. Temani aku menonton film ini. Sudah lama aku tidak menonton televisi.” ajak Jimin. Dengan terpaksa, Yeri menuruti perintahnya. Ia tidak akan tidur jika salah satu member belum tidur. ” Entah kenapa, semenjak aku bermalam disini, aku selalu merasa senang. Hari – hariku terasa lebih berwarna.” ucap Yeri. Jimin terkekeh, ” Kalau begitu, tinggallah disini. Kamar tamu itu bisa menjadi milikmu, noona.” tukas Jimin. ” Aku akan mempertimbangkannya dulu dengan ibuku.” lanjut Yeri. Yeri melanjutkan pandangannya ke televisi.

” Hei, ini film terlalu dramatis. Aku tidak suka. Kuharap kau mematikan televisinya sekarang juga.” protes Yeri membuat Jimin mengambil bantal dan meletakkan tepat didepan mulutnya, ” Daripada ribut, lebih baik kau menontonnya tanpa protes, noona. Salahkan sutradaranya, jangan salahkan televisinya.” ucap Jimin.

Yeri mengerucutkan bibirnya. Tanpa sadar, rasa kantuk itu membuat dirinya terlelap dalam posisi duduk itu. Ia meletakkan kepalanya dibantal pemberian Jimin tadi. Ketika Jimin menyadari jika gadis disebelahnya telah terlelap, ia membawa kepala gadis itu ke bahunya, membiarkan Yeri tertidur disampingnya. Merapikan anak – anak rambut yang jatuh menghalangi wajah polosnya. Lalu ia berbisik,

” Aku akan selalu ada jika kau membutuhkan bahuku.”

*To Be Continued*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s