Officially Missing You

image

I’m officially missing you

..

“Ting tong..”

Namjoon melangkahkan kakinya menuju pintu. Ia memutar kenop dan menariknya. Disana, berdiri seorang pria. Pengantar bunga.

“Tuan, ini bunga yang anda inginkan.” terang pria pengantar itu. Namjoon mengambilnya dari genggaman pria yang usianya cukup jauh berbeda dari Namjoon sendiri. Namjoon tersenyum, ” Terimakasih, pak. Berapa harganya?” tanya Namjoon mengeluarkan dompetnya.

” Tidak perlu, tuan. Putriku tengah berulang tahun hari ini. Ia meniup lilin bersama malaikat – malaikat di surga. Jadi, hari ini aku memberi semua orang dengan gratis.” pria itu tersenyum, matanya memperlihatkan jika ia sangat merindukan putrinya.

Tapi, Namjoon tak mau mendapatkan sesuatu secara gratis. Ia mengeluarkan beberapa lembar won dari dompetnya dan memberikannya di tangan pria itu, “Aku ingin anda membelikan sesuatu yang dapat membuat putri anda senang.” seraya tersenyum.

Pria itu tersenyum sambil mengangguk. Ia berpamitan sebentar lalu kembali pada motornya. Namjoon menutup pintu. Ia berjalan sambil menghirup aroma harum dari bunga Edelweiss itu. Ia meletakkannya di meja.

Matanya tertuju pada sofa di depan televisi. Disana, ada seorang perempuan cantik yang tengah tertidur. Ia menghampiri perempuan itu tenang. Menatap wajah polos itu perlahan, walau Namjoon tak ingin menyentuhnya, sedikit pun.

“Andai kita bisa bersama lebih lama.” terangnya. Namjoon menjauh, ia pergi dari sofa itu dan beralih pada meja tadi. Saat duduk, ia menoleh ke belakang.

Seperti dugaannya, perempuan itu menghilang tanpa jejak. Namun, Namjoon tak mau ambil pusing. Ia terfokus pada kertas kecil dan sebuah bolpoin ditangannya.

To: Sweetheart, Eunhee

Ini bahkan sudah anniversary kita ke tiga. Ya, aku senang. Dan kau juga pasti senang, meski aku tak dapat melihatnya.

..

Lalu, ia mulai menulis kata – kata berikutnya, yang didedikasikan hanya untuk Eunhee.

***

Namjoon bangun dari tidurnya. Ia segera berlari kecil menuju kamar mandi untuk membasuh dan menyikat giginya. Ia membasuh wajahnya, lalu memperhatikan wajahnya dengan cermin yang ada dihadapannya.

” Ya, aku tidak mau tampil buruk untuk bertemu Eunhee nanti.” Namjoon mulai membuat bibirnya mengukir senyum dengan kedua tangannya.

Lalu, ia baru sadar jika penyikat gigi berwarna biru muda itu selalu menemani penyikat gigi berwarna biru tua miliknya. Namjoon mengambil keduanya, ” Andai aku bisa seperti kalian.” ucap Namjoon.

Namjoon telah menyelesaikan kegiatan kamar mandinya. Ia kemudian beralih pada meja makannya. Mengambil beberapa lembar roti dan memasukkan kedalam panggangan.

Dan disana, berdiri seorang perempuan yang sama, Min Eunhee. Mengenakan hoodie berwarna pink serta celana jeans pendek yang membalut cantik tubuhnya. Dan menggenggam segelas susu coklat favoritnya.

Setelah roti itu terpanggang, Namjoon mengambilnya dan kembali pada meja makannya. Meninggalkan gadis itu tanpa sepatah katapun.

***

Namjoon berjalan sambil menggenggam bunga Edelweiss. Ia akan menemui perempuan yang selama ini membuatnya sangat rindu dan memeluknya sepuas mungkin.

Tiba – tiba, ia berhenti di sebuah toko. Toko perhiasan yang cukup populer di kota ini. Ia masuk kedalam tanpa ragu.

” Selamat datang, tuan. Ada yang perlu kami bantu?” ucap pegawai wanita itu sopan. Namjoon membalasnya dengan seulas senyum, ” Aku ingin mencari cincin untuk tunanganku.”

” Kami punya cincin yang sangat digemari para wanita. Ini.” sang pegawai menunjukkan sebuah cincin. Cantik memang. Namun terlalu mewah.

” Ini cantik, namun tunanganku lebih menyukai hal – hal yang sederhana.” terang Namjoon. Pegawai itu mengambil cincin baru. Sederhana, namun terlihat luar biasa.

” Aku ambil ini. Berapa harganya?” tanya Namjoon. Setelah membayar, Namjoon meletakkan kotak merah bludru kedalam sakunya.

“Maaf atas kelancangan saya, tuan. Mengapa anda tidak memberikan sebuah cincin lebih mewah daripada yang anda ambil tadi? Bukankah seorang perempuan lebih menyukai sesuatu yang mewah?” tanya sang pegawai sopan.

Namjoon tersenyum, ia menatap puluhan cincin yang tertata rapi dibawah kaca cemerlang itu, ” Karena cinta bukan dilihat dari materi. Tapi sebuah ketulusan. Saya rasa, anda mengetahui itu. Kalau begitu, saya permisi.”

Namjoon meninggalkan tempat itu dengan tenang. Melanjutkan perjalanan menuju tempat sosok perempuan yang menunggu kehadirannya.

***

Namjoon berhati – hati dalam melangkahkan kakinya. Ia tak ingin melangkahkan orang – orang yang telah tertidur tenang. Lalu, dihampirinya batu nisan itu. Membersihkan debu – debu yang menutupinya.

Lalu, Namjoon meletakkan sebuket bunga Edelweiss itu ditanah subur itu. Ia menatap batu nisan itu dengan tatapan teduh. Matanya menunjukkan ekspresi penuh rindu.

” Selamat hari jadi ketiga, Eunhee. Bagaimana kabarmu? Kuharap kau dapat bertemu ayahmu yang selama ini kau rindukan disana. Sampaikan salamku pada ayahmu.”

Namjoon mengusap lembut batu nisan itu, ia menahan air matanya. Namjoon sudah berjanji jika ia tidak akan pernah menangis lagi tentang Eunhee.

” Kenapa kita mengundur acara pertunangan itu? Jika saja itu terjadi, mungkin kita sudah bertunangan. Walaupun kau harus meninggalkan dunia dengan seperti ini, setidaknya kau membawa bukti jika aku sangat mencintaimu.”

” Dan kumohon, jangan paksa aku untuk mencari penggantimu. Biarkan aku seperti ini sementara.”

Namjoon mengeluarkan kotak itu dari sakunya. Ia meletakkannya di dekat Edelweiss. ” Aku sangat bahagia memilikimu. Aku merindukan semua hal tentangmu. Wajahmu, tawamu, ekspresimu. Tapi, semua itu hanyalah kenangan, yang akan ku simpan di memoriku sebaik – baiknya.”

Namjoon kembali berdiri. Ia tersenyum teduh. ” Aku benar – benar merindukanmu sebagai yang nyata, bukan sebuah bayangan. Aku mencintaimu.”

Namjoon melangkah menjauh dengan perasaan rindu luar biasa. Ia terus melangkah tanpa ada niat menoleh ke belakang.

..Tetaplah hadir dimimpiku
Sehingga aku percaya jika kau selalu ada disampingku..
KimNamJoon-

***

Gadis itu mengayuh sepedanya. Tak lupa dengan tas yang bertengger di punggungnya. Di keranjang depannya, ada sebuket Edelweiss yang berwarna warni.

Eunhee menyeberangi zebra cross selagi lampu pejalan kaki masih hijau. Namun, sebuah mobil berkecepatan tinggi melupakan kehadiran Eunhee dan sepeda kesayangannya di zebra cross.

Dan tabrakan itu terjadi. Mobil hitam itu menabrak sepeda Eunhee. Gadis itu lebih dulu menghantam kaca mobil tersebut sebelum jatuh ke aspal. Kepalanya mengeluarkan banyak darah. Tangannya bergerak gemetar. Berusaha mengambil ponselnya yang ikut berdering.

” Namjoon..”

FIN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s